Pengaduan On-Line

Tanggap Darurat

etirohaeti Sep 28,2010
Yth pengelola PPM.. Kami tf Sorong mempertanyakan mengenai ketegasan TL Papua Barat, dalam menangani kasus permintaan tf Sorong untuk mengganti Korkot Sorong. (kronologis, dapat dibaca dalam mimbar bebas dng judul, Besar KO, Kecil menang) Sejauh ini, kami belum menerima keputusan dari TL dan belum merasa mengajukan surat pengunduran diri kepada program.. Dan yg sangat menyakitkan, belum ada keputusan, surat pengunduran diri. Sudah dilakukan perekrutan dan peldas faskel baru d manokwari.. (tumben peldas dilakukan d luar daerah, padahal biasanya manajemen sangat irit dalam hal ini) Selain itu, kami mempertanyakan mengenai Gaji kami bulan Agustus yg tidak kami terima dan 2 teman kami yg kembali kpd kepemimpinan Kokot pada akhir bulan Agustus, menerima gaji full. Dimanakah Keadilan?? Kami harap segera mungkin ada tanggapan yg positif atas pengaduan kami. Dan diusut mengenai dana pelaksanaan pelatihan dasar faskel di Manokwari. Terima kasih.

Tanggapan 1

Posted by |Oct 4, 2010|
  1. Kepada Yth, Rekan Tf Sorong di Tempat Terimakasih telah menggunakan media pengaduan online. Bersama ini kami salinkan surat Penjelasan mengenai kronologis masalah di Sorong dari TL Prov. Papua Barat: No : 0107/KMW/PB/IX/2010 Perihal : Penjelasan mengenai Kronologis Masalah di Sorong Lampiran : 1 folder via email Kepada PPM PNPM Perkotaan di Tempat Dengan hormat, Dalam kesempatan ini, perkenankanlah kami menyampaikan laporan tentang kronologis masalah tersebut secara singkat. Permasalahan di kota Sorong terjadi sejak tanggal 24 Juli 2010 dan secara resmi pada tanggal 5 Agustus 2010 beberapa personil fasilitator dan Askot (selanjutnya disebut Pelaku aksi) menyampaikan surat tuntutan agar Korkot Sorong diberhentikan/diganti dan menyatakan sikap siap mengundurkan diri jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi (terlampir) Tuntutan itu disampaikan di Kantor Korkot & diterima oleh Pak Hadi (TA Infra). Surat tuntuntutan juga mereka kirim ke PPM, beberapa TA di KMP yang pernah berkunjung ke Sorong dan alamat emailnya diketahui. Dalam upaya memaksakan agar tuntutan dipenuhi dan membangun opini yang negatif, pihak pelaku aksi juga mengexpose masalah ini ke salah satu media surat kabar dan menginformasikan kepada beberapa kelurahan dan BKM bahwa program PNPM MP dihentikan. Upaya penanganan & mediasi yang dilakukan sejakaksi terjadi oleh TL dan PD terbentur pada sikap pelaku aksi yang nampaknya tidak bersedia untuk negoisasi dan tetap pada tuntutan pergantian Koorkot. Sampai dengan akhir mediasi, KMW membuat surat edaran (dilengkapi dengan ekspidisi surat) yang dibagikan kepada seluruh personil Koorkot untuk menghadiri rapat final penyelesaian masalah pada tanggal 27 Agustus 2010 (surat terlampir). Rapat hanya dihadiri oleh 6 orang personil yang bersedia untuk bergabung kembali dalam program, sedangkan lainnya tidak hadir dan tidak menunjukkan komitmen untuk bergabung kembali. Berikut ini kami petakan komposisi personil setelah tuntutan aksi tersebut : Personil yang tidak ikut dalam aksi : - F. Kalami (Askot MK) - Annimaya Hawar (Faskel Teknik) - Nicolas Karubaba (SF) - Ismael Jarfi (Faskel Sosial) - Brando Bless(Faskel MK) Personil yang melakukan aksi : - Olha I Maulinda (SF) - Parti Gani (Askot Infra) - Fakhrudin (Asmandat) - Sahrudin (Faskel Tehnik) - Jufri S (Faskel Tehnik) - Hame (Faskel Tehnik) - Fransiska (Faskel Teknik) - Handry (Faskel Teknik) - Sunarto (Faskel Ekonomi) Personil yang bersedia bergabung kembali : - Sience S (Faskel Sosial) - Yomima (Faskel Sosial) Adapun Elizabeth Bongi dan Angel P sudah mengundurkan diri sebelum tuntutan diajukan. Mengingat sejak tanggal 24 Juli 2010 sampai dengan akhir mediasi tanggal 27 Agustus 2010 pihak pelaku aksi sudah tidak lagi melakukan pendampingan di kelurahan ataupun menjalankan tugas-tugasnya di satu pihak dan tidak bersedia untuk melakukan negoisasi, maka diputuskan KMW tidak mencantumkan nama-nama mereka dalam daftar nominatif pengajuan gaji bln Agustus 2010 kepada Satker PBL Propinsi Papua Barat. Perlu diketahui bahwa kegiatan pendampingan masih tetap berjalan dan dilakukan oleh Koorkot 4 orang personil yang tidak ikut dalam aksi dan ditambah 2 orang Fasilitator (ikut menandatangani surat tuntutan) yang menyatakan siap melanjutkan program. Pada awal September, KMW melaksanakan rekrutmen dan seleksi Fasilitator pengganti berdasarkan surat lamaran yang sudah pernah masuk ke Kantor Koorkot. Pada bulan ini jumlah personil Fasilitator sudah sesuai dengan kebutuhan dan posisi yang belum terisi adalah askoorkot Infrastruktur dan Asmandat Koorkot. Demikian penjelasan singkat kami, adapun rincian yang lebih lengkap kami lampirkan dalam email ini. Atas diterimanya penjelasan ini kami menyampaikan terima kasih. Manokwari, 17 September 2010 Hormat kami, Sihabudin. SH Team Leader Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat Salam, PPM-PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.