Pengaduan On-Line

DINAMIKA PNPM

agoez Apr 2,2010
Aspirasi sering dimaknai sebagai dinamika yang kerap menampilkan pro kontra. Itu sebabnya, dinamika harus selalu direspon dengan positip untuk mewujudkan kebenaran dan keadilan berlandaskan nilai-nilai luhur sebagaimana dikehendaki semua pihak. Dalam konteks ini, saya ingin mengomentari tulisan 'Pandir Rapandai', yang telah bersusah payah mengamati, mencermati dan mengumpulkan berbagai informasi seputar perilaku, sikap, dan tindakan Satker SNVT Prov Sumatera Utara yaitu Nazaruddin Nasution, yang diduga di luar kewajaran atau kepatutan. Aspirasi yang berulangkali disampaikan itu ternyata memang tak mendapatkan tanggapan positif. Padahal, menurut hemat saya, sang 'Pandir Rapandai' telah banyak memberi informasi yang faktanya bisa segera diuji di lapangan. Dan, saya agaknya yakin, informasi mengenai dugaan yang disampaikan sang 'Pandir Rapandai' itu, lebih banyak benarnya. Lagi pula, informasi itu sudah lama muncul namun tak pernah ditanggapi secara positip. Beberapa bagian dari informasi yang disampaikan 'Pandir Rapandai' yang perlul disikapi di antaranya adalah: 1) Mengenai harta kekayaan Satker SNVT. Untuk menguji hal ini perlu dilakukan azas pembuktian terbalik. Saya kurang tahu, apakah kekayaan Satker pernah dilaporkan ke KPK yang menangani Laporan Kekayaan Pejabat Penyelenggara Negara (LKPN). 2).Sistem rekrutmen Faskel, SF, Askot, dan Koorkot, khususnya di Kota Medan, memang sangat kental aroma kolusi dan nepotisnya. Sejujurnya, jika SDM yang direkrut melalui paham perkoncoan dan primordial itu memiliki kapasitas dan berkualitas tidaklah menjadi masalah, akan tetapi justru sebaliknya. Pada akhirnya, Faskel, SF, Askot, dan Koorkot yang ada saat ini bukan lagi mengabdi kepada program untuk kepentingan masyarakat melainkan kepada 'penguasa wilayah' di mana program dilaksanakan. Mereka juga mengabdi kepada penghasilan (finansial) yang didapatkan setiap akhir bulan. Sesungguhnya, di tataran masyarakat miskin, informasi mengenai adanya problem seperti ini sama sekali tidak diketahui. Saya yakin, jika masyarakat miskin di kelurahan PNPM mendengar adanya banyak penyimpangan dalam program yang mereka geluti, so pasti program ini otomatis akan mandeg. Dana yang mereka kelola pun akan dimanfaatkan tidak tepat sasaran alias difoya-foyakan. Tentunya, jika aspirasi 'Pandir Rapandai' tidak segera bisa direspon dengan baik, sang 'Pandir Rapandai' sebaiknya menggalang kekuatan ke basis untuk melakukan gerakan "MENGUSIR" siapa saja pihak yang tidak kapabel dan kredibel dalam PNPM utamanya mereka yang berstatus Faskel, SF, Askot, Koorkot hingga Satker. Salam PNPM!

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.