KISRUH DI KMW I

agoez Jun 5,2013
Kisruh di KMW I Sumut membuat saya tertawa lebar. Apalagi yang dituding berkonflik antara TL Estefanus Wolog dengan TA Monev Robby Batubara. Di mata saya, keduanya memang tak becus. Kenapa dikatakan begitu? Pertama, Estefanus belum mempertanggungjawabkan raibnya dana pelatihan masyarakat (tematik) di Kabupaten Langkat, yang nilainya hampir 100 juta. Kemudian dia tak berdaya menghadapi intervensi Satker PBL Sumut yang memaksakan rangking 5 hasil uji kompetensi calon Askot CD untuk Kabupaten Deliserdang diangkat menjadi Askot CD, April 2011 silam. Dari dua kasus itu saja sebetulnya Estefanus sudah tak pantas lagi menduduki jabatannya selaku TL. Tapi PT Surya Abadi tak peka dengan masalah ini. Robby Batubara yang sebetulnya sudah disetting untuk mengganti jabatan Estefanus juga punya masalah besar. Ketika menjadi Koorkot di Siantar, orang ini memaksakan BLM ke kelurahan Dwikora yang tak jelas pengurus BKM-nya. Otomatis orang menduga, Robby mendapatkan 'rezeki melimpah' dari kegiatan dana BLM di kelurahan itu karena pengurus BKM-nya cuma satu orang merangkap semua jabatan yang ada di organisasi itu. Setiap bulan dia juga menerima anggaran sewa mobil dinas, tapi mobilnya tak pernah ada. Kalau pun dia pernah terlihat pakai mobil, cuma sebentar saja. Dana pelatihan masyarakat (tematik) yang diterima akhir 2010 juga pernah dicairkan dari bank meskipun proposal kegiatannya belum ada dari masyarakat. Meskipun akhirnya kegiatan itu dilaksanakan, tapi dana itu sempat dipakai beberapa bulan untuk kepentingan pribadi. Nah, kalau sudah begitu apakah keduanya layak duduk di KMW. Biarlah Tuhan saja yang tahu, kemana mereka kelak!

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.