Pengaduan On-Line

jumlah BLM berapa ?

ady Dec 12,2008
BKM kami di Majalengka baru terbentuk November 2008, kami ingin menanyakan berapa total BLM yang akan kami terima dan berapa besaran dana pada tahapan pencairan dana tersebut. terima kasih

Tanggapan 1

Posted by |Dec 15, 2008|
  1. Kepada Yth, Rekan Agus Al Bahri di Tempat Terima kasih telah menggunakan pengaduan on-line. Di Kab. Majalengka ada 4 kecamatan yang masuk lokasi sasaran PNPM Mandiri Perkotaan-P2KP, yaitu Majalengka, Leuwimunding, Jatiwangi dan Sumberjaya. Di karenakan anda tidak menyebutkan Kelurahan dan Kecamatan keberadaaan BKM sehingga kami tidak dapat menyebutkan jumlah BLM yang diterima. Perlu diketahui bahwa jumlah dana BLM yang diterima per kelurahan/desa didasarkan pada kategori Kelurahan/Desa dengan jumlah penduduk. Kategori kecil untuk jumlah penduduk kurang dari 3.000 jiwa maka jumlah pagu BLM sebesar Rp. 150 juta (seratus lima puluh juta rupiah), Kategori sedang untuk jumlah penduduk 3.000 s/d 10.000 jiwa maka jumlah pagu BLM sebesar Rp. 200 juta (dua ratus juta rupiah) dan Kategori besar untuk jumlah penduduk lebih besar dari 10.000 jiwa maka jumlah pagu BLM sebesar Rp. 350 juta (tiga ratus lima puluh juta rupiah). Berdasarkan 4 kecamatan tersebut di atas, maka mekanisme pencairan dana BLM di lokasi baru PNPM Mandiri Perkotaan-P2KP sebagai berikut: Tahap I 30% (APBN) Tahap II 30% (APBN) 20% (APBD) Tahap III 20% (APBN) Contoh bila pagu BLM yang diterima oleh BKM sebesar Rp. 200 juta (dua ratus juta rupiah), maka tahapan pencairan yang akan diterima sebagai berikut: Tahap I Rp. 200 juta x 30%=Rp. 60 juta (enam puluh juta rupiah) Tahap II Rp. 200 juta x 30% (APBN) = Rp. 60 juta (enam puluh juta rupiah) Rp. 200 juta x 20% (APBD) = Rp. 40 juta (empat puluh juta rupiah) Tahap III Rp. 200 juta x 20% (APBN) = Rp. 40 juta (empat puluh juta rupiah) Untuk pengelolaan Dana BLM, BKM berhak memperolah biaya operasional (BOP) untuk biaya operasional kegiatan BKM dari dana BLM yang pengelolaannya dilakukan oleh Kesekretariatan BKM. Besarnya biaya BOP untuk masing-masing pagu BLM baik dilokasi lama maupun baru adalah sebagai berikut: - Untuk kategori kelurahan kecil, maka besarnya biaya operasional BKM sebesar Rp. 5 juta (lima juta rupiah) - Untuk kategori kelurahan sedang, besarnya biaya operasional BKM sebesar Rp. 7,5 juta (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) - Untuk kategori kelurahan besar, maka besarnya biaya operasional BKM sebesar Rp. 10 juta (sepuluh juta rupiah). Penarikan dana BOP ini akan dilakukan secara bertahap sesuai tahapan pencairan dana BLM yang diajukan. Contoh untuk kategori kelurahan/desa sedang, maka BOP yang diterima BKM sebesar Rp. 7,5 juta (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk tahapan pencairan BOP yang akan diterima sebagai berikut: Tahap I Rp. 7,5 x 30%=Rp. 2.250.000,- (dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) Tahap II Rp. 7,5 x 30% (APBN) = Rp. 2,250.000,- (dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) Rp. 7,5 x 20% (APBD) = Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) Tahap III Rp. 7,5 x 20% (APBN) = Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) Dalam pengelolaanya, penggunaan dan BOP BKM/LKM ini dapat digunakan untuk keperluan: • Biaya rapat BKM/LKM/UP-UP; • Insentif sementara UPK, UPL, UPS dan Sekretariat; • ATK UPK, UPL, UPS dan Sekretariat • Biaya rumah tangga sekretariat (listrik, telepon, PAM) • Transport UP-UP dan Sekretariat • Biaya penggandaan dokumen pencairan dana BLM; • Biaya-biaya lain atas persetujuan rapat BKM/LKM dan biaya operasional BKM/LKM ini tidak dapat digunakan untuk honor/insentif anggota BKM/LKM. Pengelolaan keuangan BOP BKM/LKM ini dikelola oleh kesekretariatan BKM/LKM yang akan mengatur pengeluaran biaya operasional BKM/LKM. Kesekretariatan harus menyusun rencana keuangan tersebut dan dipertanggungjawabkan secara periode kepada BKM/LKM serta diaudit oleh lembaga audit pemerintah (BPKP, Bawasda) maupun lembaga audit independen. Jadi rincian dana BLM yang akan dimanfaatkan sebagai berikut: Tahap I (Rp. 60 juta) Dana BLM untuk kegiatan program sebesar Rp. 57.750.000,- (lima puluh tujuh juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) Dana BOP BKM sebesar Rp. 2.250.000,- (dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) Tahap II (Rp. 100 juta) Dana BLM untuk kegiatan program dari APBN sebesar Rp. 57.750.000,- (lima puluh tujuh juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) Dana BOP BKM dari APBN sebesar Rp. 2.250.000,- (dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) Dana BLM untuk kegiatan program dari APBD sebesar Rp. 38.500.000,- (tiga puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah) Dana BOP BKM dari APBD sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) Tahap III (Rp. 40 juta) Dana BLM untuk kegiatan program sebesar Rp. 38.500.000,- (tiga puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah) Dana BOP BKM sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) Demikian informasi yang dapat diberikan semoga bermanfaat. Wasalam PPM PNPM Mandiri Perkotaan-P2KP

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.