pemberdayaan

Aug 17,2012
maaf sebelumnya,melihat kinerja BKM sangat lah membantu program penagulangan kemiskinan di wilayahnya,karna BKM bersentuhan langsung dengan masyarakat karna BKM di bentuk untuk masyarakat Infansif,menegah.mamun di sisi lain apakah orang orang yang ada di dalam BKM tersebut telah berdaya?????? mereka hanya pelantara saja, namun bila ada dinamika atau proses dalam siklus yang belum tercapai BKM seperti menjadi kambing hitam di dalm perkara tersebut.!!!!!! memang benar orang-orang yang terpilih di bkm itu adalah orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi namun apakah ada yang memikirkan tingkat ekonomi mereka untuk keluarga nya????? semoga para pemangku kebijakan lebih memperhatikan nasib Orang-orang yang ada di BKM. jangan sampai orang-orang yang memiliki nilai lebih tersebut merasa di bodohi,perlu kita ingat bahwa mereka mengeluarkan keringat,tenaga beserta fikiran :):):)

Tanggapan 1

Posted by |Aug 28, 2012|
  1. Yth. Hendra Sanjaya Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Terima kasih atas saran dan masukkannya, semoga masukkan tersebut menjadi perbaikan bagi program kami ke depannya. Pertanyaan tersebut sudah seringkali disampaikan dan kami respon dengan memperhatikan dan merenungkan hakikat dimunculkannya BKM. BKM merupakan lembaga organik yang kehadirannya, tidak begitu saja dibangun dan dibuatkan dengan konsep lembaga seperti itu, dimana di dalamnya terdapat orang-orang pilihan dan terbaik di desa/ kelurahannya. Mungkin, dulu desa/ kelurahan melalui lembaga-lembaga yang ada tidak dapat memperoleh bantuan, jangankan dari pemerintah pusat, dari pemerintah daerah pun mungkin sulit. Kalaupun ada seringkali tidak sampai, atau sampai tapi tidak penuh. Terbayang tidak, jika lembaga sosial atau penyalur bantuan masyarakat fakir/ miskin dikelola oleh orang-orang yang minta pamrih atau minta dibayar. Mungkin kita berpikir, pastilah bantuan yang disampaikan tersebut tidak sampai, atau tadi sampai tapi tidak penuh. Tidak sedikit memang, ada lembaga-lembaga seperti itu, dan kadang (maaf menjual nama anak yatim-piatu/ orang miskin).Tapi kita bisa lihat bagaimana lembaga-lembaga itu bisa jalan dan amanah atau donatur ingin menitipkan sebagian hartanya di lembaga mereka. Percayakah, kita menitipkan dana untuk disalurkan kepada orang fakir dan miskin supaya orang-orang tersebut bisa sejahtera tetapi pengelolanya minta disejahterakan terlebih dahulu/ pamrih dulu.Tentu saja, kita tidak mau jangankan dalam jumlah yang besar. Sedikitpun, tidak akan pernah.. Tapi bagaimana,kita menjalankan program dan menyalurkan bantuan itu perlu biaya operasional dan kita bekerja di BKM ini penuh dengan resiko dan masalah, tetapi tetap anggota BKM tidak dibayar/ tidak ada insentif. Kita sudah merelakan waktu, tenaga dan pikiran ( Ini yang sering dikeluhkan sebagain anggota BKM) untuk program tapi tidak dapat apa-apa sedikitpun. Betul,makanya setiap dana BLM diturunkan selalu ada biaya operasionalnya (BOP) yang disertakan. Disinilah orang- orang amanah itu perlu diuji, telah berkorban waktu, tenaga dan pikiran. Boro-boro diperhatikan kesejahteraannya, uang cape saja tidak ada.Disini, kita kembali pada keyakinan masing-masing, makanya jadi anggota BKM itu akan terseleksi secara alami, siapa yang betul-betul tulus dan ikhlas tanpa pamrih membantu orang miskin. Bisa kita lihat, siapa yang peduli dan mau bershodaqoh tenaga, pikiran dan waktunya untuk mereka (orang miskin), mereka akan jalan terus (tidak terbersit dihati mereka untuk dibalas) tapi mereka berharap balasan dari Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Balasan. Tapi yang tidak dengan hatinya mereka membantu orang miskin sudah berguguran, mundur teratur tidak tampil lagi. Tapi bagaimana kita realistis saja, kita itu perlu untuk hidup??. Makanya, jangan hidup dari menjadi anggota BKM. Keluar saja, jika tujuannya adalah seperti itu. Kalau mau kita berpikir lebih jernih dan dalam, coba boro-boro kita mau membantu orang miskin/ fakir atau anak yatim piatu. Jangan banyak-banyak 5 saja orang miskin kita bantu dari harta kita, dengan kasih makan saja sekali setiap bulan. Terlalu jauh untuk bisa perbaiki rumahnya, perbaiki jalannya, kasih modal usaha buat mereka dsb.Ini hanya, coba memikirkannya, cari jalan keluar dari kesulitan keluarga, mereka. InsyaAllah, dibalas tuch usaha kita. Tidak perlu, dibayar dengan BOP/ insentif. Bisa lebih dari itu. Percaya, atau tidak! Nah ini, kita disuruh cuma menyalurkan saja bantuan tersebut, bagikan sesuai dengan kebutuhannya. Tanpa biaya, karena biaya operasionalnya sudah ada. Masa kita masih tidak mau? Oke, demikian tanggapannya. semoga menjadi bahan renungan kita bersama. Semoga kita lebih tawadhu dan istiqomah untuk membantu serta mensejahterakan orang-orang yang kurang beruntung. Salam, PPM-PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.