Pengaduan On-Line

perlu dikoreksi programnya

hadi waudan Jul 16,2010
Kepada Yth. Pejabat2 PNPM Setelah saya dalami program PNPM selama lebih dari 3 tahun, saya dapat menyimpulkan bahwa program ini seharusnya dibenahi agar lebih real bisa diterapkan dengan baik di masyarakat. Programnya bagus, terus terang saya sangaat cocok dengan program seperti ini. Tapi program ini tidak akan berjalan dengan baik apalagi realistis jika antara kesiapan desa/BKM dengan pencairan BLM tidak sinkron Desa yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan BLM seharusnya tidak boleh mencairkan dulu sampai memenuhi syarat ( berarti juga sudah betul2 siap ). Tapi apa nyatanya ... mau siap apa tidak tetap cair dana BLMnya Apa yang terjadi ? Saya tidak tahu apakah para pejabat PNPM tutup mata seolah2 tidak tahu atau bagaimana, yang jelas dari kondisi itu mengakibatkan banyak sekali terjadi kolusi data dan tingkat kwalitas kegiatan yang tidak baik. Jangan salahkan masyarakat atau pendamping di tingkat bawah, karena mereka sudah benar2 berusaha keras. Kolusi data atau data tidak real sebenarnya justru terjadi karena adanya pemaksaan pencairan yang biasanya jadwalnya tidak realistis, Mohon maaf secara tidak langsung program ini memaksa orang di bawah untuk melakukan itu. Dan jangan sekali kali bilang kalau pendampingannya yang salah,karena itu hanya alasan orang kuat untuk menekan orang bawah KOREKSI PROGRAMNYA, BUAT YANG REALISTIS atau LAPORAN TIDAK REALISTIS AKAN TERJADI TERUS MENERUS :mad

Tanggapan 1

Posted by |Aug 2, 2010|
  1. Kepada Yth, Bocah Mumet Di tempat Terima kasih telah menggunakan pengaduan on-line. Program PNPM Mandiri Perkotaan sampai saat ini merupakan program pemberdayaan yang bagus (seperti yang anda sampaikan) dan juga didukung oleh konsultan pendamping yang baik pula. Kemudian timbul pertanyaan kenapa program yang bagus dengan konsultan pendamping yang baik ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan, apa yang salah? Diagnosa sementara bahwa Desa/Kelurahan/LKM/BKM belum siap, sedangkan waktu pencairan BLM telah tiba. Asumsinya, bahwa waktu pencairan BLM tiba tetapi persyaratan pencairan tidak terpenuh. Ada pemaksaan pencairan karena jadwal yang tidak realistis. Berakibat pada: 1. Desa/LKM/BKM yang belum memenuhi syarat pencairan BLM seharusnya tidak boleh mencairkan dulu sampai memenuhi syarat ternyata tetap cair/mendapatkan dana BLM. Dampak yang ditimbulkan adalah; Data yang dihasilkan tidak benar dan tingkat kualitas kegiatan buruk. Dan hal ini pada saat dilaporkan ke Pusat (KMP PNPM MP) menjadi baik (ada rekayasa data pada SIM). Kesimpulan sementara: seolah-olah secara tidak langsung program ini (PNPM Mandiri Perkotaan) memaksa orang di bawah (masyarakat/tenaga pendamping/lainnya) melakukan itu (rekayasa data). Dan ini bukan disebabkan oleh pendampingan yang salah. Bila kita telaah lebih dalam, apakah benar Desa/Kelurahan/LKM/BKM tidak disiapkan jauh-jauh hari. Bukankah sudah ada sosialisasi awal pada saat program ini dimulai (sosialisasi tingkat Provinsi, Kabupaten, Kecamatan/Kelurahan). Bukankan siklus PNPM MP sudah mulai diperkenalkan dan berjalan. Bukankah kegiatan pelatihan & coaching untuk pelaku sudah dipersiapkan (atau kegiatan pelatiahan dilakukan secara paralel). Apakah masyarakat dan tenaga pendamping (faskel) tidak mengetahui persyaratan pencairan BLM. Apakah tidak ada inovasi mensiasati kondisi lapangan yang ternyata perlu melakukan kegiatan paralel (tentu sepengetahuan KMW). Apakah memang kegiatan pendampingan yang telah dilakukan dari awal harus sia-sia, seolah olah tidak ada artinya pada saat waktu pencairan BLM telah tiba. Apakah harus melakukan rekayasa data (padahal tidak sesuai dengan kondisi lapangan). Apakah memang benar program ini memaksa orang di bawah melakukan itu. Atau apakah memang telah benar pendampingan yang dilakukan. Program ini adalah untuk orang miskin, dari usulan, direncanakan, dilaksanakan, dimanfaatkan dan dikontrol oleh dan untuk masyarakat. Diharapkan berjalan lebih baik. Wassalam PPM PNPM Mandiri Perkotaan.

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.