keterlambatan pencairan BLM

Feb 4,2014
Tahun Anggaran 2013, dana BLM cair tidak tepat waktu. Bagaimana bisa penanggulangan kemiskinan bisa efektif jika dana BLM turun di ujung tahun anggaran, bahkan yang lebih celaka lagi dana BLM tidak sepenuhnya yang diterima, hanya 60% dari total BLM. Hal ini sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip dalam menentukan tingkat prioritas kegiatan dengan menggunakan aspek : kemendesakan, dampak, sumber daya dan penerima manfaat. Faktor kemendesakan sangat erat kaitannya dengan soal waktu. Artinya semakin lama dana BLM cair/turun, bagaimana dengan tingkat kemendesakan yang telah ditetapkan itu. Semestinya dana BLM tidak turun sedemikian telat. Kasian masyarakat miskin sebagai penerima manfaat harus lama menunggu.

Tanggapan 1

Posted by |Feb 5, 2014|
  1. Yth. Rekan Hendra di tempat Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Keterlambatan pencairan dana BLM di tahun 2013 disebabkan dana BLM tersebut masih dalam proses penyelesaian dokumen di tingkat birokrasi dari beberapa kementerian. (Istilahnya di kami proses lepas bintang) dan lepas bintang tersebut baru bisa selesai di September 2013 setelah keluar Nol dari IDB. Pencairan dana BLM di beberapa kab/kota di beberapa provinsi ada yang berkurang. Hal ini karena keterpenuhan dana dari dana sharing APBD pemerintah kota/kab tersebut yang belum terpenuhi. Memang benar, di dalam menentukan tingkat prioritas kegiatan harus menggunakan prinsip kemendesakan, dampak yang lebih luas, sumber daya yang terpenuhi dan penerima manfaat yang tepat sesuai skala prioritas di dalam suatu perencanaan. Tentunya, bila mengacu pada hal tersebut prinsip kemendesakan dalam perencanaan tadi harus diselaraskan dengan prinsip lainnya, seperti resources/ sumber daya, dampak dst. Bila terjadi sesuatu yang belum ada resourcesnya tadi (dalam hal ini dana), maka sebaiknya perencanaan tersebut dibuat alternatif-alternatif dari resources lain.(buat Plan A/Plan B dst) Maksudnya, kami menyampaikan seperti ini, bahwa BLM bukan satu-satunya sumber daya yang dapat menyelesaikan setiap persoalan yang ada di lingkungan masyarakat. BLM itu hanya pemancing (stimulan) sehingga masyarakat sebenarnya tidak perlu tergantung dari resources dari luar masyarakat itu sendiri jika masih ada resources di lingkungan kita yang bisa dimanfaatkan. Dengan adanya masyarakat membuat perencanaan dan terorganisasi di dalam pelaksanaannya maka hal tersebut sebenarnya yang menjadi tujuan dari program ini. Dimana di dalam masyarakat itu telah tumbuh kebersamaan, kepeduliaan satu sama lain dengan perencanaan tersebut. Namun demikian, kami sampaikan terima kasih atas masukkan dan kritikan terhadap program kami ini. Semoga keberhasilan dan kelancaran dalam pelaksanan program ini dapat terwujud di masa-masa yang akan datang. Terima kasih. Salam, PPM-PNPM Mandiri Perkotaan I

Tanggapan 2

Posted by |Feb 6, 2014|
  1. Terima kasih telah menanggapi pengaduan saya. Meskipun dana BLM bukan satu-satunya dana untuk menanggulangi kemiskinan tetapi alangkah baiknya jika dana stimulan ini yang jadi contoh bagi sumber dana lainnya. Walaubagaiamanpun keterlambatan BLM bisa menjadi salah satu bukti sejauhmana keseriusan pemerintah dalam mendukung program ini yang notabene dicanangkan oleh pemerintah juga, secara langsung menjadi bumerang bagi pemerintah itu sendiri. Pengaduan yang saya sampaikan ini tak lain adalah untuk merefleksikan BLM TA. 2014 nanti seperti pisang berbuah dua kali atau tepatnya timbulnya kekhawatiran keterlambatann terjadi lagi pada Tahun Anggaran 2014 ini sementara PNPM sendiri dikabarkan akan berakhir pada tahun ini juga ditambah lagi sinyal-sinyal alih kelola oleh pemerintah daerah belum nampak secara jelas. Untuk diketahui PNPM MP menyentuh di kelurahan kami pada tahun 2009. Efektif dana BLM bisa kami manfaatkan pada tahun 2010. Namun demikian, kami akui bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan oleh PNPM sangat bagus untuk diterapkan dalam menuju masyarakat yang madani.

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.