Yth, TIM PPM

agoez Dec 16,2011
Saya kurang paham penjelasan Tim PPM pada 13 Desember lalu. Yang dimaksud dalam tulisan itu adalah dana pelatihan tematik untuk 149 kelurahan PNPM di Medan. Dana itu masuk ke rekening pantia di tingkat Koorkot, Desember 2010. Tiap kelurahan dapat Rp 2,5 juta. Di Kabupaten Langkat, dana tematik untuk 17 BKM sudah dilarikan Askot Mandiri yang kala itu dijabat oleh M.Abdi. Dana itu ditarik M. Abdi dua kali, tanggal 27 Desember 2010 dan 4 Januari 2011. Di Medan, pelatihan tematik baru dilakukan di 47 kelurahan awal September 2011. Itu pun hanya untuk dua jenis kegiatan, yakni kemitraan dan partisipatif, dengan biaya Rp 900 ribu per kelurahan. Salah satu jenis pelatihan yang belum dilakukan adalah livelihood. Jika dikalkulasi, sisa dana pelatihan tematik yang masih tersisa di tangan Koorkot sekitar Rp 300 juta lebih. Terakhir (akhir November lalu), Koorkot menyerahkan dana pelatihan tematik kepada Koordiantor BKM Kelurahan Ladang Bambu sebesar Rp 900 ribu. Saya kurang paham apakah dana pelatihan itu masuk kategori fix cost. Perlu juga dijelaskan, apakah penggunaan dana itu terikat oleh PMK 168. Jika ya, maka konsultan PNPM yang mendampingi Kota Medan sudah sepantasnya dipecat. PT Surya Abadi selaku konsultan yang membawahi Provinsi Sumut juga harus dimintai tanggung jawab atas dilarikannya dana pelatihan tematik untuk 17 kelurahan di Kabupaten Langkat. Sebab yang merekomendasikan M.Abdi menjadi Askot Mandiri dan Koorkot Binjai-Langkat adalah pihak konsultan. Kasus ini sangat memalukan dan mencemarkan nama konsultan. Terima kasih atas atensinya

Tanggapan 1

Posted by |Dec 19, 2011|
  1. Yth. Rekan Jonathan Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini kembali. Perlu diketahui bahwa dana pelatihan tematik tersebut atau dana pelatihan masyarakat (pelmas) merupakan dana fixed cost (dana yg alokasinya pasti) yang dititipkan di DIPA Satker Propinsi, Korkot secara struktur dalam kepanitian ini_ selaku sekretaris dan Ketua Panitianya Satker Propinsi tersebut (Sesuai Surat Direktur PBL No.pu.0104-C6/780). Satker yang berwenang mencairkan dana pelatihan atau tematik tersebut bersama korkot atas permintaan dan rekomendasi Team Leader Propinsi. Sehingga untuk mengechecknya perlu dilihat di dokumen pencairan (surat perintah pencairan Satker dan SP2D)dan LPJ yang dibuat oleh panitia BKM di wilayah masing-masing yang melaksanakan kegiatan pelatihan tematik/ pelatihan masyarakat tersebut. Ini yang harus diperiksa dan dicocokkan alokasi dana pelatihan tersebut, dan dokumen SP2D serta LPJ pelatihannya. Pelatihan tematik/ pelatihan masyarakat tidak terikat pada PMK No.168 sehingga tidak harus selesai di bulan Maret 2011 tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam peningkatan kapasitas. Untuk selanjutnya,Mari kita check! dokumen tersebut sama-sama di lapangan untuk membuktikan hal tersebut di atas. Namun demikian indikasi, tentang penyimpangan dana fixed cost ini pernah juga dilaporkan oleh Monev terdahulu tapi belum terbukti. Untuk kasus, Kota Medan ini sedang dalam pengecheckkan pula, atas dokumen2 nya, dimana telah dilaporkan selesai seratus persen. Demikian Rekan Jonathan informasinya, sebagai bahan acuannya dan menjadi jelas. Terima kasih. Salam, PPM - PNPM Perkotaan :s

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.