Kami Sudah Sekarat

Oct 15,2011
InnalillahiWainnaillaihi Rojiun, saya kurang begitu yakin apakah para pemungku kebijakan ini sebangsa manusia atau bukan, betul betul nggak punya nurani... mudah-mudahan ente tidak kena azab ILLAHI.... paling seneng kayaknya melihat FASKEL ini menderita, hampir 3 bln tidak bergaji disangka kita ini makan bisa pake rumput kayaknya, boz motor saya udah di sita untuk operasiaonal kerja, saya udah mau di usir kontrakan, anak perlu susu, istri saya ngutang warung udah numpuk, masih kurang puas nyiksa kami... yang paling parah lagi OC 4 jawa barat, bikin kebijakan Mau nalangin gaji pake pihak ke 3 dengan bunga 1.5% per bulan lha.... ini Naudzubillahi Mindalik..saya udah utang rentenir bos sama pake bunga juga, jadi saya Ngutang ke jin buat nutipin utang ke genderowo, emangnya kita gaji pake usaha dapet untung, paling seneng kayaknya mangkas rizki orang, makan hak orang, ini ente punya tanggung jawab moral boz.. mana tanggung jawab ente... ini perkara gak sekali dua kali kejadian ini, mau sampe kapan kami kelaparan,

Tanggapan 1

Posted by |Oct 18, 2011|
  1. Yth. Rekan-rekan Pendamping sekalian Wilayah I Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Pengaduan rekan-rekan telah kami disampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang dalam hal ini Team Leader KMP ICDD Wilayah I dan PPK Wilayah I. Insya4jji, mereka telah berupaya seoptimal mungkin dengan merevisi DIPA dan keluarnya dokumen Loan Effektif dari IDB per tanggal 24 September 2011. Juga tentunya, akan direspon dan diupayakan hal-hal yang masih mengganjal dalam proses pencairan dana tersebut. Kami dari pihak KMP ICDD Wilayah I turut prihatin akan hal tersebut dan mohon maaf yang sebesar-besar bila upaya kami KMP dalam prosesnya begitu lama dan di luar kekuasaan kami. Secara resmi Surat respon tersebut, Insya4JJI akan disampaikan kepada masing-masing KMW Propinsi OC -1 sampai dengan OC-4. Terima kasih. Salam, PPM-PNPM Perkotaan

Tanggapan 2

Posted by |Oct 21, 2011|
  1. Petinggi PNPM Mandiri di Tempat Saya Masih kurang Puas dengan penjelasan ente dan kurang mengerti mekanisme pengajuan gaji FASKEL yang saya tahu dari DIPA (APBN): Keterlambatan Gaji seolah jadi "Budaya". Sejak Januari 2011 s.d sekarang, Gaji Kami nggak pernah "Beres" jangan sampai kami "buruk Sangka" kalo duit gaji di Depositokan per 3 bulan, dah berapa tuh bunganya.... Anda Orang Waras, Intelek, bermoral Punya Komitmen tinggi terhadap aturan (Kontrak Kerja), masih Ingatkah dengan pasal Pasal 3 Ayat (2) b. KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) SNVT PBL Provinsi JABAR akan membayarkan gaji kepada PIHAK KEDUA selambat-lambatnya pada setiap tanggal 15 bulan berikutnya dengan cara transfer dst...... UU N0. 13 th 2003 tentang ketenagakerjaan Pasal 95 ayat 2 "karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah/gaji dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah/gaji.. " (kami tidak pernah tuntut itu) tentunya ente juga beragama dan tahu Hadist Rosullulloh S.A.W "bayarlah upah pekerja-mu, sebelum keringat menetes ke tanah, jika tidak niscaya kamu telah mendzalimi" Apakah ente juga termasuk Golongan orang2 Dzalim, (itu kalo ente ngerasa manusia), TOLONG DI JAWAB : 1. KENAPA KEJADIAN INI BERULANG-ULANG?.. SEHARUSNYA HAL INI BISA DIANTISIPASI .... 2. JELASNYA KAPAN KAMI AKAN DIGAJI....

Tanggapan 3

Posted by |Oct 22, 2011|
  1. Serius dong kalau ngurus manajeman... kami bukan hewan... mau nunggu anak istri kami mati kelaparan...

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.