Pengaduan On-Line

SATKER SUMUT DIHUJAT

agoez Aug 13,2010
Salam PNPM! Hampir setiap hari ruang pengaduan online ini dijejali hujatan terhatap keberadaan Nazaruddin Harahap sebagai Satker Provinsi Sumut. Isi hujatan bermacam-macam yang berasal dari berbagai pihak. Intinya, mereka sangat kecewa atas sepak terjang pria yang sering disapa Pak Nazar itu dalam dunia PNPM. Hingga saat ini Pak Nazar tetap eksis. Ia tak tergoyahkan bak penguasa di era "Orde Baru". Kekuasaannya dalam PNPM wajar saja membuat iri banyak orang terutama bagi mereka yang merasa pernah "terzolimi" oleh kebijakannya, seperti, faskel atau askot. Di lingkungan PNPM Sumut, Pak Nazar memang dikenal sebagai figur penentu dalam penerimaan, penempatan hingga pemecatan seorang faskel, senior fasilitator, asisten koordinator kota dan bahkan koordinator kota. Ia juga disebut-sebut bisa "menyusupkan" orang menjadi TA (tenaga ahili) di tingkatan manajemen konsultan. Wajar saja jika kiprahnya itu kemudian membuat sebagian orang "jijik" padanya. Jika dihitung sejak kehadiran PNPM di Sumut yang awalnya dimulai dengan nama P2KP yakni pada tahun 2006, maka hingga saat ini Pak Nazar sudah lima tahun menjabat sebagai Satker PBL. Bagi Nazar, jabatan itu boleh saja dianggap sebagai sebuah amanah. Namun, dalam sistem manajemen modern, seseorang yang menduduki masa jabatan selama itu sangat diragukan produktivitasnya. Apalagi,selama lima tahun ini indikaktor tingkat pencapaian PNPM di Sumut khususnya di Kota Medan faktanya sangat jauh dari harapan, kalau tak enak disebut gagal total. Sebagai pemerhati jalannya PNPM di Medan, saya sendiri sudah terlalu bosan mendengar keberadaan Pak Nazar kurang disukai di kalangan faskel hingga koorkot. Sudah menjadi rahasia umum di kalangan faskel hingga koorkot, kalau Pak Nazar bertelinga tipis, suka mendengar bisikan-bisikan yang ditiupkan oleh faskel, senior fasilitator ataupun asisten koorkot "penjilat" yang ingin "merampas" jabatan teamannya. Pak Nazar boleh saja mengatakan jika semua hujatan yang dialamatkan pada dirinya hanyalah fitnah belaka. Namun Pak Nazar harap tahu juga, bahwa dalam teori komunikasi sebuah ketidakbenaran jika terus menerus dihembuskan bisa menjadi kebenaran. Dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan agar Pak Nazar segera mengubah sikap dan paradigma dalam menghadapi semua aspek kegiatan PNPM. Kalau hal ini tak dilakukan sebaiknya Pak Nazar mundur saja. Karena jika Pak Nazar tetap bertahan sebagai Satker meski dihujat terus menerus, maka logika orang akan mengatakan kalau jabatan Satker adalah jabatan empuk yang mendatangkan uang segudang.- Jonathan Medan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.