Remu Telat Jadi Kebiasaan

Oct 19,2011
Ass. Buat Para Pemegang kekuasaan dan Pelaku PNPM di INdonesia Khususnya Wilayah OC-4 Jawa BArat,,Saya Faskel Tasikmalaya..Memohon KEjelasan tentang penetapan Remunerasi,,Saya merasa heran dengan kebijakan OC-4 Jawa BArat dengan dalih membantu fasilitator dengan dibayarkannya dulu gaji sisa Agustus dan September melalui Pinjaman PT Hero Supermarket,tBK..YANG ANEHNYA jUSTRU DIBEBANI KEPADA PARA fASILITATOR BUNGA 1,5% DAN 1,5% LG BUAT PROVISI...JADI 3% TUCH Uang kita yang hilang..sudahlah lengkap penderitaan fasilitator,,sudah remu telat setengah2 eh MANAJEMEN seenaknya suruh minjem uang,,,bukannya manajemen aja yang pinjem lalu bayarkan kewajiban manjemen kepada para fasilitator,,,MANA TANGGUNG JAWAB mu Wahai Para Pemegang Kebijakan,,Sudahkah kalian fikirkan Nasib Anak dan istri Kami2 ini..Apakah KALIAN MEmikirkan Apa Hukumnya yang Selalu menunda2 Pembayaran kepada para PEKERJA. أَعْطُوا الأَجِيْرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering.”

Tanggapan 1

Posted by |Oct 20, 2011|
  1. Yth. Sdr.Iwan Budiman Waalaikum salam Wr.Wb. Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Pengaduan Sdr Iwan telah kami teruskan kepada pihak KMW Propinsi OC-4 Jawa Barat. Mohon maaf sebelumnya, Saudra Iwan perlu diketahui bahwa remunerasi Korkot sampai dengan faskel dibayarkan melalui DIPA Propinsi (APBN) bukan dari manajemen. Sehubungan keterlambatan gaji dari dana DIPA tersebut, pihak KMW Propinsi menggunakan dana talangan/ pinjaman melalui koperasi (pihak ketiga) sampai menunggu cairnya gaji dari DIPA Propinsi (yg masih proses "Bintang"). Sehingga dipersilahkan kalau bersedia untuk menggunakan dana pinjaman tersebut. Demikian informasi sementara yang dapat kami sampaikan. Terima kasih. Tetap semangat. Salam, PPM- PNPM Perkotaan

Tanggapan 2

Posted by |Oct 20, 2011|
  1. iya makasih informasinya,,tapi yang saya pertanyakan kenapa bukan manajemen yang pinjam nya.....kenapa mesti kami yang harus menanggung bebannya,,,dari pinjaman tersebut,,mohon maaf bukan kami lancang,,,mungkin karna kebodohan saya,,yang serba tidak tahu aturan Atas.

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.