Pengaduan On-Line

Mohon Berdayakan BKM dan UPK

Evilangelist Apr 20,2010
Sejak tiga lima bulan ke belakang, kami, di dua kecamatan yaitu; Lembur Situ dan Baros Kota Sukabumi, telah membentuk forum UPK, dan pertemuan rutin kami berlangsung setiap sebulan sekali. Inti dari pembentukan forum itu, antara lain ingin mendiskusikan dan berbagi pengalaman dengan kawan-kawan di UPK. Muncul satu pandangan dari saya, kebetulan saya dipilih menjadi ketua forum, bahwa masalh pemberdayaan masyarakat bukan semata kegiatan yang berkutat pada masalah pengisian-pengisian data melulu. Ada hal penting yang ingin saya sampaikan; 1. Tuntutan dari siapa pun ketika mendengar ada sebuah proyek adalah untung dan rugi, sampai saat ini, belum ada satu kebijakan pun dari PNPM -MP untuk memberi keleluasaan kepada BKM atau UPK untuk berwira usaha, karena pada tataran akar rumput BKM dan UPK ini rata-rata didominasi oleh mereka yang belum memiliki pekerjaan secara mapan, maka perlu ada solusi dari PNPM-MP, untuk memberdayakan mereka dari segi finasial. Dengan bahasa sederhana, PNPM harus menjembatani BKM dan UP-UP agar bisa mengelola keuangan dan mengambil pendapatan lain dari pengelolaan keuangan tersebut. 2. Di wilayah kami, Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros, pinjaman menggunakan jasa menurun, maka, pendapatan pun kecil dengan alasan, pemberdayaan bukan semata-mata memberikan pinjaman lantas dengan semena-mena kita menentukan jasa kepada masyarakat. Artinya, ketika pendapatan dari jasa ini mengecil, maka UPK harus diberi kesempatan oleh PNPM untuk mencari pendapatan-pendapatan lain , misal; dengan cara mengelola keuangan tersebut bukan hanya untuk pinjaman kecuali untuk biasa produksi atau pemasaran. Kreatifitas UPK sebagai masyarakat pun harus dijadikan landasan berpijak, bahwa ke depannya UPK harus benar-benar menjadi centra keuangan juga centra pemasaran dan produksi sebuah barang. 3. PNPM semestinya memberi ruang dan celah kepada pemikiran-pemikiran kreatif dari masyarakat, bahkan pada saatnya ketika pemikiran cerdas muncul maka gugur standar-standar keharusan dan aturan main dari PNPM kecuali,mungkin pembuatan data-data. Disini perlu, adanya penilaian lebih, bukan semata masyarakat didorong untuk mengisi proposal saja, juga untuk menelurkan ide-ide cerdas, harus dibagaimanakan program ini ke depannya? Maka, forum-forum diskusi dan kelompok belajar kelurahan harus menjadi pilot project PNPM. 4. Bagi saya pribadi, ketika pembuatan gang , jalan umum, atau MCK dijadikan satu alasan pemberlajaran dalam memanusiakan manusia, sama sekali tidak bisa diterima kebenarannya. Artinya, memang, masyarkat harus menjadi manusia melalui kegiatan-kegiatan fisik, artinya disana harus melahirkan kembali nilai-nilai luhur. Namun, penting diingat, bahwa dalam iklim pragmnatis seperti ini, pembangunan yang dititik beratkan pada kegiatan fisik kurang menyentuh sendi-sendi kemanusiaan, jika kita berbicara pemberdayaan masyarkat, kenapa harus dengan kegiatan fisik ansich, maksud saya lebih kentara kegiatan fisiknya, sementara ekonomi dan sosial begitu kurang? Pemberdayaan masyarkat secara kasat mata saja adalah bersifat supranatural artinya, aspek-aspek ruh-lah yang harus disentuh. Yth, KMP.. di zaman pragmatis seperti ini, ketika sebuah lembaga memberikan bantuan kepada masyarakat untuk kegiatan fisik akan lebih diterjemahkan bahwa itu adalah proyek. Demikian pengaduan ini disampaiklan, mudah-mudahan ini menjadi renungan bagi kita. Dan sekali lagi, bagi kami para pekerja sosial di akar rumput, pemberdayaan adalah hal mutlak. Oke, Salam Pemberdayaan Warsa Suwarsa

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.