Sekretaris dan Bendahara PNP

Jan 24,2016
SURYA.co.id | GRESIK – Kedua terdakwa korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (PNPM - P) Kecamatan (UPK) Kedamean, Gresik, ahirnya divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan putusan berbeda. Selva Ayu Ariska (24) selaku sekretaris PNPMP divonis 1 tahun penjara sedangkan bendaharanya, Nasutiyon (32), divonis 2,5 tahun penjara. “Kami pikir-pikir atas putusan majelis hakim Tipikor Surabaya,” kata Prihatin, pengacara Nasutiyon, Minggu (24/1/2016). Sebelumnya, jaksa juga menuntut hukuman 2,5 tahun dan uang pengganti Rp 125 juta, subsider 6 bulan penjara. “Masih mepelajari berkas putusan, nanti kami akan sampaikan hasil pikir-pikirnya. Saya tidak ikut mendampingi Selva,” katanya. Sementara Selva yang baru melahirkan seorang anak, divonis hanya satu tahun penjara dan membayar denda Rp 50 juta, subsider 1 bulan penajara. Humas sekaligus Kepala Seksi Intelijen Kejari Gresik, Luthcas Rohman, juiga menyatakan masih pikir-pikir. Perkara korupsi dana PNPM ini terjadi akibat kedua terdakwa memakai dana untuk kelompok masyarakat. http://surabaya.tribunnews.com/tag/pnpm

Tanggapan 1

Posted by |Jan 25, 2016|
  1. Yth. Yuli Ahmada di tempat Mohon maaf pengaduan Saudari Yuli Ahmada tidak dapat kami tanggapi. Pengaduan online ini hanya yang berkaitan dengan PNPM- Perkotaan dan P2KKP. Semoga informasi tersebut bermanfaat. terima kasih. Salam, PPM- P2KKP

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PIM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.