Dana Pelatihan Raib

agoez Feb 18,2012
Tulisan Indra Zuhri Lubis di rubrik ini berjudul "Penggelapan Dana Pelatihan" membuat saya agak bingung. Menurut informasi yang saya terima, Kepala Satker PBL Sumut pernah mengirim SMS ke semua Koorkot dan Askot Mandiri se Sumut, meminta agar dana pelatihan masyarakat (tematik) ditarik dan fotokopi rekeningnya diserahkan kepada beliau. Awalnya saya berfikir dana itu akan ditarik dari bank untuk disalurkan ke masyarakat yang hendak melaksanakan pelatihan tematik. Terakhir baru ketahuan, dana itu diminta ditarik untuk dikembalikan ke rekening karena dipakai oleh Koorkot dan Askot Mandiri. Kepala Satker PBL Sumut tahu betul dana tematik diselewengkan oleh Koorkot dan Askot Mandiri. Saya curiga apa maksud Indra Zuhri Lubis membuat tulisan itu. Lebih curiga lagi, apa hubungan Indra Lubis dengan Kepala Satker PBL Sumut. Sampai saat ini, pelatihan tematik masih belum dilaksanakan di semua PNPM Kelurahan (BKM/LKM) di Sumut. Dana pelatihan tematik untuk tiap BKM/LKM Rp 2,5 juta. Dana turun tanggal 21 Desember 2010. Jika dihitung-hitung dana pelatihan tematik yang belum disalurkan oleh Koorkot dan Askot Mandiri di Sumut berjumlah Rp 1 miliar lebih. Di Kabupaten Langkat, dana pelatihan tematik untuk 17 BKM (Rp 62,5 juta) telah dibawa kabur oleh Askot Mandiri (kala itu dijabat oleh M Abdi). Sampai saat ini tak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kasus ini. Kepala Satker PBL Sumut harusnya pihak yang pertama sekali dimintai tanggungjawab atas kasus tersebut mengingat yang bersangkutanlah penanggungjawab pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Sumut. Kasus ini semakin memperkuat keyakinan bahwa pelaksanaan PNPM di Sumut telah dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh kelompok tertentu.

Tanggapan 1

Posted by |Feb 20, 2012|
  1. Yth. Jonathan Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Informasi yang disampaikan akan kami investigasi ke lapangan dari pihak KMP Pusat dan Proyek. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik selama ini diucapkan terima kasih. Salam. PPM-PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.