Pengaduan On-Line

PROYEK PNPM MAKAN KORBAN

agoez Aug 4,2011
Proyek PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) di Lingkungan I dan II Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, memakan korban. Khairul Amri (35), Sekertaris PNMP di kelurahan itu terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Dr Joelham Binjai dengan kepala bercucuran darah akibat dilempar batu oleh Benar Torong, Selasa (2/8) sekitar jam 16.00 wib. Pelaku yang masih bertetangga dengan korban akhirnya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Sementara teman pelaku, yakni Angga Syahputra, juga ikut dicari polisi karena diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut. Istri korban, Yusri Endang Pratiwi, mengatakan, kejadian itu bermula ketika suaminya Khairul Amri sedang mengerjakan proyek PNPM, yakni pembangunan jalan di lingkungan I dan II. Entah mengapa, pelaku mendatangi korban dan kemudian di antara keduanya terlibat pertengkaran mulut. Benar Torong keberatan proyek itu dikerjakan karena tanahnya terkena proyek jalan yang tengah dikerjakan. “Aku gak tahu persis kenapa kepala suamiku bocor, sebab saat itu aku sedang masak. Tiba-tiba suamiku sudah bersimbah darah. Aku langsung melarikanya ke rumah sakit,” kata Yusri Endang Pratiwi dengan mata berkaca-kaca. Dijelaskannya, konflik yang terjadi antara suaminya dan Benar Torong sudah lama terjadi. Namun puncak dari semua itu terjadi ketika proyek PNPM di lingkunganya akan dikerjakan. "Setahu saya, dia (Benar Torong) merasa tanahnya diambil untuk pelebaran jalan sehingga selalu menolak proyek itu dikerjakan," ujar Endang. Endang menambahkan, "Sebenarnya tanah dia tidak terkena proyek itu, tanah yang terkena adalah tanah mamakku yang ada di bantaran sungai, tapi dia merasa tanah itu miliknya." "Gara-gara proyek ini kepala suamiku bocor, kami sudah melaporkan kejadian ini ke kantor polisi, mudah-mudahan kasus ini tidak didiamkan polisi," tuturnya.- Proyek PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) di Lingkungan I dan II Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, memakan korban. Khairul Amri (35), Sekertaris PNMP di kelurahan itu terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Dr Joelham Binjai dengan kepala bercucuran darah akibat dilempar batu oleh Benar Torong, Selasa (2/8) sekitar jam 16.00 wib. Pelaku yang masih bertetangga dengan korban akhirnya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Sementara teman pelaku, yakni Angga Syahputra, juga ikut dicari polisi karena diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut. Istri korban, Yusri Endang Pratiwi, mengatakan, kejadian itu bermula ketika suaminya Khairul Amri sedang mengerjakan proyek PNPM, yakni pembangunan jalan di lingkungan I dan II. Entah mengapa, pelaku mendatangi korban dan kemudian di antara keduanya terlibat pertengkaran mulut. Benar Torong keberatan proyek itu dikerjakan karena tanahnya terkena proyek jalan yang tengah dikerjakan. “Aku gak tahu persis kenapa kepala suamiku bocor, sebab saat itu aku sedang masak. Tiba-tiba suamiku sudah bersimbah darah. Aku langsung melarikanya ke rumah sakit,” kata Yusri Endang Pratiwi dengan mata berkaca-kaca. Dijelaskannya, konflik yang terjadi antara suaminya dan Benar Torong sudah lama terjadi. Namun puncak dari semua itu terjadi ketika proyek PNPM di lingkunganya akan dikerjakan. "Setahu saya, dia (Benar Torong) merasa tanahnya diambil untuk pelebaran jalan sehingga selalu menolak proyek itu dikerjakan," ujar Endang. Endang menambahkan, "Sebenarnya tanah dia tidak terkena proyek itu, tanah yang terkena adalah tanah mamakku yang ada di bantaran sungai, tapi dia merasa tanah itu miliknya." "Gara-gara proyek ini kepala suamiku bocor, kami sudah melaporkan kejadian ini ke kantor polisi, mudah-mudahan kasus ini tidak didiamkan polisi," tuturnya.-

Tanggapan 1

Posted by |Aug 4, 2011|
  1. Yth. Rekan Jonathan Mohon maaf kepada rekan Jonathan untuk informasi yang disampaikan tersebut di atas masuk ke rubrik Warta. Tidak melalui rubrik pengaduan ini sehingga akan kami pindahkan ke rubrik warta. Terima kasih. PPM-PNPM Perkotaan.

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.