Pengaduan On-Line

Sekali Lagi CALEG

DANIEL GUNAWAN Jan 21,2009
Mohon ditanggapi jangan hanya dengn menunjuk SPK pasal 5. dari deputi menko kesra sudah ada edaran yang menyatakan bahwa apabila seorang fasilitator sudah masuk dalam DCT, maka yang bersangkutan harus sesegera mungkin mengajukan pengunduran diri dari PNPM. Tapi yang terjadi di KMW Yogya lain lagi, mereka seolah gak pedulu dengan adanya surat tersebut atau berusaha membohongi atau membuat strategi untuk tetap bisa menjadi caleg sekaligus fasilitator. Sebetulnya surat edaran itu serius tidak sih? mohon sekali lagi pihak KMP atau siapapun yang berkepentingan dan peduli dengan PNP untuk segera menindaklanjuti. Tulisan ini saya buat bukan karena saya benci sama orang yang menjadi caleg, tapi untuk mengingatkan bahwa kalau dalam hal begini aja tidak ada kejujuran, terus buat apa kita gembar gemborkan tentang kebaikan, kejujuran dan lain sbagainya? Terima kasih

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.