Pengaduan On-Line

pelaku P2KP bermoral kan?

uragjuning Jul 21,2009

Saya seorang perempuan yang telah hidup bersama dengan sdr. Yuli Ahmada (jurnalis harian SURYA surabaya) selama 6 tahun lebih dengan 2 putra saya. Hubungan kami layaknya sebuah rumah tangga/keluarga. Kehidupan kami memang tidak selalu mulus. Tapi tidak pernah seberat ini. Keluarga kami sekarang hancur dan yang paling menghancurkan hati saya adalah ketika bapak anak2, Yuli Ahmada meninggalkan, bahkan terkesan mencampakkan kami sekitar 1 bulan yang lalu. Awal penderitaan anak2 saya dimulai kurang dari 3bulan yang lalu ketika sdr. Yuli Ahmada mewawancara Triyana Damayanti (ID Pelaku 9011252). Ternyata pertemuan itu berlanjut. Dan dengan gencarnya baik sdr Yuli Ahmada dan Triyana Damayanti telpon-telponan dan sms yang tak kenal waktu berjam-jam, pagi-siang-sore, malam, tengah malam hingga subuh. Dan ketika mereka melakukan hubungan intensif yang mesra, Triyana bahkan tidak peduli jika sdr Yuli sedang bersama saya dan anak2. Memang saat itu sudah curiga, tetapi sdr Yuli Ahmada mengatakan tidak ada apa2 dengan Triyana. Saya masih melakukan hubungan suami istri seminggu sebelum akhirnya mengatakan dia sudah berpacaran resmi dengan Triyana. Saya tanya," apakah Triyana tau hubungan kamu dengan saya". Di jawab,"tau". Bahkan triyana dengan pedenya mengatakan bahwa dia tidak ada urusan dengan saya, bahkan mau bertemu sendiri dg saya untuk mengatakan itu. Dia merasa Yuli sudah pacarnya, dan dia gak perduli bhw Yuli terikat hubungan dengan saya dan anak2.Dia gak merasa berdosa sama sekali bahwa proses dia berhubungan dengan Yuli adalah sebuah perselingkuhan, karena dilakukan saat sdr Yuli masih melakukan hubungan suami istri dengan saya. Sebelum mengenal Triyana, sdr Yuli adalah bapak yang baik bagi anak2nya. Kami memang tinggal berbeda kota, dia di Surabaya sementara saya dan anak2 di Blitar. Biasanya dia telp anak2 setiap hari, dan berkunjung seminggu sekali. Tapi semenjak mengenal dan menjalin hubungan dengan triyana, ia jadi bapak yang tega dengan anak2nya. Biasanya telp anak2 tiap hari, lalu berkurang jadi seminggu sekali, lalu sama sekali tidak menghubungi. Biasanya mengunjungi kami seminggu sekali, lalu berkurang menjadi sebulan sekali. Bahkan sekarang lebih dari sebulan. Triyana ini gampangan banget ya? hanya butuh 1 bulan telpon2an langsung mau diajak pacaran. Gak perduli apakah laki2 tersebut punya tanggungan atau tidak. Saya sedih jika melihat anak2 kangen bapaknya. Bertanya tentang bapaknya. Dan merindukan kehadiran bapaknya ketika hari pertama sekolah di kelas 1 SD. triyana gak perduli itu. Dia meminta yuli lebih memperhatikan dia ketimbang anaknya?? Rasanya koq gak etis sekali. gak bermoral pula. Menjalin hubungan yang diawali perselingkuhan dan yang jadi korban adalah anak2 usia 5 tahun dan 4 tahun. Jika triyana berceramah tentang hal2 baik sebagai facilitator social, tentu secara moral dia juga harusnya perempuan yang beretika dan bermoral kan? Lalu, gimana kalau ada yang berpikir,"perempuan gampangan koq menjadi facilitator sebuah lembaga yang bertujuan mulia seperti pnpm p2kp?". Tolong dipertimbangkan moral pelaku P2KP yang seperti ini. Bagaimana mengatasi masalah perkotaan sementara karena triyana ada 2 anak yang menjadi kehilangan bapaknya? Saya mengadukan hal ini bukan karena saya menginginkan sdr Yuli kembali. Tapi saya mengadukan ketidak adilan dan kesombongan yang telah dilakukan oleh pelaku P2KP yang telah melukai secara psikologis (terutama) dan sosial terhadap anak-anak saya. Terimakasih.

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.