kebijakan ta memihak

Mar 2,2013
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam program yang begitu mulia ini PNPM-MP , di mana di suatu sisi memperdayakan masyarakat miskin melalui serangkaiyan program yang amat sangat bagus.demi kembalinya rasa gotong royong serta kebersaaan antara warga di suatu daerah. namun sebelumnya saya mau minta maaf,saya salah satu anggota BKM di Kab bandung,banyak di porum/di mimbar bebas mengulas mengenai masalah gajih untuk para konsultan..memang betul upaya mereka dalam menciptakan keharmonisan sangatlah membantu antara masyarakat kepada pemerintahnya.kita berbicara tentang rasa sosialisme antara sesama BKM di tutut untuk menjadi RELAWAN MURNI Meskipun Disetiap keiatan Ada BOP namun yang menjadi pertanyaan apakah BOP Itu mencukupi??klo sudah berurusan Masalah perut susah Untuk di ungkapkan.sementara di hitung dari awal tahun hingga ahir tahun ta hentihentinya di penuhi serangkayan persyaratan yang harus di tempuh BKM apakah ada pemikiran yang lebih dlam hal berdayanya motor pengerak masyarakat ter sebut.??sangkan ta di pungkiri BKM adalah kepanjaangan tanggan dari PNPM yang bersentuhan Langsung Ke masyarakat.pertanyaan saya KENAPA BKM TIDAK DI SETARAKAN SAMA SEPERTI ASKOT,KORKOT,KMW MAUPUN PASKEL DI Bidang KESEJAHTERAAN BKM karna BKM juga Sebagai Konsultan Untuk masyarakat..maaf ini tiadak ada maksud untuk melukai/menyakiti pihak manapun namun ini hannya pemikiran orang bodoh yang ingin mengerti dan paham dalam alur birokrasi PNPM-MP.trima kasih salam sejahtera semoga para pelaku dalam Program PNPM di beri Kesehatan...Amin..:):):):):):)

Tanggapan 1

Posted by |Mar 4, 2013|
  1. Ysh. Dank, Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Berikut kami sampaikan email tentang hal yang sama dari BKM di wilayah Jawa Barat Mungkin, bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua. Semoga. Semoga email yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat dan menjadi renungan juga bagi rekan-rekan anggota BKM yang mempertanyakan ('Galau') terhadap kondisi/ nasib anggota BKM tapi tidak semuanya, hanya ada banyak juga yang memiliki pemikiran seperti ini. Mari kita renungkan beberapa diskusi yang pernah disampaikan dulu, saat Worldbank melakukan supervisi ke kelurahan. Inti pembicaraannya seperti, ini : BKM merupakan lembaga organik yang kehadirannya, tidak begitu saja dibangun dan dibuatkan dengan konsep lembaga seperti itu, dimana di dalamnya terdapat orang-orang pilihan dan terbaik di desa/ kelurahannya. Mungkin, dulu desa/ kelurahan melalui lembaga-lembaga yang ada tidak dapat memperoleh bantuan, jangankan dari pemerintah pusat, dari pemerintah daerah pun mungkin sulit. Kalaupun ada seringkali tidak sampai, atau sampai tapi tidak penuh. (Pemikiran Ini yang menjadi cikal-bakal pembangunan partisipatif ) Terbayang tidak, jika lembaga sosial atau penyalur bantuan masyarakat fakir/ miskin dikelola oleh orang-orang yang minta pamrih atau minta dibayar. Mungkin kita berpikir, pastilah bantuan yang disampaikan tersebut tidak sampai, atau tadi sampai tapi tidak penuh. Tidak sedikit memang, ada lembaga-lembaga seperti itu, dan kadang (maaf menjual nama anak yatim-piatu/ orang miskin).Tapi kita bisa lihat bagaimana lembaga-lembaga itu bisa jalan dan amanah atau donatur ingin menitipkan sebagian hartanya di lembaga mereka. Percayakah, kita menitipkan dana untuk disalurkan kepada orang fakir dan miskin supaya orang-orang tersebut bisa sejahtera tetapi pengelolanya minta disejahterakan terlebih dahulu/ pamrih dulu.Tentu saja, kita tidak mau jangankan dalam jumlah yang besar. Sedikitpun, tidak akan pernah.. Tapi bagaimana,kita menjalankan program dan menyalurkan bantuan itu perlu biaya operasional dan kita bekerja di BKM ini penuh dengan resiko dan masalah, tetapi tetap anggota BKM tidak dibayar/ tidak ada insentif. Kita sudah merelakan waktu, tenaga dan pikiran ( Ini yang sering dikeluhkan sebagian anggota BKM) untuk program tapi tidak dapat apa-apa sedikitpun. Betul,makanya setiap dana BLM diturunkan selalu ada biaya operasionalnya (BOP) yang disertakan. Disinilah orang- orang amanah itu perlu diuji, telah berkorban waktu, tenaga dan pikiran. Boro-boro diperhatikan kesejahteraannya, uang cape saja tidak ada.Disini, kita kembali pada keyakinan masing-masing, makanya jadi anggota BKM itu akan terseleksi secara alami, siapa yang betul-betul tulus dan ikhlas tanpa pamrih membantu orang miskin. Bisa kita lihat, siapa yang peduli dan mau bershodaqoh tenaga, pikiran dan waktunya untuk mereka (orang miskin), mereka akan jalan terus (tidak terbersit dihati mereka untuk dibalas) tapi mereka berharap balasan dari Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Balasan. Tapi yang tidak dengan hatinya mereka membantu orang miskin sudah berguguran, mundur teratur tidak tampil lagi. Tapi bagaimana kita realistis saja, kita itu perlu untuk hidup??. Makanya, jangan hidup dari menjadi anggota BKM. Keluar saja, jika tujuannya adalah seperti itu. Kalau mau kita berpikir lebih jernih dan dalam, coba boro-boro kita mau membantu orang miskin/ fakir atau anak yatim piatu. Jangan banyak-banyak 5 saja orang miskin kita bantu dari harta kita, dengan kasih makan saja sekali setiap bulan. Terlalu jauh untuk bisa perbaiki rumahnya, perbaiki jalannya, kasih modal usaha buat mereka dsb. Bisa sih bantu, itu pun kalau kita kaya. Nah ini, kita disuruh cuma menyalurkan saja bantuan tersebut, bagikan sesuai dengan kebutuhannya. Tanpa biaya, karena biaya operasionalnya sudah ada. Masa kita masih tidak mau? Oke, demikian tanggapannya. semoga menjadi bahan renungan kita bersama. Semoga kita lebih tawadhu dan istiqomah untuk membantu serta mensejahterakan orang-orang yang kurang beruntung. Salam, PPM-PNPM Mandiri Perkotaan Best Regards,

Tanggapan 2

Posted by |Mar 7, 2013|
  1. terima kasih akan penjelasan yang begitu berharga ini.namun satu pertanyaan lagi apakah wajar klo KSM telat dalam progresan untuk mengakses anggaran,di karenakan SDM yang kurang mendukung untuk mendata, menyusun proposal Kegiatan.

Tanggapan 3

Posted by |Mar 13, 2013|
  1. Yth. Dank di tempat Mohon maaf terlambat sekali menjawab pertanyaan yang diajukan. Boleh kami memperjelas maksud, pertanyaannya : Apakah KSM boleh terlambat dalam menyampaikan progress karena disebabkan faktor SDM? (kurang lebih begitu yah, maksudnya. Bila tidak sesuai silahkan perjelas kembali). Jawabannya: Tidak masalah, di dalam menyampaikan data KSM atau melaporkan hasil kegiatannya terlambat karena kesulitan membuatkan laporan pertanggung-jawabannya. Tapi, wajib bagi fasilitator dan UP-UP BKM melakukan arahan dan bimbingan sampai KSM tersebut dapat menyampaikan progress kegiatannya secara baik. Demikian disampaikan, semoga jawabanya dapat dipahami. Terima kasih. Salam, PPM-PNPM Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.