Klarifikasi"KKN ala Monev"

liana zahirah Sep 8,2011
sebelumnya kami ucapkan Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, Menindak lanjuti Pengaduan KKN "ala TA Monev " yang disampaikan oleh Jingga Kelana tentang indikasi bahwa TA Monev ( Abduss salam ) telah melakukan KKN dalam hal rekruitment fasisiltator,dan menambahkan penjelasan Sdr.Nurul ( Korkot Sidoarjo )kami menyatakan bahwa hal itu tidak berdasar karena berdasarkan TOR rekruitmen fasilitator,sf,askot dan korkot baik advance dan reguler berdasarkan pada peniliaian kinerja selama 3 bln terakhir(januari,februari,maret 2011 ) dan memang kuota kebutuhan fasilitator sosial menjadi berkurang karena ada perampingan Tim fasilitator dan penambahan jumlah fasilitator teknik dan naiknya kualifikasi fasilitator terutama terkait pendidikan Harus S1 yang sebelumnya D3 .Hanya karena kuota sajalah dan penilaian kinerja yang mengakibatkan banyak saudara kita yang tidak bisa bergabung dalam Biduk PNPM ini sehingga masuk dalam "cadangan ". Terkait saudara siti hanifah adalah fasilitator sosial yang masuk kategori "Standar " tetapi karena masalah kuaota sajalah saudara siti hanifah tidak bisa bergabung dalam PNPM di madura. dari hasil diatas Madura raya dengan 35 personilSF dan faskel hanya tiga yang belum tercapai kinerjanya,tetapi kuota di madura butuh 29 org . dengan rincian sbb: sebelum april Posisi pasca maret 8 SF 5 15 F.Sos 8 8 F.Ek 5 8 F.Tek 10 0 F.UP 1 hal ini bisa diklarifikasi dengan korkot bahwa saudara siti berkinerja baik masuk dalam cadangan,pada medio april korkot sidoarjo dan kota lainnya kekurangan fasilitator sedangkan resource di sidoarjo (cadangan ) sudah ter monbilisasi semua (kinerja baik ),dan tetap mempertimbangkan profesionalisme KMW jatim memanggil beberapa kandidat fasilitator dari cadangan .serangkaian tes fgd dan tulis dilakukan dan penentuan lokasi tugas hampir tidak ada yang di lokasi tempat tinggal dan perlu digaris bawahi bahwa petapan personil Fasilitator Murni merupakan ketetapan dari TIM KMW 6 Jatim ( TL dan TA2 ) dan waktu itu TA. Monev masih di jabat oleh Bpk .Heru Harsono bukan Sdr. Abdussalam. Demikian Klarifikasi ini, kami harapkan bisa menjelaskan permasalahan yang ada, salam semongko

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.