RE : Dana BDC Mengendap Di Sumut

Jan 22,2008

Kepada Yth, Rekan Jonathan
Di Tempat


Terima kasih telah menggunakan pengaduan on-line Program KOTAKU. Terkait dengan pengaduan Saudara di website Program KOTAKU pada tanggal 12 November 2018 perihal dana BDC mengendap di SUMUT, berdasarkan hasil kordinasi dengan KMP Wilayah 1, maka KMP Wilayah 1 menyampaikan penjelasan sebagai berikut :

  1. 1. Pelaksanaan BDC Kota Medan :
    Pada tanggal 25 Nopember 2015 Cair dana BLM BDC tahap I Rp. 1,5 M ke Rekening Bank Komite BDC, tangggal 14 Juli 2016 dicairkan melalui transfer ke rekening Pengelola BDC Rp. Sebesar 249 Jt dan pada tanggal 19 Agustus 2016 kembali dicairkan senilai Rp. 502 Jt, total dana BLM tahap I yang sudah dicairkan ke rekening pengelola Rp. 751 Jt. (50,07%). Sisa dana di rekening Komite Rp. 749 Jt.

    Dana yang sudah dicairkan ke rekening bank Pengelola BDC sudah dimanfaatkan :
    1. Sewa Kantor/Sekretariat BDC Rp. 100.000.000
    2. Biaya Operasional pengelola BDC Rp. 15.016.456
    3. Honor Pengelola BDC Rp. 55.000.000
    4. Biaya Tenaga Ahli Pengelola BDC Rp. 30.000.000
    5. Pengembangan Kapasitas Rp. 2.800.000
    6. Pengembangan Usaha Rp. 2.800.000
      Jumlah Rp. 292.126.606
  2. 2. Pelaksanaan BDC Kota Medan dalam pemanfaatan BLM BDC
    untuk kegiatan pengembangan usaha KSM sudah termanfaatkan senilai Rp. 89.310.150, dana ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang menunjang pengembangan usaha KSM seperti pembuatan Galery BDC sebagai sarana promosi produk KSM, pembelian produk contoh KSM untuk difasilitasi pemasarannya baik melalui Galery BDC, pemasaran ritel, perorangan dan kerjasama dengan pihal lain.
  3. 3. Kepengurusan Komite BDC periode 2015-2018 sesuai dengan SK Walikota
    sudah berakhir dan sudah dilakukan pemilihan kembali untuk periode 2018-2021. Pada bulan Oktober 2018 sesuai hasil kesepakatan rapat BDC, Komite BDC melakukan rekrut Manager Pengelola BDC baru sebagai plaksana kegiatan BDC, tetapi disampaikan kepada Manager Pengelola yang baru bahwa alokasi dana honor Pengelola BDC dari alokasi dana BLM sudah termanfaatkan, untuk selanjutnya Manager Pengelola harus mampu mengembangkan usaha KSM dengan melakukan pemasaran dan penjualan, dari keuntungan hasil penjualan ini nanti bisa dialokasikan untuk honor dan biaya-biaya operasional pengelola. Pelaksanaan BDC ini tentunya sesuai dengan POB Pilot BDC. Kegiatan yang sudah dilakukan pengelola BDC sampai dengan saat ini sudah melakukan pemetaan produk KSM yang bisa di kembangkan dan dipasarkan juga melakukan penguatan kapasitas bagi KSM. Produk KSM yang sudah difasilitasi pemasaran seperti aneka makanan ringan yang dipasarkan ke pasar modern seperti Suzuya dan Medan Napoleon. Disamping itu juga dilakukan pemasaran melalui media online seperti olx, tokopedia, instagram, fascebook dan bukalapak. Pemasaran produk ini tentunya tidak sebatas pada produk makanan ringan saja tetapi juga produk – produk KSM yang lain yang bisa diminati pasar seperti sulaman bordir dan kerajinan tangan.
  4. 4. KMW bersama Tim Koorkot Cluster Medan sudah melakukan pendampingan pelaksanaan BDC
    seperti fasilitasi pemilihan komite BDC, penguatan kapasitas bagi Komite dan Pengelola BDC, fasilitasi akses pasar untuk pemasaran produk KSM yang dilakukan Pengelola BDC dan menyampaikan informasi-informasi dari pusat terkait dengan pelaksanaan BDC.
  5. 5. Pelaksanaan BDC di Kota Medan sudah berjalan sesuai dengan fungsi BDC
    seperti intermediasi bisnis atau pengembangan usaha KSM dengan melakukan pemasaran dan pengembangan produk KSM, pengembangan kapasitas KSM baik secara formal dan informal seperti penguatan pengemasan produk sesuai permintaan pasar dan pelatihan vocational KSM, juga advokasi tentang perijinan-perijinan usaha KSM seperti PIRT dan Halal yang di kerjasamakan dengan pihak/dinas terkait.

PIM Program KOTAKU Pusat mengucapkan terima kasih KMP Wilayah 1 beserta jajarannya atas kesediaannya untuk memfasilitasi penyelesaian pengaduan tersebut.

Hormat kami,

PIM Program KOTAKU

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.