Kapan gaji naik

Sep 15,2011
Yang saya hormati, Pimpinan proyek P2KP Dirjen Cipta Karya di Tempat Bersama ini saya sampaikan keluhan saya mengenai gaji Faskel di Program PNPM M P2KP melalui Cerpen yang sengaja saya buat untuk para pimpinan P2KP. : LAMUNANKU Petang itu terasa berat bagiku meskipun suasana sore itu sangat ramai banyak anak – anak kecil bermain di halaman depan rumah tempat aku istri dan anak – anaku tinggal. Berat , beban hidup ini semakin berat menekan pada ubun – ubunku setelah tadi pagi Ambu ( biasanya aku memanggil istriku) mengeluh soal harga – harga kebutuhan pokok yang semakin melambung tinggi dan kondisi keuangan keluarga yang semakin menipis, padahal kalau melihat penanggalan kalender sudah menunjukan tanggal muda, itu artinya sudah waktunya aku menerima upah bulan sebelumnya sehingga keuangan keluarga secara otomatis bertambah. Begitulah aku, aku seorang tenaga fasilitator kelurahan yang gajinya kadang – kadang tak cukup untuk menghidupi keluarga karena melambungnya harga – harga kebutuhan pokok yang tidak diimbangi dengan naiknya gaji seorang fasilitator. Bukanya gaji fasilitator yang dinaikkan oleh pihak instansi terkait akan tetapi gaji yang sudah menjadi hak para fasilitator termasuk aku, malah tertunda atau diundurkan pembayaranya. Sore itu aku hanya bisa termenung di tengah – tengah keramaian hilir mudiknya anak – anak kecil berlarian sambil berteriak riang, aku hanya di temani dua buah beban yang menghimpitku, yakni pekerjaan – pekerjaan yang belum terselesaikan dan terlaporkan kepada pihak pengelola program serta keluhan – keluhan istriku yang merasa kehabisan amunisi (keuangan berkurang) untuk bertahan hidup. Muram, kusam, wajahku terlihat seperti itu. Terkadang aku kerutkan dahi, menandakan aku sedang memutar otak untuk menyelesaikan pekerjaanku bahkan berpikir kosong (melamun) bagaimana memenuhi keluhan –keluhan istriku. Sepertinya pihak manapun yang terkait pada PNPM – MP ini tak mau peduli dan tak memperhatikan nasib para tenaga fasilitator. Lamunanku semakin jauh menerawang ke alam bawah sadarku sehingga muncul lamunan: seandainya gaji tenaga fasilitator dinaikan mungkin istriku tak akan pernah mengeluh soal kekurangan uang untuk biaya hidup. Tapi lamunan tentang gaji ini sepertinya tak akan bisa mewujud jadi nyata sebab ada gossip dari teman sesama fasilitator, bahwa kenaikan gaji hanya bisa dapat apabila posisi dan jabatanku naik menjadi lebih tinggi dari sekarang, yakni naik jadi Senior Fasilitator (SF) atau Asisten Koordinator kota (ASKOT). Andai aku Senior Fasilitator Akhirnya lamunanku bergerser kepada, seandainya aku naik jabatan jadi Senior Fasilitator…. Maka pertama kali sekali aku akan melakukan konsolidasi tim yang saya pimpin dengan memotivasi dan memberikan ransangan – rangsangan agar para anggota tim mempunyai rasa saling percaya, saling terbuka, jujur dan bertanggung jawab pada komitmen kontrak kerja yang telah kita tanda tangani. Kedua aku akan bersikap se adil mungkin dalam mengahadapi masalah – masalah yang dihadapi oleh Fasilitator di lapangan. Ketiga aku akan terus memotivasi anggota tim agar mereka mempunyai komitmen dan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar masyarakat di desa/Kelurahan sebagai tugas atau misi mulia, yakni membantu mengangkat harkat martabat orang lain yang di timpa kesusahaan, mengkoordinasikan setiap capaian progres proses pembelajaran ke setiap Askot yang ada di Kabupaten Subang, melaporkan capaian proses belajar melalui PenanggungJawab Sistem Informasi manajemen (SIM) tingkat. Kabupaten yakni Asmandat. Terakhir aku akan menjaga agar motivasi teman – teman anggota tetap stabil dan tak mudah putus asa dan patang arang, dengan berusaha memperhatikan kesejahteraan anggota tim tiap bulannya agar senantiasa tercukupi kebutuhan pokoknya. Itu artinya aku akan senantiasa berusaha merekomendasikan kehadiran tim fasilitator dan lap bulanan tepat waktu, serta berusaha mengingatkan pihak manajemen agar tidak pernah mau menunda gaji fasiltator untuk dibayarkan, sehingga mereka anggota tim tetap semangat bekerja sesuai kontrak kerja. Andai aku KORKOT/ASKOT Tak cukup hanya dengan melamun menjadi SF, aku akhirnya kesampaian juga melamun, seandainya aku menjadi KORKOT/ASKOT. Selain berusaha semaksimal mungkin menuntaskan semua jenis – jenis pekerjaan yang tertera dalam ksepakatan kontrak kerja saya sebagai Korkot/Askot dengan pihak manajemen, akupun akan melakukan inovasi pendampingan yang inovatif dan menghasilkan produk pendampingan yang selaras dengan visi dan misi pemerintah kabupaten Subang sehingga dengan kehadiran PNPM MP di kabupaten Subang, pihak pemerintah Daerah akan merasa terbantu dan terangsang untuk melakukan proses penanggulangan kemiskinan di daerah dengan cara yang sama dengan Produk PNPM MP. Semua itu bisa terwujud kalau aku sebagai KORKOT/ASKOT mampu menjalankan pendampingan Siklus Kota sejalan dengan pendampingan Siklus di masyarakat yang dilakukan oleh tim Fasilitator. Semuanya perlu dukungan dari berbagai pihak terutama Tim Fasilitator yang menjadi ujung tombak Program Ini di masyarakat. Oleh karena itu aku sebagai Korkot/Askot harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan semua anggota tim Fasilitator (tidak terbatas Pada SF). Pendekatan yang harus dilakukan oleh aku ada dua , yakni pendekatan normatif, pendekatan yang menekankan pada tupoksi Fasilitator dan KORKOT/ASKOT artinya, aku sebagai ASKOT harus mampu mengkoordinasikan dan mengelola para Tim Fasilitator berdasarkan ketentuan kesepakatan kontrak kerja. Kedua pendekatan kemanusiaan, pendekatan yang menyentuh sisi kemanusian para tenaga fasilitator artinya, aku Sebagai ASKOT/KORKOT harus mampu mengkoordinasikan dan memotivasi para anggota tim Fasilitator dengan sentuhan rasa Persaudaraan, kerkeluargaan, dan dibarengi dengan kejujuran. Andai terjadi Perubahan Lamunan kosongku akhirnya berhenti ketika suara anak – anak yang sedang bermain tak terdengar lagi. Itu artinya, telah terjadi perubahan dilingkungan halaman depan rumahku. Depan rumahku yang tadinya riuh ramai oleh teriakan anak – anak kecil sekarang berubah menjadi sunyi senyap yang terdengar hanya suara – suara kepak – kepak sayap burung berterbangan. Akhirnya aku menyadari bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya pasti berubah, berubah dari ramai menjadi sepi, hujan menjadi reda, siang berganti malam, hidup menuju kematian. Ternyata yang abadi itu hanya perubahan itu sendiri, sudah siapkah aku menghadapi perubahan? Beban pekerjaan yang setumpuk, keluhan istri yang menuntut perubahan, itu semua adalah perubahan yang harus aku hadapi dan dijalani sambil aktif mengarahkan perubahan selanjutnya. Begitu pula dengan naik jabatan jadi SF dan naik lagi menjadi KORKOT/ASKOT itu semua dampak dari aku melakukan upaya perubahan untuk diri aku, Juga termasuk ketika aku harus menerima perubahan yang dilakukan oleh orang lain seperti, perubahan penempatan lokasi dampingan secara mendadak dan lain – lain itu semua harus diterima dan dijalani dengan lapang dada sambil aktif mengarahkan perubahan selajutnya. Dengan ditemani kumandang adzan Magrib yang keluar dari speaker mesjid aku melangkahkan kaki ke dalam rumah, setelah aku masuk kedalam rumah ku dengar suara rekaman Buya Hamka yang keluar dari suara winamp MP3 di komputerku : “Keruh, Tak Ada Keruh yang tak jernih”.javascript:SetEmoticon(':)') “ Kusut, Tak ada kusut yang tak terselesaikan”.

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.