KOMPETISI BKM DI MEDAN

agoez Apr 1,2014
KOMPETISI BKM di Medan mengungkap bahwa indikator keberhasilan PNPM di kota ini tak lebih dari 10 persen. Soalnya peserta yang layak untuk dikompetisikan cuma 18 kelurahan dari jumlah seluruhnya 149 kelurahan. Tadinya peserta bahkan cuma 15 kelurahan. Kompetisi yang berlangsung pada Juni 2013 itu menetapkan 5 BKM terbaik yang kemudian penghargaannya dalam bentuk piagam baru diberikan pada Januari 2014. Herannya, piagam yang sama juga diberikan kepada 13 BKM lainnya, namun BKM SEIAGULmenolak menerimanya karena merasa piagam itu tak berharga. Kenapa tak berharga? Karena penilaiannya dianggap tak sportif kalau tak boleh dibilang tak bermoral. Soalnya dari sisi kelembagaannya saja, ke-5 BMK terbaik versi Koorkot Medan itu kondisinya rata-rata masih di bawah BKM SEIAGUL. Untuk diketahui, BKM SEIAGUL yang berdiri pada 29 November 2006 setiap hari -- mulai Senin-Jumat, tak pernah berhenti dikunjungi warga dan pengurus BKM maupun UP-UP-nya selalu ada di kantor yang disewa. Administrasi semua kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai siklus I hingga 1V, juga masih lengkap. Rapat-rapat ataupun pertemuan rutin anggota BKM bersama UP-UP ataupun dengan warga termasuk dengan fasilitator pendamping terekam dalam absensi yang tetap tersimpan dengan rapi. Fakta ini menunjukan bahwa secara kelembagaan BKM SEIAGUL terlalu esksis jika dibandingkan dengan 611 BKM yang ada di Sumatera Utara. Wajar saja jika BKM SEIAGUL menolak penghargaan yang terkesan direkayasa itu. Bukan karena kesombongan, tapi karena Koorkot 1 Medan dianggap tak mampu melihat mana BKM terbaik di wilayah kerjanya. Kemudian, kredibilitas Koorkot 1 Medan juga sangat buruk karena memaksa semua BKM memindahkan rekening ke Bank BNI Syariah. Lebih konyol lagi, bank yang ditunjuk malah BNI Syarih Cabang Pembantu Kampung Baru di daerah yang sangat jauh dari Kelurahan Sei Agul. Padahal Koorkot sebelumnya, yakni Juriadi, telah memindahkah rekening BKM dari Bank Sumut ke Bank Mandiri Syariah Cabang Pembantu di Belawan. Tapi begitu Koorkot 1 Medan berganti kepada Ridho rekening BKM disuruh lagi dipindah ke BNI Syariah. Kabar yang beredar, salah satu keuntungan memindahkan rekening untuk mendapatkan pinjaman dari bank tersebut -- selain keuntungan lain yang tak diketahui bentuknya. Poltik busuk iini kabarnya juga untuk menyelamatkan jabatan keluarga seorang Senior Fasilitator yang bekerja di bank tersebut. Sungguh praktik seperti ini jauh dari nilai-nilai PNPM. Cara sepert ini jelas merugikan masyarakat dan para pembuat kebijakan. Kasihan!

Tanggapan 1

Posted by |Apr 3, 2014|
  1. Yth. Rekan Jonathan di tempat Terima kasih telah menggunakan Media Pengaduan Online ini. Informasi yang disampaikan oleh rekan Jonathan akan kami teruskan untuk diklarifikasikan ke pihak KMWPropinsi Sumatera Utara untuk melakukan pengecheckan terkait pemindahan rekening bank dan BKM yang menjadi peserta kompetisi yang tidak seluruhnya. Demikian disampaikan, atas segala perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih. Salam, PPM-PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.