KORUPSI PROYEK PNPM

agoez Nov 3,2012
Edi Maruli, Tersangka Korupsi Proyek PNPM SIMALUNGUN, JAM 11.00 WIB Edi Maruli Saragih, Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) PNPM-PISEW (Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) tahun 2011 di Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun. Hal itu disampaikan Kasi Pidsus Edmon Purba SH melalui Humas Kejari Josron Malau, kepada awak koran ini di kantornya, Jumat (2/11) sekitar jam 11.00 wib. Dijelaskan, Edi Maruli diduga melakukan korupsi penyaluran dana PNPM Pisew di 33 Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). “Saat ini statusnya sudah tersangka," ucapnya. Sementara itu, tambah Jasron, mengenai berkas tersangka lainnya, yakni Baren Ambarita, selaku petugas teknis dalam proyek tersebut masih dalam proses penghitungan kerugian negara. Sesuai bukti-bukti yang ada, lanjut Josron, penyimpangan tersebut dilakukan oleh Edi Maruli pada saat penandatanganan berita acara pembayaran. Saat itu Edi Maruli melakukan pemungutan uang dari beberapa LKD yang akan melaksankan pekerjaan. "Setelah Jaksa melakukan penyelidikan, diperoleh temuan adanya kekurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan SP3 (surat pernyataan penyelesaian pekerjaan) yang nilainya sekitar Rp 99.244.211,27," jelas Josron. Rencananya Jaksa akan segera menyelesaikan berkas perkara tersebut agar bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Medan. “Kita akan segera menyelesaikan pemberkasannya, kemudian dilimpahkan ke PN Tipikor di Medan,” kata Josron. (desi)

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.