TL Gorontalo Arogan

Jun 25,2013
Belum juga selesai masalah gaji OSP 8 Gorontalo, tapi malah muncul "masalah" baru, yaitu "masalah" pemberhentian TA. Kebijakan Public Gorontalo. yang anehnya lagi pemberhentian tersebut tanpa sepengetahuan teman-teman TA lainnya. Dan juga tidak diketahui oleh Ka. Satker PBL Prov. Gorontalo. Apakah ini sudah sesuai dengan prosedur pemberhentian yang berlaku di PNPM MP. Dimana nilai-nilai luhur pemberdaya sejati. Mohon petinggi-petinggi PNPM melihat masalah ini dengan seksama dan seadil-adilnya. geerrrh!...geerrrh!...geerrrh!...geerrrh!...geerrrh!...geerrrh!...geerrrh!...

Tanggapan 1

Posted by |Jun 30, 2013|
  1. Kepada Yth, Rekan Alter Lasarudin di Tempat Terima kasih telah menggunakan media pengaduan on-line. Bersama ini kami salinkan klarifikasi dari Bp. Drs. M Bakhrun Gasing (TL Gorontalo) dari Mimbar Bebas tgl. 26 Juni 2013 dengan materi pengaduan yg sama. Re: TL Gorontalo Arogan bakhrun gassing, 26 Juni 2013, jam 14:03:42 Yth. Sdr. Alter Lasaruddin (Pengguna Akun) Assalamu Alaikum Wr.Wb Pertama-tama sy sampaikan bahwa sebenarnya sy enggan untuk mengomentari apa yang ada di mimbar ini, karena sebenernya masalah ini sdh terang benderang. Namun dalam upaya pembelajaran bagi kita semua dan keyakinan saya bahwa Sdr. Penulis “bukan Alter Lasaruddin” yang sy kenal selama ini, maka dengan berat sy menanggapi hal ini Sebelum lanjut, Kepada Bpk. Yamin Ibrahim, SE, perkenankan sy menyampaikan mohon maaf, karena dalam penjelasan sy berikut, mungkin ada yang membawa nama Pak Yamin, yg sudah barang tentu tidak dapat saya hindari. Sekali lg sy mohon maaf Pak Yamin Sdr. Alter yang baik. Perlu sy sampaikan bahwa, sampai sekarang dan Insya Allah selamanya, rasa sayang saya, rasa cinta saya, rasa kagum dan rasa hormat saya kepada Pak Yamin bisa jadi lebih besar dari Sdr Alter. Sy sangat menghargai apa yang telah Pak Yamin kerjakan dan perlakuannya terhadap saya selama ini. Demikian sebaliknya, sayapun yakin Pak Yamin tidak akan berubah terhadap saya hanya karena kejadian ini. Selanjutnya Perkenankan saya menyampaikan proses yang berlangsung : 1. Pada tanggal 13 Juni 2013, KPU merilis DCS Anggota DPRD Kab. Gorontalo, dimana Nama Bpk. Yamin Ibrahim, SE tercantum sebagai calon dari satu Partai besar di DAPIL yang secara kebetulan juga menjadi Lokasi PNPM Mandiri Perkotaan 2. Pagi Hari pada tanggal 13 Juni 2013, sy memberikan ucapan selamat ke Pak Yamin, atas ditetapkannya sebagai caleg oleh KPU dengan Nomor Urut-1 di Dapil Telaga. Pada kesempatan ini saya sudah menyampaikan kembali apa yang seharusnya dilakukan. Saya mengingatkan kembali Arahan PMU PNPM Mandiri Perkotaan pada Rakor PD/TL pada bulan Maret 2013 di Hotel Golden Flower Bandung, dan pada TOT Pemandu Nasional pada tanggal 22-29 April di Hotel Grand Lembang-Bandung, dimana Ka. PMU menegaskan bahwa untuk pelaku (Faskel-TL) yang mencalonkan diri pd Pemilu, diminta untuk mengundurkan diri atau dimundurkan, dan jika tdk terpilih masih akan diberi kesempatan untuk masuk kembali sesuai proses yang berlaku. Pada kesempatan ini juga km saling bertukar cerita tentang pelaku yang menjadi caleg pada pemilu tahun 2009 (Pak Yamin Pada Tahun 2009 juga menjadi Caleg, dan beliau mengundurkan diri dari PNPM Perkotaan sejak proses awal pencalonan). Waktu itu, sy juga minta ke Pak Yamin untuk menyampaikan ke Keluarganya tentang pilihan-pilihan ini, agar nantinya keluarga bisa siap setelah tdk bergabung lagi di PNPM Mandiri. Sampai disini kami sepakat bahwa aturan atau arahan yang melarang seorang pelaku menjadi caleg dan atau terlibat kegiatan politik praktis, untuk TIDAK DIPERDEBATKAN. 3. Pada Hari yang sama, pada acara Penguatan Fasilitator di Gedung PIP2B Dinas PU Prov. Gorontalo, karena melihat pembicaraan pelaku yang ada, maka untuk memberi ketenangan bagi semua pelaku (Faskel-Korkot dan TA), dalam Sesi akhir acara, saya menyampaikan Apresiasi kepada Pak Yamin, atas ditetapkannya sebagai Calon Legislatif pd Pemilu 2014. Pada saat itu, sy sampaikan krn aturan harus memilih, maka kepada Pak Yamin kita beri kesempatan berfikir untuk menentukan sikap/pilihan. Saya juga mengingatkan kembali tmn-tmn fasilitator, satu pertanyaan dalam Materi Pelatdas (Fasilitator Pembaharuan/pembangunan), yaitu : Apakah seorang Fasilitator boleh datang fasilitasi kegiatan di Masyarakat dengan mengenakan “Baju Parpol” ?. Penyampaian sy ini juga disaksikan oleh 2 orang Caleg dari Partai berbeda (mantan Faskel dan mantan Korkot) yg kehadirannya saat itu sebagai orang yg terkontrak secara individual di Dinas PU. Jadi Alhamdulillah, Pembicaran yang berisik tadi bisa clear. 4. Setelah acara di Ged PIP2B tersebut, Pak Yamin masih menjalankan tugasnya, namun dengan semangat (raut wajah) yang sedikit agak berubah dari sebelumnya. 5. Waktu terus berjalan, pertanyaan “bagaimana Pak Yamin” semakin sering masuk ke saya, dan juga ada saran agar Pak Yamin dibantu Menetapkan Pilihan karena dikuatirkan jika tidak segera akan terbengkalai ke dua-duanya atau tidak akan focus, sementara Tugas TA-Sosialisasi pada OSP Provinsi yang tidak ada TA-Sosialisasi, oleh KMP diminta untuk dirangkap oleh TA-KP 6. Akhirnya, pada tanggal 24 Juni 2013, pagi menjelang siang, sy bicara dengan pak Yamin, menanyakan keputusannya. Panjang cerita, Pak Yamin minta Waktu bekerja s/d akhir Juli, namun pada kesempatan ini sy minta waktu untuk konsultasi ke Jakarta (KMP dan Manajemen). Pada kesempatan ini pula, saya memperlihatkan draft surat yang belum sy tanda tangan ke pak Yamin, siapa tahu ada yang mau dikoreksi. Akhir pertemuan, sy sampaikan ke Pak Yamin, jika Jakarta tidak setuju, maka berarti per 1 Juli Pak Yamin sudah Lepas, dan itu kami sepaham. Pada pertemuan ini juga sy tanyakan, apakah keluarga (isteri dan anak2)sudah diberitahu, Pak Yamin menyatakan sudah dan memahami implikasinya 7. Setelah pertemuan di ruangan saya, bersama TA Infra, TA-KP dan TAPP Kel Dulbar, kami mengahadap ke Ka. Satker PBL melaporkan kesiapan pencairan BLM PLPBK Tahap-2 dengan membawa Draft Dokumen RPLP. Setelah Ka. Satker PBL periksa Dok RPLP dan mendapat penjelasan dari TAPP kami semua Pamit. Nah, pada saat teman2 pada keluar ruangan, sy minta waktu sejenak dengan Ka. Satker. Pada kesempatan itu, saya sampaikan tentang Status Pak Yamin, dan secara PROFESIONAL Ka. Satker PBL menyatakan itu adalah merupakan ranah OSP, silahkan atur dengan baik 8. Setelah tiba di Ktr OSP, sy melakukan konsultasi dengan pihak Manajemen (Pak Asep) dan KMP (Pak Jimmy), dan memintakan waktu 1 bulan untuk Pak yamin. Namun denganberbagai pertimbangan, terutama untuk mengimplementasikan Arahan Ka. PMU, maka permintaan Pak yamin tidak dapat kami penuhi. Toh sesuai arahan Ka. PMU, jika nanti tidak terpilih kan bisa masuk lagi di PNPM Perkotaan sesuai proses yang ada. 9. Hasil Konsultasi saya ini, dengan sangat berat sy sampaikan ke Pak Yamin pada Sore harinya, dan walaupun juga agak berat diterima, namun pak Yamin tetap menyatakan “Kalau itu sudah putusan ya diterima” 10. Demikian sekilas proses yang dapat saya sampaikan, dan Insya Allah benar adanya sesuai kejadian 11. Kepada Pak Yamin, sekali lagi dari lubuk hati terdalam, saya mohon maaf atas tulisan ini 12. Akhirnya Kepada Sdraku Alter (pengguna Akun) dan Segenap Pelaku PNPM Mandiri Perkotaan di Gorontalo, mari kita semua mendo’akan dan mendukung Pak Yamin, agar beliau diberi kekuatan dan kesehatan, sehingga Pencalonannya saat ini dapat mewujudkan Cita-citanya sebagai Anggota DPRD. Amin YRA Jika proses yang sy sampaikan diatas dan interpretasi serta inplementasi atas substansi program, arah kebijakan program, arahan Pimpinan dan pemenuhan rasa keadilan bagi pelaku (info yg masuk ada beberapa orang pelaku di Grtlo yang terlibat juga di Parpol peserta pemilu 2014, tp tdk mencalonkan diri karena kesadaran pilihan) kemudian sy dianggap AROGAN, kepada semua pihak saya Mohon maaf, dan selanjutnya sy serahkan kepada Pimpinan kami di Makassar dan Jakarta Terima kasih, semoga hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua dimasa-masa yang akan dating Wassalam M. Bakhrun Gassing Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Salam, PPM-PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.