Pengaduan On-Line

Beternak Sapi

lilik laila May 28,2008
Di desa Bapak saya ada bantuan dari PNPM BKM, aku belum begitu jelas bagaimana bantuan ini, yang jelas memang melibatkan masyarakat desa sekitar. Program yang dijalankan adalah menggulirkan sapi kepada masyarakat dengan sistem yang menurut saya perlu dipertanyakan. Setiap warga desa yang menerima bantuan sapi tersebut wajib memebesarkan sapi tersebut sampai hamil lalu melahirkan anak baru, kemudian anak sapi tersebut dibesarkan sampai besar, setelah besar anak sapi tersebut diberikan kepada warga lain. Kemudian induk sapi tersebut boleh dibesarkan sendiri dengan ketentuan anak sapi yang kedua kalau sudah besar keuntungan dibagi dua. Jadi anak pertama dibesarkan lalu digulirkan, kemudian anak kedua dibesarkan lalu dijual dan keuntungan dibagi dua, sapi induknya adalah milik warga penggaduh jadi anak ketiga dan seterusnya adalah hak penggaduh. Apakah betul program berjalan demikian, karena setahuku dulu juga ada bantuan semacam ini tapi anak kedua sudah menjadi hak penggaduh tanpa harus diberikan kepada pihak PNPM separuhnya? Mohon kejelasannya karena hal ini menjadi ganjalan di hati saya, kenapa bantuannya sekarang begini jangan-jangan ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan padahal sebenarnya program ini tidak begitu misalnya. Kemudian program ini juga mengharuskan penggaduh harus membayar kepada pihak PNPM sebanyak Rp 200.000 (dua ratus ribu rupaiah). Pungutan ini juga menjadi tambahan ganjalan di hati nuraniku. Kemudian yang semakin parah lagi ternyata sapi yang digaduh bapak saya masih terbilang cukup kecil belum cukup umur (masih pedet-bahasa jawa). Sehingga kalau dihitung-hitung bapak saya baru akan mendapat manfaat dari sapi tersebut selama kurang lebih 4 sampai 5 tahun lagi. Jadi selama itu bapak saya seperti bekerja tanpa upah!!! N. Sapto Hargiyanto anak dari penggaduh: Bapak Gino Wiro Diyono Pulorejo RT 05/VII Nambangan Kec. Selogiri Kab. Wonogiri Jawa Tengah.

Tanggapan 1

Posted by lilik laila |Jun 3, 2008|
  1. Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas respon cepat PNPM P2KP BKM. Saya memberikan apresiasi dan applause tinggi atas feedback dari PNPM. Semua ini saya lakukan sebagai wujud kepedulian saya terhadap program pemerintah lewat Menkokesra ini. Saya adalah lulusan STAN yang sekarang bekerja sebagai PNS di Departemen Keuangan. Perlu kami informasikan fakta yang saya temui di lapangan adalah sebagai berikut: 1. Pungutan sebesar Rp 200.000 (dua ratus ribu ruiah) kepada penggaduh; 2. Anak sapi kedua dari sapi gaduh dibagi dua untuk BKM 1/2 dan 1/2 -nya lagi buat penggaduh; 3. Sapi gaduh masih kecil (pedet-bahasa jawa). Apa yang saya tuliskan ini tidak lain adalah demi mewujudkan kesamaan persepsi antara saya yang masih awam dan keterbatasan informasi yang saya peroleh. Sambutan yang gamblang dan jelas atas program ini tentu sangat menggembirakan kami. Apabila ketentuan yang tertulis memang seperti itu, dan ada dasar hukumnya misalnya Perda, maka saya mengucapkan terima kasih. Tetapi apabila tidak demikian maka mohon ditegakkan supremasi hukum. Terima kasih. Untuk menambah infomasi tambahan berikut ini adalah link kegiatan PNPM di daerah lain. http://www.p2kp.org/bestpracticedetil.asp?mid=63&catid=3& Salam, N. Sapto Hargiyanto PNS Departemen Keuangan RI di Jakarta

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.