BUBARKAN PEMANDU NASIONAL

Makhmudun Ainur Sep 10,2013
SAYA MASIH INGGAT PADA PELATIHAN PEMANDU NASIONAL DI LEMBANG YG DI IKUTI PEMANAS SE INDONESIA .BAHWA PEMANAS TINGKAT KOORKOT DAN ASKOT MANDIRI LAG YANG MELAKUKAN KEGIATAN PELATIHAN.TAPI SEKARANG INI SAYA SANGAT TERKEJUT YANG DI LATIH DAN DITARIK OLEH KMW SUMUT PERBIDANG MULAI DARI ASKOT,SF,FASKEL EKONOMI,DAN MENYUSUL FASKEL INFRA DAN FASKEL SOSIAL. KITA SEBAGAI KOORKOT TIDAK TAU APA GUNANYA PELATIHAN TERSEBUT.DAN INI BISA MENGAKIBATKAN PERBEDAAN DI TATARAN TIM KOORKOT DAN TIM FASKEL. BELUM LAGI MEDIA PRINTING YANG DI KIRIM KE KOORKOT TIDAK NYAMBUNG DENGAN YANG DI LATIH PADAHAL KITA MAU MELAKSANAKAN PELMAS. PERTANYAANNYA; 1 BEGINIKAH MODEL PELATIHAN SEKARANG 2.KAPAN ADA PELATIHAN DALAM RANGKA PELMAS 3 EMANG BOLEH MEMANDU BUKAN PEMANAS KALAU KEBIJAKAN BOLEH SARAN SAYA BUBARKAN PEMANAS SUMUT.KARNA SEPENGETAHUAN SAYA TA MAUPUN ASISTEN TA HANYA BOLEH SEBAGAI NARA SUMBER BUKAN SEBAGAI PEMANDU DI PELATIHAN. TERIMAKASI KOORKOT V SUMUT

Tanggapan 1

Posted by |Sep 10, 2013|
  1. Yth. Radison Saragih di tempat Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Merespon pertanyaan Rekan Radison berkaitan dengan pelatihan. 1. Metode pelatihan boleh disesuaikan dengan kondisi masing-masing di KMW. Mungkin, di KMW Propinsi Sumut ada pertimbangan lain dengan memanggil sesuai bidangnya. Bisa jadi karena penguatan di bidang tersebut oleh TA-TA di KMW secara langsung. 2. Pelatihan masyarakat secara reguler seharusnya tiap tahun dilaksanakan karena ada alokasi dananya.Bahkan di tahun 2013 ini dana pelatihan menyatu dengan dana BLM. 3. Pada awal tahun 2013 ini beberapa TA KMW telah dilatih pemandu nasional, terutama TA Pelatihan dan TA Sosialisasi yang belum menjadi pemandu. Boleh jadi TA yang sudah menjadi pemandu tersebut yang sesuai dengan bidangnya sedang melakukan penguatan bidangnya. Sepertinya, Bang Radison sudah rindu ingin melatih yah. Kan bisa langsung ikut terjun melatih masyarakat bersama dengan fasilitator di pelatihan masyarakat maupun Pemda. Demikian disampaikan, atas segala perhatiannya diucapkan terima kasih. Salam, PPM-PNPM Mandiri Perkotaan

Tanggapan 2

Posted by Makhmudun Ainur |Sep 10, 2013|
  1. terimakasi wb saya paham hal tersebut ,sebelumya juga sudah saya katakan bahwa kalau sebagai nara sumber saya setuju.saya paham itu tapi saya tidak mau tunjuk idung TA dan asisten mana yang melakukan itu,karna banyak juga di sumut TA yang tidak pemandu.dan mereka belum pernah TOT pemandu sesuai dengan materi tersebut. 1 harus di bedakan Pemandu dengan narasumber sesuai dengan bidangnya. yg saya maksud adalah pemandu. 2 semua tau dana pelmas sudah ada dananya menyatu dengan BLM \ Ttapi pelatihan faskel juga harus dilaksanakan sesuai dengan modul yang sudah dikirim. kalau ini tidak di lakukan maka sia-sia modul yang di cetak dengan pinjaman luar negi karena materi yang disampaikan nanti seperti orang buta menuntun orang buta. 3 Pelatihan terkesan rahasia ,koorkot tidak perlu tau rencana pelatihan sehingga kita kewalahan dengan jadual yang di buat TA Pelatihan terkesan seradak seruduk tanpa ada perencanaan yang jelas dan pada waktu KBIK KMW dan Koorkot TA Pelatihan tidak pernah memaparkan kegiatan yang akan dilaksanakan selam setahun ini. 4 sekali lagi saya pertegas Boleh engga TA/asisten TA sebagai nara suber/memandu tidak sesuai bidangnya. 5 Boleh kah TA ahli menarik porsonil tim koorkot untuk pelatihan tanpa sepaengetahuan koorkot?????

Tanggapan 3

Posted by |Sep 11, 2013|
  1. Yth. Rekan Radison, di tempat Terima kasih telah menggunakan lagi Media Pengaduan Online ini. Rekan Radison pertanyaan boleh atau tidaknya TA/Assisten TA menjadi pemandu tetapi bukan di bidangnya tentu boleh-boleh saja. Dan Bila ada TA/Assisten TA menjadi narasumber harus sesuai bidangnya. Tidak mungkin menjadi narasumber diluar bidang yang tidak dikuasainya. Pertanyaan tersebut, Rekan Radison sudah dapat menjawabnya sendiri. Pun pertanyaan yang berkaitan dengan etika point 5. Bila ada kesalah-pahaman seperti ini, sebaiknya komunikasikan saja secara baik-baik dengan pihak KMW. Minta penjelasannya pada mereka dan apa harapan yang sebenarnya yang diinginkan dengan kondisi tersebut sehingga mereka mengerti dan paham. Mungkin pihak KMW Prov.Sumatera Utara tidak mengerti, apa yang diinginkan dari korkot-korkotnya. Jalin komunikasi dengan baik supaya ada kejelasan dan pengertian satu sama lain. Demikian disampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam, PPM- PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.