PNPM vs. KOALISI Perempuan

Apr 12,2015
Pak Ivan Chudhory ( TL OSP KMW 7 ), Kenapa Anda tidak bertindak ketika koorkot 3 pulau sumba (Johana Boro) meninggalan tugas disaat kami (Tim Faskel) sedang mendapat pemeriksaan dari BPKP prop. NTT dan disayangkan pada saat seperti ini koorkot melepas tanggung jawab dan lebih memilih mengikuti keg. KOALISI PEREMPUAN di Mataram. Saat-saat seperti ini seharusnya koorkot jangan menghilang... KORKOT JANGAN LEPAS TANGGUNG JAWAB ???

Tanggapan 1

Posted by |Apr 16, 2015|
  1. Kepada Yth, Faskel K3 OSP 7 Di Tempat Terima kasih telah menggunakan pengaduan on-line. Berikut ini tanggapan dari OSP-07 Propinsi Nusa Tenggara Timur atas informasi yang anda sampaikan: ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Berikut ini Penjelasan dari OSP-07 Propinsi Nusa Tenggara Timur:
  2. Sesuai dengan surat permohonan ijin Sdr. Yohana Mboro (Korkot 3) tertanggal 6 April 2015 ke Team Leader OSP-7 NTT alasan cutinya adalah urusan keluarga dan telah dikonfirmasi oleh pihak KMW bahwa urusan keluarganya dilaksanakan di Banjarmasin (pertemuan awal dengan pihak keluarga laki-laki).
  3. Dari hasil Konfirmasi dengan Saudara Yohana Mboro, bahwa pada saat ke Banjarmasin harus transit di Bali dan bertemu dengan rombongan Koalisi Perempuan yang akan mengikuti kegiatan di Mataram, yang beberapa orangnya dikenal karena dari Kupang dan juga Sumba Barat, sehingga mereka berfoto bersama dan salah seorang menaikan di SOSMAD, sehingga di persepsikan bahwa Sdr Yohana Mboro mengikuti kegiatan Koalisis Perempuan di Mataran.
Berikut lampiran jawaban: ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Demikian yang dapat disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih. PPM Pusat mengucapkan terima kasih kepada OSP-07 Propinsi Nusa Tenggara Timur atas fasilitasinya. PPM PNPM MANDIRI PERKOTAAN II

Tanggapan 2

Posted by |Apr 16, 2015|
  1. 1. Suratnya Sudah Di Buat Dari Tahun Lalu Ya.... 6 April 2014:lol 2. Kalau Betul Itu Fotonya Waktu Transit, Kenapa Fotonya Dihapus Dari FB... 3. Dari Ket. Foto yang Dimuat Ibu Susan (yang memuat foto) jelas2 mengatakan berasama koorkot di mataram.... 4. Berdasarkan info dari SF team 17 (rita setu, orang yang membeli tiket) jelas2 membenarkan kalo dirinya membeli tiket ke mataram.... 5. Berdasarkan info dari askot mk... Koorkot ke mataram untuk mengikuti keg. Koalisi perempuan 6.Kalo betul berdasakan surat ijin untuk pertemuan keluarga, budaya ntt sudah berubah ya.... Dimana keluarga perempuan yang memperkenal diri pada keluarga laki2.... Hahahaha edaaannnn.... :lol:lol:lol:lol:lol 7.Kalo betul ke banjarmasin coba foto tiketnya.... Tiket tanggal berangkat:)

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.