Askot caleg

rafandra Oct 3,2013
Terkait pengaduan tentang askot Medan caleg DPRD Medan. Saya ingin meminta ketegasan, sesuai dengan surat kemenkokesra yang menyatakan bahwa siapa saja yang mencalonkan menjadi DPRD/DPRRI, dipersilahkan mundur. Perlu ditegaskan, sampai saat ini yang saya ketahui perintah harus mundur bagi yang mencaleg sudah dikirimkan ke koorkot Medan oleh TL, tetapi yang menjadi pertanyaan saya : 1. sampai saat ini nama yang dilaporkan belum ada membuat surat pengunduran diri, Mengapa KMW SUmut tidak menindak lanjuti dengan tegas. 2. Bila yang bersangkutan tidak juga mengundurkan diri apa yang menjadi sangsi yang terlaporkan.? untuk hal itu, kami meminta ketegasan dalam menyampaikan aturan main, karena ini akan menjadi bias suatu masalah yang jika tidak ditindaklanjuti dengan ketegasan akan menjadi bom waktu bagi pelaku lain di lokasi bertugas. Terima kasih

Tanggapan 1

Posted by |Oct 7, 2013|
  1. Yth. Syahruddin, Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Pelaku yang mencalonkan menjadi anggota dewan/DPRD apabila sudah ditetapkan menjadi calon tetap oleh KPU setempat harus mengundurkan diri atau pihak KMW mengajukan rekomendasi surat kepada Satker Propinsi untuk memberhentikan pelaku PNPM/ konsultan yang telah menjadi calon terpilih tetap oleh KPU setempat. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. Salam, PPM - PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.