Beranda Warta Cerita
img
Comments (0) View (1267)
Kesalahpahaman persepsi akan P2KP bisa terjadi manakala proses sosialisasi tidak berjalan baik. Bagaimana halnya yang dialami Ni Tukiyem?
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1134)
Dengan kekuatan 2 tim, kali ini P2KP hadir di Kota Sabang. Sudah sejauh manakah kemajuan langkah proses pendampingan di wilayah ini?
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1161)
Pelaksanaan rembug warga yang diselipkan dengan seni tradisional 'Tayyub' memberi arti warna tersendiri pada masyarakat di Sumenep. Bagaimana jadinya yah?
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1108)
Ditengah usia yang semakin tua, Mbah Sarjono tetap memiliki semangat kerelawanan. Berjuang untuk membantu masyarakat bangkit menghadapi berbagai permasalahannya. Sedangkan kita ?
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1096)
Ternyata persoalan bukanlah hal yang harus dimanjakan, namun harus dihadapi sehingga dapat ditemukan jalan keluarnya. Meski itu terkadang memunculkan 'soal' baru..
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1092)
Selayaknya sebuah perjalanan waktu, P2KP sebagai sebuah proses, tidak terlepas dari berbagai kendala. Ada berbagai perasaan yang muncul, salah satunya terkuak dari sini..
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1134)
P2KP memang luar biasa. Ada pengakuan seorang warga dusun terpencil di Enrekang yang mengaku merasa bangga menjadi penduduk desa berkat kehadiran P2KP. Mengapa?
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1281)
Supaya program ini berhasil, terkadang Faskel pun perlu 'menulikan' diri kita atas komentar-komentar miring seputarnya. Terlebih, agar tetap bersemangat. Semangat apa?
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1160)
PS di mata warga dinilai sebagai ajang rekreatif, aplikatif, dan menyenangkan akibat adanya agenda jalan-jalan sore berkeliling kampung. Nah?
Selengkapnya
img
Comments (0) View (1341)
Seteleh di-PHK, aku merasa putus asa akan nasibku. Namun, setelah P2KP hadir, menjadi penyemangat tersendiri bagiku untuk terbuka dan merasa menjadi orang yang dibutuhkan.
Selengkapnya

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.