TIM PPM NGAWUR

agoez Dec 22,2011
Menyimak jawaban Tim PPM (atas tulisan berjudul: Yth Tim PPM) tentang kasus penyimpangan dana pelatihan tematik yang terjadi di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, saya menyimpulkan: 1. Nazaruddin selaku Satker Provinsi dan Team Ledaer KMW I ikut bertanggung jawab atas kasus tersebut, karena penarikan dana pelatihan dari rekening ternyata atas persetujuan Satker Provinsi dan diketahui oleh TL (lihat paragraf 1 dan 2). 2. Tim PPM bohong tak mengetahui dana pelatihan tematik untuk 17 Kelurahan PNPM di Kabupaten Langkat dilarikan oleh M. Abdi, yang kala itu menjabat sebagai Askot Mandiri (lihat paragraf 4). M. Abdi sudah dipecat karena terbukti melarikan dana pelatihan tematik sebanyak Rp 62,5 juta. Dana masuk ke rekeningnya 21 Desember 2010 dan ditarik dua kali, 27 Desember 2010 dan 4 Januari 2011. Pemecatannya sudah dimuat di web ini. Kalau Tim PPM mengatakan hal itu belum terbukti, berarti selama ini Tim PPM tidur. 3. Konsultan, dalam hal ini Koorkot 1 Medan, telah membuat laporan palsu jika ternyata pelatihan tematik di Kota Medan dilaporkan 100 persen selesai dilaksanakan. Mohon disimak lagi tulisan mengenai penyelewengan dana pelatihan tematik yang termuat di ruangan ini, berjudul: 1) Disandera Koorkot Medan, 2) Yth: Tim PPM. Bandingkan juga dengan jawaban-jawaban yang dibuat Tim PPM atas kedua tulisan itu. Mudah-mudahan, jawaban itu memang ngawur. Saat ini 149 PNPM Kelurahan di Medan masih menunggu nasib dana pelatihan tematik yang belum direalisasikan oleh konsultan. Dana itu masuk ke rekening Koorkot Medan pada Desember 2010. Diperkirakan, sekitar Rp 300 juta lebih lagi yang belum direalisasikan.-

Tanggapan 1

Posted by |Dec 22, 2011|
  1. Yth. Jonathan Rekan Jonathan, untuk kasus M.Abdi itu sudah terbukti jelas Dia melakukan penyelewengan dana. Bahkan kami mendorong pihak KMW Propinsi agar melaporkan ke pihak berwajib untuk di DPO kan karena khawatir yang bersangkutan masuk ke dalam Program PNPM Mandiri yang lain. Dalam Arsip file case kami masih terbuka/ open, sampai pelakunya ditangkap dana dikembalikan dan. Kalau yang kasus Kota Medan, Mari kita periksa bersama kalau Anda ikut Peduli terhadap Program ini untuk membuktikannya, Indikasi tentang hal tersebut pernah disinyalir dalam laporan Monev pada saat itu. Namun, bukti-buktinya belum lengkap dan Monev yang bersangkutan justru dipindahkan??! Salam, PPM - PNPM Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.