Pengaduan On-Line

Dalang Rusuh OC1 Sumut

Triisatria Jun 5,2010
Sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, sepandai pandai agen CIA atau MOSSAD Yahudi melakukan aksi penyamaran akhirnya terbongkar juga. Sepandai pandai gayus Tambunan jadi Markus pajak akhirnya terbongkar juga. Predikat inilah yang sesuai melekat kepada Collin Damanik sub proff financial oc 1 Sumut yang selama ini menjadi dalang penulis beberapa pengaduan yang berisi fitnah untuk menyudutkan oc 1 Sumut dan Satker Propinsi serta PPK PNPM P2KP Bapak Candra. Juga termasuk beberapa TA yang menjadi korban fitnahan Collin seperti Bapak Samuel TA MK, Bapak Ikhwan kalimasada TA Monev, Bapak Salahuddin TA CB, Bapak Rahmat TA Monev. Collin inilah penulis pengaduan fitnah yang kadang memakai inisial pandir ripandai atau ronal dabutar dan entah beberapa nama lain lagi yang dipakai. Siapakah collin damanik ? Collin adalah eks sub prof financial kmw 5 sumut, saat ini menjadi sub prof financial oc 1 sumut dengan gaji termahal 4,5 juta per bulan, bandingkan dengan sub prof oc1 sumut yang lain yang hanya bergaji 2,5 juta, mungkin dialah sub prof termahal di Indonesia dilingkup program PNPM P2KP. Kenapa bisa demikian, karena collin telah menggunakan jasa satker propinsi untuk menekan manajemen oc1 agar menerima collin dengan bayaran semahal itu. pria ini bertampan kalem, sabar, tidak banyak bicara tetapi ahli di dalam melakukan hasutan dan fitnah untuk mengadu domba. Hobbinya pria yang berusia 36 tahun ini masih betah melajang adalah menonton film porno alias triple x. Apa motivasi collin melakukan pengaduan fitnah itu ? 1. Collin ingin membangun kedekatan kepada satker propinsi, hasilnya jasa collin telah dilibatkan untuk mengurus beberapa proyek yang ditangani satker PBL SUMUT sejak tahun 2008. 2. Collin memiliki obsesi yang belum tercapai, ingin menjadi TA, minimal TA MK sesuai bidangnya, sehingga Collin menulis pengaduan fitnah dengan inisial pandir ripandai menyudutkan Bapak Armin Lubis eks TA MK yang kini turun pangkat menjadi sub prof financial. Termasuk menyudutkan Bapak Samuel TA MK bahwa dia menjadi TA MK karena jasa bapak Candra yang telah disogoknya 50 juta. Pada kesempatan lain dengan nama inisial yang sama kembali menyudutkan manajemen PT Surya Abadi telah melakukan korupsi di Sumut karena keinginan collin tidak terpenuhi yang sebelumnya meminta gaji 7 juta sebelum bergabung. Semua fitnah ini terbukti bohong alias ecek ecek saja. Dan atas tekanan satker propinsi Collin diusulkan untuk mengikuti TOT calon pemandu nasional, padahal masih ada Korkot dan Askot CD Mandiri yang belum ikut TOT dan harus tersingkirkan untuk memuluskan niat collin. 3. Modus aksi collin dilakukan dengan memanfaatkan konflik kecil yang terjadi antara Satker dengan KMW, padahal konflik ini biasa saja karena adanya tarik ulur kepentingan yang terjadi di dalam proses pengambilan kebijakan. Konflik ini dijadikan bahan bagi collin untuk menebar fitnah di website p2kp, dia menyerang satker propinsi tetapi kemudian dia datang ke satker bercerita bahwa yang menulis adalah TA ini atau TA itu. Anehnya satker pun percaya bulat bulat. Sehingga yang terjadi Satker lebih percaya mulut Collin daripada mulut TL bahkan mulut PD sekalipun. baru baru ini collin menulis pengaduan menyerang satker, lalu bercerita ke satker bahwa bapak Rahmatlah penulisnya karena sebelumnya telah terjadi konflik antara satker dengan Rahmat TA Monev. Lalu menyerang PPK Bapak candra karena sahabatnya Roby Batubara Korkot Siantar yang diusulkan satker untuk menjadi TA Monev di tolak oleh Bapak Candra karena tidak memenuhi kriteria persyaratan. kembali dia berbisik ke satker bahwa Rahmatlah pelakunya. Sehingga sampai saat ini antara TA Monev Rahmat dengan satker masih ada ketegangan seperti bermusuhan, walaupun Rahmat sudah meminta maaf atas kehilafannya di rumah satker. beberapa orang yang jadi faskel atas jasa collin mengalami pemecatan karena mereka lolos jadi PNS, kondisi ini dimanfaatkan collin untuk menyerang salahuddin TA CB yang kebetulan merangkap jadi Dosen IAIN, padahal di kmw lain di pulau jawa hal ini juga banyak terjadi TA merangkap Dosen, hasilnya Salahuddin dipaksa mundur. Pada awal tahun 2009 terjadi konflik antara TL KMW 5 Bapak Endang dengan Satker Propinsi, lalu merebak tulisan di web menyerang satker dan collin bercerita bahwa Bapak Ikhwan kalimasada pelakunya. padahal dibalik itu collin pelakunya. Hasilnya Bapak Ikhwan yang sesuai kontrak oc1 sumut menjadi TA Monev oc1 sumut atas tekanan satker propinsi karena bisikan collin, Bapak Ikhwan harus di depak keluar Sumut. Sungguh disayangkan atas kejadian ini, karena jika keberhasilan PNPM diukur dari keberhasilan kab/kota meraih Program PAKET dan ND, maka jasa Bapak Ikhwan sebagai TA Monev dan Bapak Endang sebagai TL tidak bisa dilupakan atas keberhasilan itu, karena ditangan kepemimpinan merekalah lokasi KMW 5 mendapat jatah Program PAKET di 4 Kab/Kota dan 2 lokasi kelurahan mendapat Program ND. Kesimpulannya Kedekatan Collin sebagai sub prof dengan satker propinsi, seharusnya memainkan peran untuk meredam, minimal tidak memperparah konflik2 yang terjadi dengan pola komunikasi yang baik, tetapi yang terjadi malah sebaliknya karena collin mencari muka kepada satker propinsi untuk tujuan2 pribadi sehingga semakin menyulut dan memperbesar persoalan dengan mengadu domba dengan memanas manasi satker dengan informasi yang hanya berdasarkan sangkaan dan fitnah belaka. Sehingga sampai saat ini ketegangan antara Satker propinsi sumut dengan oc1 belum mereda malahan menjadi konflik latent yang sewaktu waktu bisa merebak kembali. Atas kondisi ini kami mengusulkan kepada yang berwenang untuk itu agar segera memecat dan memberhentikan Collin Damanik sebagai sub prof financial oc1 sumut karena telah menjadi dalang atas segala rusuh dan fitnah yang selalu disebarkannya melalui bisikan ke satker provinsi dan melalui penyebaran di website seperti yang selama ini terjadi. Pengaduan ini adalah hasil rekontruksi pengumpulan fakta yang diolah dari berbagai sumber yang layak dipercaya. Believe Or Not ? Anda percaya atau tidak, bagi kami egepe ajalah, kami hanya bertugas untuk menyampaikan saja, bapak2 yang berwenanglah bertugas untuk membuktikannya, kami sekedar membantu saja. Believe or not ? toh anda2 juga yang merugi dan merasakannya jika tidak melakukan tindakan nyata atas kejahatan Collin Damanik. Terima kasih Dari Anda Kita Peduli Kita Bisa Atasi. :)

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.