pelatihan abal-abal

samsul arifin Dec 1,2011
hari ini kami memasuki hari kedua pelatihan livelihood di kota pematangsiantar. pada hari pertama kami merasa sangat-sangat kecewa atas kinerja panitia pelatihan karena tak adanya modul pelatihan. apalagi dua dari pemandunya yaitu 2 askot bisa dikatakan bodoh atau apalah, bukannya memberi pelatihan apalagi pencerahan. apa jadinya pelatihan abal abal begini bisa memberi kami masukan, bagaimana kami melatih masyarakat....???? Seribu minta tolong kepada PPM, semoga tuhan membalas perhatian bapak.:mad:mad:mad

Tanggapan 1

Posted by |Dec 5, 2011|
  1. Ysh. Andi Fisawani Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini, pengaduan rekan Andi akan menjadi perhatian serius untuk mengevaluasi pelaksanaan pelatihan, khususnya Livelihood di wilayah Propinsi Sumatra Utara. Kami akan mengecheck kembali pelaksanaan pelatihan tersebut, khususnya oleh Tim Capacity Building. Salam, PPM PNPM-Perkotaan

Tanggapan 2

Posted by |Dec 6, 2011|
  1. Ysh. Andi Fisawani Berikut kami sampaikan tanggapan dari pihak KMW Propinsi Sumatra Utara, yang pada saat pengaduan ini disampaikan telah kami komunikasikan langsung kepada Tim Capacity Building KMP dan langsung mengcrosscheck ke pihak KMW, bahwa dalam pelaksanaan pelatihan tersebut harus ada yang mendampingi dari pihak KMW Propinsi Sumatra. Berikut tanggapannya/ klarifikasinya : _______________________________________________________________________ Ysh, Saudaraku andi fisawani, Dapat kami jelaskan sebagai berikut : 1.Pada hari pertama pembukaan telah disampaikan bahwa, modul akan dibagikan kepada peserta dihari ketiga setelah penutupan. 2.Pelatihan dilakukan sesuai dengan jadwal yang dibagikan kepada peserta dan jadwal tersebut sudah di konfirmasi ke KMW untuk dilaksanakan. 3.Pada hari pertama yang memandu adalah : a) Burhanudin Harahap (Koorkot Pematangsiantar-Simalungun) b) Rd Agus Vutawan (Askot Mandiri Simalungun) Keduanya telah mengikuti pelatihan Livelihood yang diselenggarakan di Provinsi/Medan dan dinyatakan LULUS. 4.Tentang Askot yang lainnya, yaitu Rinda Wuri Siregar (Askot MK Pematangsiantar-Simalungun) bukanlah sebagai Pemandu tetapi Peserta. Pada sesi terakhir hari Pertama dia hanya diminta pendapat tantang lembaga keuangan mikro syariah, dan dia memberi pendapat ± 15 menit (mungkin dianggap sebagai pemandu). 5.Pada hari ke dua Pelatihan dipandu oleh Koorkot dan Askot Mandiri dan berjalan sesuai dengan jadwal. 6.Pada hari ke tiga Pelatihan dipandu oleh Korkot dan Samuel Sembiring (TA. MK) berjalan sesuai dengan jadwal. 7.Selama Pelatihan 3 Hari mulai pembukaan s/d penutupan di hadiri oleh bapak SUBRATA NATA LUMBANTOBING (Staf Satker PIP Kota Pematangsiantar/ calon PPK TA. 2012). Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat. Ttd, Panitia Pelatihan/Tim Korkot Pematangsiantar- Simalungun _______________________________________________________________________ Semoga atas penjelasan dan perbaikkan pada pelaksanaan pelatihannya, menjadi hikmah bagi semua pihak untuk saling memahami satu sama lain. Terima kasih. Salam PPM - PNPM Perkotaan :s

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.