Jalan cor rusak aset warga

Dec 31,2015
Kepada Yth ; Team Leader OSP10 Prov.NAD (P2KP) Di Banda Aceh Dengan hormat, Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Mulazaruddin Alamat : Gampong Keude Cunda, Kec.Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Prov.NAD No Hp : 0852 600 73857 Pengaduan : Jalan cor telah merusak aset keluarga saya. Kronologis : Melalui forum pengaduan ini saya ingin mengadukan perihal pembangunan jalan cor yang dilakukan oleh BKM Malayahati, KSM Oshin, Gampong Keude Cunda,Kec.Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Prov.NAD. Tanah yang digunakan sebagai jalam cor merupakan tanah bersama yang dimiliki oleh 4 keluarga. Namun pada kenyataannya, salah satu keluarga yang tergabung dalam KSM Oshin tidak pernah memberitahu dan mengajak keluarga saya (salah satu pemilik tanah) untuk membahas/membicarakan/musyawarah pembangunan jalan cor di tanah tersebut, karena mereka (keluarga tergabung dalam KSM Oshin) tidak senang terhadap keluarga saya. Bahkan pengukuran lahan serta gambar jalan cor tidak pernah keluarga saya dilibatkan dan tidak tahu sama sekali. Pembangunan jalan cor dilakukan pada tanggal tanggal 19 Desember 2015 kira2 jam 22.30 WIB, karena pada jam 22.00 WIB pihak BKM Malahayati datang ke rumah saya untuk memberitahukan pembangunan jalan cor karena mereka (BKM Malahayati) datang atas saran dari tetangga depan rumah saya. Pembangunan jalan cor tersebut dikerjakan oleh 3 (tiga) orang, yaitu 1 orang dari orang luar dan 2 orang dari anggota KSM Osihin ( mereka tidak senang kepada kami). Pada keesokan paginya tanggal 20 Desember 2015 jam 7 pagi, saya keluar dan melihat pembangunan tersebut dan saya menyaksikan bahwa garasi mobil di rumah keluarga saya (saat ini masih disewa oleh orang lain) sudah tertutup oleh semen cor dan tidak bisa dimasukin mobil lagi dan pintu samping juga tertutup oleh semen cor, dan saya langsung bertanya pada pekerja/anggota KSM Oshin tentang hal tersebut, kenapa pintu garasi tidak bisa dibuka lagi, dia menjawab bahwa pintu samping dan garasi tidak boleh dibuka lagi dan harus ditutup, padahal pintu dan garasi tersebut sudah belasan tahun selalu bisa di buka tutup, dan kenapa sekarang harus ditutup? Dan apa haknya? Saya sudah melaporkan hal tersebut kepada kepala lorong tapi tidak ada hasilnya karena anggota keluarga KSM OSHIN merupakan orang kuat perangkat desa disana. Dan saya juga melaporkan kepada BKM Malahayati, mereka menawarkan solusi untuk pemotongan besi garasi mobil, jika di potong garasi tersebut akan merusak aset keluarga saya. Saya sangat mendukung program pemerintah dalam mengatasi kemiskinan di daerah, akan tetapi jangan sampai merusak milik warga dan tidak ada kepentingan pribadi sehingga akan merugikan orang lain. Saya berharap bisa bongkar kembali jalan cor tersebut sehingga garasi mobil berfungsi kembali. Melalui forum pengaduan online ini saya berharap juga bantuan dan kebijakasanaan dari Team Leader OSP 10 Prov.NAD untuk bisa meyelesaikan kasus ini. Saya mengucapkan terima kasih dan bantuan dan kerja samanya. Hormat saya, Mulazaruddin

Tanggapan 1

Posted by |Jan 11, 2016|
  1. Kepada Yth, Mulazaruddin di Gampong Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Propinsi Aceh Terima kasih telah menggunakan pengaduan on-line. Berikut ini tanggapan dari Asisten Infra Korkot 7 Kota Lhokseumawe, Propinsi Aceh atas pengaduan yang anda sampaikan: ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Berikut ini Penjelasan dari Asisten Infra Korkot 7 Kota Lhokseumawe OSP-10 Propinsi Aceh: Dengan Hormat,Melalui kesempatan ini saya ingin mengklarifikasi Terkait PPM di Website http : // p2kp.org pada tanggal 31 desember 2015 mengenai pembangunan Jalan Rabat Beton pada Lokasi lorong Oshin Dusun Syamsyahid Desa Keude Cunda. Menanggapi laporan PPM tersebut Saya Selaku Asisten Infra Korkot 7 Kota Lhokseumawe yang di dampingi oleh fasilitator infra tim 37 yang mendampingi kegiatan tersebut langsung melakukan Investigasi lapangan serta melakukan pertemuan langsung dengan aparatur kelurahan, KSM Pelaksana, Penerima Manfaat serta bertemu langsung dengan pihak yang melaporkan, adapun yang menjadi permasalahannya Sebagai berikut : 1. Tidak Adanya Pemberitahuan Atau Rembug sebelum di lakukan Pelaksanaan: BKM Telah melakukan Rembug di tingkat basis terkait pelaksanaan kegiatan tersebut sebelum kegiatan dilakukan, serta sudah mengkonfirmasi langsung oleh saudara mulazaruddin selaku penerima manfaat jalan tersebut serta selaku pihak pelapor saudara mulazaruddin dan orang tua beliau sudah memperbolehkan/menyetujui untuk dilakukan kegiatan tersebut dengan system kerja yang telah disepakati diawal, akan tetapi saudara mulazaruddin tidak melihat langsung ketika pekerjaan dilaksanakan, namun setelah pekerjaan selesai dilaksanakan saudara mulazaruddin baru menyadari kalau pintu garasi beliau tidak bisa di buka di karenakan tertahan oleh coran jalan tersebut. 2. Terkait yang melakukan Pekerjaan tersebut 1 Orang dari Pihak Luar dan 2 Orang Dari Panitia KSM Pelikan: Menggapi hal tersebut, Kami telah menanyakan langsung kepada BKM dan Aparatur Desa Bahwa 1 Orang Yang dilaporkan orang dari luar tersebut, bukan lah orang luar akan tetapi memang warga dusun Syamsyahid setempat yang menjabat sebagai tukang dalam pekerjaan tersebut akan tetapi, saudara mulazaruddin selaku Pihak pelapor tidak mengenal si tukang tersebut, di karenakan saudara mulazaruddin jarang di kampung karena saudara mulazaruddin bekerja diluar daerah sehingga beliau tidak mengenal tukang tersebut yang dianggap beliau orang luar. Padahal seluruh KSM dan Pekerja Merupakan Penduduk Dusun Syamsyahid Desa Keude Cunda. 3. Pekerjaan Jalan Rabat Beton Mengganggu Asset Saudara Mulazaruddin. Menanggapi hal tersebut Kami telah menanyakan langsung pada penerima manfaat bahwa, bukan pembangunan jalan tersebut yang mengganggu asset beliau (Pintu Garasi), Akan tetapi Asset beliau yang menggangu pengguna jalan ketika pintu garasi dibuka terkadang menghalangi pengguna jalan. Namun untuk mencegah keributan dan agar kedua belah pihak dapat menggunakan jalan dan Pintu garasi, kami telah mengambil kesepakatan yaitu, Pintu Garasi bagian bawah di potong dinaikkan dan dilas kembali seperti sediakala, agar tidak tertahan sama coran beton Jalan tersebut. Berikut lampiran jawaban (klik gambar untuk unduh file) : ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Demikian yang dapat disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih. PPM Pusat mengucapkan terima kasih kepada Asisten Infra Korkot 7 Kota Lhokseumawe OSP-10 Propinsi Aceh atas fasilitasinya. PPM P2KKP Wilayah II

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.