Pengaduan On-Line

PENJAJAH dan PEMERKOSAAN

W@hyoenn!e Nov 6,2008
Kepada Team Managemen Pusat, dsb Saya hanya mungkin seorang yang BODOH, dan sebagainya. Melihat sekarang progress P2KP yang tergabung dalam program PNPM-MP, seperti sebagai suatu produk yung memaksakan batin, waktu, dsb bagi masyarakat. Saat ini kami menilai masyarakat dipaksakan untuk melakukan berbagai pelatihan yang sangat penting dan mendesak harus segera dilaksanakan dan selesaikan. Sedangkan di satu sisi, masyarakat sedang mempersiapkan proses pengkajian ulang/review. Yang mana itu juga harus dilakukan dan dilalui untuk memperbaiki PJM masyarakat di tahun berikutnya. Dari dua (2) jenis kegiatan ini saja sudah menyita waktu masyarakat, yaitu waktu aktivitas sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarga. Disisi lain yang ketiga, kebetulan juga berbarengan dengan waktu pelaksanaan pencairan BLM baik term II, term I atau term III. Ini akan menambah penyitaan waktu aktivitas masyarakat. COBA KITA KUMULATIFKAN WAKTU PELAKSANAAN dalam satu hari (rata-rata. 1. Pelatihan 4 jam 2. Sosialisasi, Persiapan Review 3 jam 3. Pencairan, Pembangunan 2 jam 4. Istirahat Normal manusia 6 jam Total I 15 jam Ini berarti : 24 - 15 = 9 jam. Sedangkan waktu kerja normal 8-9 jam. Lalu kapan waktu masyarakat dapat berkumpul, berkomunikasi, interaksi dengan masyarakat sekitar, saudara, terutama KELUARGA. Cobalah kita RENUNGKAN DALAM-DALAM........... PNPM-MP dalah suatu Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Kemiskinan. Apabila ini masih diteruskan dalam pengaturan manajemen waktu pelaksanaan baik ditingkat KMW, KMP, Pusat, or WB, ini sama saja suatu PENJAJAHAN dan PEMERKOASAAN BATIN masyarakat. Yang nantinya sama saja akan menambah KEMISKINAN, bukan MENANGGULANGI. DAMPAK yang nantinya akan terjadi dimasyarakat : 1. Tidak peduli dengan PNPM 2. Masyarakat hanya menerima dana BLM saja, tapi persyaratan lain tidak peduli. 3. Pemahaman PNPM-MP ditingkat masyarakat akan menjadi lemah, sehingga akan tidak sesuai dengan NNL (Nilai-Nilai Luhur) lagi. 4. Yang paling buruk lagi, bisa menjadi bumerang KEGAGALAN program PNPM-MP terhadap Pemerintah dari masyarakat. MARILAH KITA COBA RENUNGKAN DALAM-DALAM...................................... SAUMPAMA KITA SEBAGAI MASYARAKAT, APAKAH MAU KITA DI JAJAH DAN DI PERKOSA OLEH SUATU SYSTEM YANG SEMAKIN MEMBEBANI BUKAN MERINGANKAN............ :?:?:?:?:?:?:?

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.