Ukuran luas tanah berkurang

Jan 18,2013
Kepada Yang Terhormat. PNPM Orang tua saya membeli sebidang tanah yang jumlah luasnya 83 meter persegi.(sesuai surat jual beli pertama). Dan dijual hanya 5 meter persegi. jadi totatal tanah orang tua saya 78 meter persegi. Setelah itu ketua RT menawarkan pembuatan sertifikate. * point Pertama adalah Pengukuran dilakukan oleh orang BPN (katanya pak RT) setalah dilakukan pengukuran dan menunggu hampir 2 tahun belum jadi, dan baru kemarin Surat Keputusan (SK) turun ke Ketua RT. * point keDua adalah Ukuran tanah saya menjadi 60 meter persegi. padahal kiri kanan tidak ada Jalan. Dan hanya didepan rumah yang ada jalan ukuran hanya 4 meter (Dari jaman dahulu itu jalan sudah ada). * point keTiga adalah saya melakukan protes kepada ketua RT dan katanya saya harus mengukur tanahnya kembali apa bila di ukur melebihi 60 meter persegi, maka akan dilakukan pengukuran ulang. * point keEmpat adalah Saya melakukan pengukuran kembali dan disertai saksi yang bertanda tangan. dan hasilnya adalah 78 meter persegi. Pertanyaan, 1. Apakah benar BPN melakukan pemotongan luas tanah ? (point pertama) 2. Apakah tanah saya akan diukur kembali untuk melakukan revisi ? (point ketiga) Saya bersikeras karena Tidak hanya saya saja yang buat sertifikat, Tetanga pun ada yang buat, ==>tetapi tanahnya Tidak terpotong malah bertambah(tidak wajr kalo bertambahnya lebih dari 1 meter). dan juga ada yang terpotong hanya 3 centi meter (wajar). Terimakasih atas jawabanya dan bantuannya. Saya orang susah tapi merasa dibikin susah olehnya..Tolong yah pak. infonya. Best regards Achamad Syarief.

Tanggapan 1

Posted by |Jan 21, 2013|
  1. Kepada Yth, Rekan Achmad Syarief di Tempat Terima kasih telah menggunakan media pengaduan on-line. Untuk diketahui, media pengaduan on-line ini diperuntukan bagi pengaduan-pengaduan yang berkenaan dengan pelaksanaan PNPM-Mandiri Perkotaan. Berkenaan dengan pengaduan Sdr, mohon maaf diluar kewenangan kami. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, Salam, PPM-PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.