Pengaduan On-Line

SNVT SUMUT MOHON DIGANTI

san Mar 13,2010
Ass. Wr. Wb Mencermati tingkah laku anak buah/penjilat2 SNVT termasuk SNVT yang selalu bikin pusing... kami semua faskel seharusnya SNVT PUSAT MEMBUKA MATA UNTUK MENGGANTI Sdr Ir. Nazarudin NASUTION, adapun berbagai alasan dan fakta yang kami kemukan : KMW V & IV : hampir semua anggotanya, yang dimaksud anggotanya ialah Semua bermarga nasution, lubis, Alumni IAIN,keponakan SNVT, anak adik SNVT,Anak abang SNVT, anak adek istri SNVT Anak Ipar SNVT, Tetangga SNVT yang bermarga Lubis, NAsution sekitar 85 % faskel titipan SNVT. kami tak permasalahkan jika titipan itu punya kemampuan dan kompetensi, bisa kita lihat, rasakan, hampir semua mereka-mereka tak punya otak.... hanya merusuh aja di lapangan..... Kalau dibuat persentase setiap kota/kabupaten anggota/titipan SNVT baik faskel, askot : Padang Sidempuan ( 100 % anggotanya), Tanjung balai ( 85 % ), Asahan ( 90 % ), Dairi ( 60 % ), Labuhan Batu ( 75 % ), Siantar ( 15 % ), Medan ( 97 % ), Karo ( 15 % ), Langkat ( 45 % ), Deli Serdang ( 77 % ), Tebing Tinggi ( 69 % ), Simalungun ( 55 % ) Kalau dI TINGKAT OC-1; anggota SNVT ialah T.A Cap. Building, T. A Infra, T.A M.K yang loyo, tak tahu apa-apa KMW V & IV : hampir semua anggotanya, yang dimaksud anggotanya ialah Semua bermarga nasution, lubis, Alumni IAIN,keponakan SNVT, anak adik SNVT,Anak abang SNVT, anak adek istri SNVT Anak Ipar SNVT, Tetangga SNVT yang bermarga Lubis, NAsution sekitar 85 % ASKOT TITIPAN SNVT. kami tak permasalahkan jika titipan itu punya kemampuan dan kompetensi, bisa kita lihat, rasakan, hampir semua mereka-mereka tak punya pengalaman.... hanya bermain politik praktis kerjanya..... BOP SNVT digunakan tak jelas, contohnya perekrutan sdr Mr. Collin, sebagian gajinya dibiayai oleh KMW V dan sebagian dibaiayai oleh SNVT. dan BOP SNVT ( khusus kunjungan lapangan ) hanya untuk Menembak dan melihat-lihat dan mencari-cari kesalahan YANG BUKAN ANGGOTANYA ( Pengrtian Anggota bisa lihat Diatas ). Dalam pentandatangan kontrak, Materai yang disediakan minimal 4 buah yang menyediakan bukan SNVT... SNVT pernah membiarkan "Seseorang " yang kariernya ( Mulai dari SF, Koorkot s/d T.A ) sampai sekarang PNS, dan gajinya dibiayai oleh 2 sumber pendanaan APBN, kalau di tinjau, ini melanggar hukum dan perundang-undangan. Banyak teman-teman yang keluar ( Termasuk saya ) Keluar dari P2KP karena muak melihat tingkah laku Anggota SNVT dan SNVT tersendiri. Saya juga dengar informasi, bahwa *Sdr Rustam Efendi ( Askot Infra ) hanya main tunjuk menjadi askot infra. * Sdr M. Abdi ( Askot CD ) hanya main tunjuk menjadi askot infra hanya sebulan, kemudian di alihkan menjadi Askot CD, memang pernah menjalani Kompetensi, tapi sudah lama dan Hasilnya saudara tersebut tidak masuk menjadi askot periode yang lalu, pernah juga melakukan penggelapan Dana BLM saudara tersebut diatas * Sdr M. Syarif ( Korkot ) hanya main tunjuk menjadi korkot, memang pernah menjalani Kompetensi, tapi sudah lama dan Hasilnya saudara tersebut tidak masuk menjadi Korkot periode yang lalu * Sdr Deny Zulkarnaen ( Buat masalah dengan masyarakat di langkat, tebing simalungun) dan Posisi SF diberikan Sama Sdr Deni Zulkarnaen untuk mengantisipasi pengurangan faskel CD *Sdr Jangga ( saya dengar pernah di SP-1 karena mengutip uang dari KSM) dan Posisi SF diberikan Sama sepertiSdr Deni Zulkarnaen untuk mengantisipasi pengurangan faskel CD.artinya banyak anggota SNVT yang berasal dari Faskel CD dinaikkan menjadi SF untuk mengantisipasi pengurangan Faskel CD. Mohon Pihak Pusat Jakarta meninjau ulang keberadaan Alumni AIAN ( Khusus Sumatera-Utara), sebab proyek ini di bawah naungan Departemen Pekerjaan Umum. masukan aja mereka dalam program pemberdayaan masyarakt di Departemen Lain. ( Misalnya Departemen Agama Demikianlah kami sampaikan keluh kesah ini, mohon di tindak lanjuti. Wassalam.

Tanggapan 1

Posted by san |Mar 15, 2010|
  1. Ass. Wr. Wb Kita tahu semua......BOP SNVT setiap tahun hampir 200-an jt, tapi apa yang diperbuat SNVT.........bisa kita hitung secara matematis berapa yang telah dikeluarkan oleh SNVT, tak sampai 50 % - 60 % selebihnya ....anda yang menilainya......... Jika Anggota - SNVT ( Anggota SNVT yang dimaksud sesuai tulisan sebelumnya ) yang ketahuan " MAKAN BLM ", dia hanya bilang dengan enteng " KALIAN AMANkan DILAPANGAN, JANGAN SAMPAI RIBUT ", BISA KALIAN BERMAIN, TAPI KALIAN HARUS KENDALIKAN MASYARAKATNYA (rekaman suara beliau ada pada nara sumber), apakah itu seorang sikap SNVT, yang mana SNVT seorang Birokrat Murni, nota bene yang sering mempermainkan proyek di P.U. Banyak contoh.... seperti kasus tanjung balai..... kasus padang sidempuan.......... KAsus Dairi............banyak lagi kasus yang di back up nya.......... ada faskel di sumatera utara yang bermarga NASUTION pernah bertugas di padang sidempuan, tak pernah ke lapangan selama 3 - 4 bulan,padahal beliau tahu faskel tersebut tak pernah ke lapangan dal beberapa bulan dan tak pernah di beri surat peringatan, tak pernah ada pemotongan gaji...... ... Memang di akui SNVT SUMUT LICIK, LICIN, sama seperti anggotanya yang menamakan HImpunan masyarakat pemberdaya indonesia, yang nota bene, dijadikan awal untuk mendukung pencalonan SNVT menjadi walikota Medan, ternyata gagal dan batal karena hitungan2 politis tak sanggup melawan calon walikota lain.... Kami sudah menemui wartawan yang sering mangkal di dinas TArukim, DPRD Sumut,dari hasil perbincangan dengan teman-teman wartawan memang kami banyak temukan proyek-proyek yang dikerjakan SNVT di lingkungan dinas Tarukim, banyak Yang .......??? Kesimpulan kami, pada saat ini Posisi SNVT sangat kuat....jadi kami undur niat kami untuk melaporkan beliau kepada Pihak berwajib, jadi selama 2 tahun ini, kami harus bekerja keras untuk mengumpulkan Bukti, supaya Proses " PEMAKZULAN " dapat lancar, pada 2 - 3 tahun berikutnya ( Minimal masuk penjara ) Wassalam

Tanggapan 2

Posted by san |Mar 18, 2010|
  1. Kepada Yth : Tim PPM Pusat di Jakarta Ass. Wr. Wb Mengapa Tidak ada tanggapan dari Tim PPM Pusat....... ? SNVT SUMUT harus bertanggung jawab atas PNPM di Sumatera -UTara ? Mengapa ??? 1. Karena banyaknya Marga Lubis, Nasution yang tidak punya kemampuan, baik di level faskel, SF, Askot, Koorkot maupun T.A 2. Hampir 85 % titipan.......SNVT, yang baru keluar SKTL nyapun bisa masuk ke PNPM, dengan catatan itu rekomendasi SNVT. 3. Kita masih ingat dengan Aulia Pohan ( Mantan Dewan Gubernur Indonesia ), gara-gara dia salah mengambil kebijakan, dia masuk PENJARA.dia dipenjarakan setelah habis masa jabatannya sebagai dewan gubernur indonesia, memang ZAman sekarang susah memenjarakan orang, pada saat masih menjabat atau masih berkuasa... ( Tunggu tanggal mainnya )... Tahun 2007 - 2009 yang silam, dia masih mengambil kebijkan dengan cara MeNERUSKAN KONTRAK SOLAHUDDIN menjadi askot sampai koorkot, padahal solahudin itu PNS ( Dosen di IAIN ) 4. Turut campur tangannya SNVT dalam penentuan Koorkot, Askot, Faskel sampai cleaning service......... sehingga banyak dalam satu Tim faskel itu terbelah dua, yang satu pro SNVT, yang satu lagi kontra.jadi tak kondusif jadinya di lapangan 5. Satu-satunya Koorkot yang tidak bernepotisme dengan SNVT adalah Koorkot Sri Wahyuni ( Berasal dari NTT ). coba bayangkan korkot dari daerah lain mereka itu hampir semua Progresssnya Mendekati NOOOOOOOOLLLLLLLLLLL......Lkonco-konco SNVT, Penjilat SNVT, lihat korkot siantar, Tebing, Tanjung balai,Langakt, asahan, medan, DeliserdangLabuhan Batu, dairi ( Penjilat dan kocoismenya SNVT ) 6, MULAI TAHUN 2006 - SAMPAI SEKARANG, SUDAH 200000 KALI ROTASI, AKIBAT ULAHNYA snvt, HABIS ANAK BUAHNYA PILIH-PILIH JABATAN, LOKASI DAMPINGAN, ENAK SEKALI MEREKA, SUKA - SUKA MEREKA MENGATUR POSISI SEGALA LEVEL, SUKA-SUKA MEREKA MAU KELAPANGAN ATAU TIDAK KELAPANGAN, macam punya mereka aja PNPM Ini Wassalam

Tanggapan 3

Posted by san |Mar 19, 2010|
  1. KEPADA YTH : TIM PPM PUSAT DI JAKARTA Ass. Wr. Wb Setelah tulisan ini di turunkan, kelompok SNVT sudah beberapa kali rapat / pertemuan untuk membahas isi Web ini. untuk mengimbangi pertemuan-pertemuan mereka. kami pun sepakat sebagai mantan faskel yang telah di ********,kami akan merangkul BKM/LKM, LSM-LSM , poitisi, legislatif, praktisi hukum, dll. kebetulan banyak LSM-LSM yang mendukung gerakan kami, termasuk ada 6 LSM nasional dari jakarta turun langsung mengikuti pertemuan kami agar gaungnya menjadi nasional...... Dari Informasi teman-teman LSM jakarta. Kebetulan PNPM MANDIRI adalah Senjata andalan Partai Demokrat ( SBY ) dalam kampanye pilpress, dan ternyata sejak Tahun 2007,PNPM sarangnya koruptor, maka di sarankan supaya dii komunikasikan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) agar dibentuk PANSUS PNPM GATE, karena melebihi 6,7 Trilyun ( Melebihi uang BANK CENTURY ) telah tak jelas penggunaan uang rakyat. Kebetulan ketua Tim PNPM Pusat adalah Menko Kesra adalah KADER GOLKAR, dimana PARTAI GOLKAR siap menarik kadernya dari jajaran kabinet, jika tidak sesuai dengan nota kesepahaman koalisi. kami yakin banyak orang pusat sampai daerah akan terkena imbasnya. Tim SNVT Pusat dan daerah HARUS BEERTANGGUNG JAWAB ATAS PENYALURAN BLM yang TERLALU di paksakan......... Kebetulan LSM kami yang di daerah / lokal dimana PNPM Mandiri Perkotaan ter realisasi, mereka terus mengikuti langkah pergerakan SNVT dan termasuk penjilat2/ Anggota SNVT di daerah dimana PNPM Perkotaan berada Tidak rahasia umum lagi dan menurut informasi yang kami dapat ( SMS dan rekaman telfon SNVT, ada pada narasumber), jika Konsultan ingin invoice dananya, PASTI SNVT SUMUT minta "JATAH ", banyak kegiatan-kegiatan SNVT, dibagi duakan dengan KOnsultant. Kepada Tim PPM yang terhormat,menurut informasi yang kami dapat begiitu banyaknya uang terbuang dengan percuma, akibat ulah SNVT, sebagai contoh pada tahun 2008 - 2009 jl. Sei Belutu Gg Keluarga, buku2, Pedoman, Media Sosialisasi, dll banyak menumpuk di kantor KMW, hanya 15 % buku2, Pedoman, Media Sosialisasi, dl disalurkan. ( Kenapa dia tak intervensi ......???, kalau masalah Posisi Faskel s/d Tenaga Ahli, beliau SELALU INTERVENSI) menurut LSM kami di daerah P. Sidempuan bahwa Taufik Hidayat ( Koorkot P. Sidempuan, titipan SNVT ) yang lagi bermasalah sekarang......dan masuk pemberitaan media massa minggu-minggu yang lalu Saran kepada Tim PPM, agar perekrutan faskel dibuat secara ketat, jangan asal comot aja, banyak Titipan SNVT, tidak mengikuti Pelatihan Dasar, Sistem Penyisipan Menurut LSM Kami di Binjai, tahun 2008 - 2009 yag lalu bahwa Mobil Dinas Koorkot diatas tahun 2000-an, tapi kenyataannya SNVT tutup mata, atas Mobil DInas INsan Kamil Efendi ( Koorkot Binjai ) yang nota bene masih Tahun pembuatan Tahun 1980-an.... Bersambung......... Wassalam

Tanggapan 4

Posted by san |Mar 23, 2010|
  1. Kepada Yth : Bapak Pimpinan KPK Bapak Perwakilan BPK di Sumatera -Utara Bapak Menteri P.U Bapak Dirjen Cipta Karya Bapak Direktur PBL Bapak SNVT Pusat Di Jakarta Ass. Wr. Wb Berdasarkan Hasil Penelusuran Kami bahwa pada tahun 2009, Bapak SNVT Telah membeli Mobil Inova seri terbaru warna hitam dengan HARGA RATUSAN JUTA RUPIAH , Nomor Plat BK 1968 N ( Foto Mobil ada pada Narasumber ), hingga sekarang Mobil Inova SNVT berjumlah 2 unit. coba kita bayangkan untuk 1 unit Mobil Inova memakan biaya operasional 3,5 juta/bulan ( Beli bensin, ganti oli, Biaya parkir, biaya service, dll ). jika 2( dua ) unit berarti Pihak SNVT harus mengeluarkan 7 juta/bulan. Dengan Tahun yang sama juga SNVT merehab Rumahnya dengan biaya RATUSAN JUTA ( Foto rumah ada pada Nara sumber ) Belum lagi SNVT berencana membeli lahan dan kebun.... dengan bertambahnya/ melonjak HARTA KEKAYAAN pada 2-4 tahun belakangan ini, patut dipertanyakan, bila dibandingkan dengan Pendapatan/gaji beliau..... Pada Periode September - Desember Tahun 2009, pihak SNVT beserta penjilatnya mengikuti beberapa pertemuan dengan hasil sebagai berikut : 1. Robby ( Koorkot Siantar ) Menjadi T. A Monev 2 Sapriyandi . M Menjadi T.A Infra ( Sudah Terealisasi ) 3. Armein Lubis Menjadi T.A MK ( Sudah Teralisasi ) 4. Solahuddin ( Seorang PNS) Menjadi T.A. Cap. Bul. ( Sudah Terealisasi ) 5. R. Syarif Menjadi Koorkot Medan ( Sudah Teralisasi ) 5. Ridho Menjadi Koorkot Deli Serdang 6. M. Abdi Menjadi Koorkot Binjai 7. Deni Zulfikar Nasution Menjadi Askot Medan 8. Firsan Moraza Menjadi Askot CD atau Askot MK 9. M. Amin Lubis Menjadi SF 10. Ramayanti Nasution Menjadi SF 11. Nurhidayah Nasution Menjadi SF Berdasarkan laporan yang kami terima......coba ditanyakan kepada sdr R. Syarif, kapan beliau Pelatihan Dasar Fasilitator ?, dan berdasakan laporan, hampir semua kerjaan Askot CD di Kabupaten Karo dikerjakan oleh sdr Beni Tarigan ( Askot MK ). Dan Semua kinerja Tim Fasilitator di kab. karo sangat bagus, sehingga Laporan Kemajuan Progress Di kab. karo Baik, BUKAN KARENA KINERJA Sdr R. Syarif Yang bagus, tetapi kinerja Fasilitator yang baik. Di sumatera - utara, kinerja Fasilitator, askot, koorkot yang BURUK JUSTRU DIPROMOSIKAN dan ada PENINGKATAN jabatan, sedangkan fasilitator yang baik kinerja nya tidak dipromosikan. SNVT dan Pihak-pihaknya seringan MENGHEMBUSKAN ISU-ISU bahwa Orang-orang SUMATERA dan ORANG-ORANG DILUAR SUMATERA mereka mengatakan bahwa orang sumatera bisa menjalankan program PNPM, jadi mereka mendeskritkan orang-orang T.A, T.L atau koorkot yang bukan orang sumatera - utara. Menurut Kelompok SNVT dan pengikut-pengikutnya yang BISA MENJALANKAN PROGRAM PNPM di Sumatera _UTARA adalah yang bermarga NASUTION, LUBIS, HARAHAP, SIREGAR...... Sudah beberapa orang pergantian T.L dan T.A di KMW, itu akibat ulah dan tekanan SNVT dan penjilatnya, ( Sebagai contoh : Pak Endang, Pak Ifan Afani,dll ) Setelah diselidik, ternyata Kejatuhan Pak Subur( Koorkot ) menjadi askot, ada hubungan langsung / tidak langsung ada hubungan dengan SNVT, hanya SNVT dan kelompok-kelompoknya pintar menyembunyikan dan pintar bermain di belakang layar Ibarat Zat Kimia Hidrogen Sulfida ( gas H2S, yang disebut Buang angin alias preeeet preet.....pret...kentut ) begitulah di lambangkan Kelompok-kelompok SNVT bermain, Kedengaran bunyinya,tapi bisa diraskan bau nya, tapi tak bisa dilihat ), Misalnya Seorang Sdr M. Abdi, yang nyata2 bermain " BLM ", malah DIANGKAT MENJADI SF, kemudian diangkat menajdi Askot Infra dan atas permintaan M.Abdi kepada SNVT dipindahkan menjadi Askot CD. Ini tak pernah mengikuti Komptensi Askot Infra dan CD. sungguh Luar Biasa.... Bersambung................. Wassalam

Tanggapan 5

Posted by |Mar 23, 2010|
  1. Kepada Yth, Rekan Pandir Rapandai di Tempat Terima kasih telah menggunakan pengaduan online. Mohon maaf atas keterlambatan merespon pengaduan anda. Kami telah menyampaikan permasalahan ini kepada PD OC-01, KMW Prov. Sumatera Utara untuk meminta klarifikasi terkait pengaduan yang anda sampaikan dan kami akan menayangkan hasil klarifikasi dari KMW Prov. Sumatera Utara bila sudah ada tanggapannya. Terima kasih juga kami sampaikan atas saran-sarannya dan akan kami sampaikan kepihak yang berkompeten agar program ini dapat berjalan dengan baik sehingga cita-cita luhur program dapat tercapai. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Salam, PPM - PNPM Mandiri Perkotaan

Tanggapan 6

Posted by san |Apr 6, 2010|
  1. Kepada Yth : Tim PPM Pusat di Jakarta Ass. Wr. Wb Mencermati hasil tulisan kami tidak ada tanggapan. maka dalam beberapa minggu yang lalu kami telah rapat dengan membentuk KorProp ( Kordinator Propinsi ) dan Korda ( Koordinator daerah ) kami telah membentuk di 21 propinsi dan 157 Korda ( Kabupaten/kota ) untuk mencermati Kinerja Satker Di indonesia termasuk Tim PPM sendiri serta pelaku-pelaku PNPM. Dari hasil kinerja Korprop sumut telah di ambil kesepakatan : 1. penayangan tulisan di web tidak efetif dan tidak ada tanggapan, maka di ambil kesimpulan maka penulisan di web di minggu-minggu berikutnya penayangannya maksimum 3 x tayang lagi. jadi akan di fokuskan pengambilan data-data di lapangan ( Maksimum Bulan Desember 2012 sudah terkumpul ) untuk di jadikan barang bukti di Pengadilan nanti, agar tidak dikatakan tulisan ini fitnah. 2. Istri Bapak Ir. Nazarudin Nasution bermarga Lubis, jadi wajarlah yang berkuasa itu bermarga nasution, lubis, harahap, siregar, Alumni IAIN. 3. Istri M. Abdi bermarga Lubis, wajarlah di angkat tanpa kompetensi, ada unsur juga Poitik Balas Jasa 4. Istri T.A Infra bermarga lubis, wajarlah di angkat menjadi T.A Infra, hasil loby-loby biasalah di PNPM banyak-banyak loby-loby nya 5. Deny Zulfikar Nasution. Kebetulan Bapak Ir. Nazarudin Nasution punya saudara laki-laki, Deny ini adalah anak dari saudara laki-laki Bapak Ir. Nazarudin Nasution, wajarlah di angkat tanpa kompetensi 6. M. Ridho Lubis, biasalah Mata-mata / tangan kanan Bapak Ir. Nazarudin Nasution, M. Ridho Lubis, adalah anggota OKP ( IPK Medan ). 7. Minggu depan kami akan tayangkan ada beberapa Faskel ( Eks KMW V ) Hasil Titipan Satker 8. Berikut ini kami sampaikan ada beberapa Faskel ( Eks KMW IV ) hasil titipan Satker yaitu : * M. Fauzi ( Faskel Langkat, cross check ke BKM Sei Lepan & BKM Stabat, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) * Melani Lubis ( Faskel Binjai, cross check ke BKM Binjai Barat, timur Selatan, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) * M. Azrun ( Faskel , cross check ke BKM Kabanjahe, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) * Wahyudi ( Faskel , cross check ke BKM Binjai, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) * Nurainun Lubis ( Faskel , cross check ke BKM Binjai, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) * Zulphi Andika, alumni IAIN ( Faskel , cross check ke BKM Tanjung Morawa, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) *Siti Aisyah Lubis ( Faskel , cross check ke BKM LAu Dendang, Bandar kalifah, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) *Maharani Lubis ( Faskel , cross check ke BKM Tanjung Morawa dan BKM Lubuk Pakam, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) *Budi Darma ( Faskel , cross check ke BKM Medan estate, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) * Deni Zulfikar nasution ( Faskel Langkat, cross check ke BKM Sei Lepan & BKM Stabat, bagaimana KInerjanya, ? ? ?, total dana yang telah dikutip Sdr Deni Zulfikar selama pendampingan di BKM di simalungun dan tebing tinggi sebesar 10 juta lebih, termasuk makan minum selama pendampingan di bayar oleh BKM) * Fahri Hidayat Lubis ( Faskel , cross check ke BKM siantar, bagaimana KInerjanya, ? ? ? ) *Firzan Morazza ( Faskel Tebing, cross check ke BKM Padang Hulu, Rambutan dan Padang Hilir, bagaimana KInerjanya, ? ? ?, total dana yang telah dikutip Sdr Firsan Moraza selama pendampingan di BKM di tebing tinggi sebesar xxxx juta lebih, termasuk makan minum selama pendampingan di bayar oleh BKM, datang ke tebing atau wilayag dampingan hanya sekali seminggu) * Rustam efendi ( Faskel Tebing, cross check ke BKM Padang Hulu, Rambutan dan Padang Hilir, bagaimana KInerjanya, ? ? ?, total dana yang telah dikutip Sdr tersebut selama pendampingan di BKM di tebing tinggi sebesar xxxx juta lebih, termasuk makan minum selama pendampingan di bayar oleh BKM) * Abdul Rahman Lubis ( Faskel deli serdang, kinerjanya ? ? ? ) * Yosi Melinda Lubis ( Faskel deli serdang, kinerjanya ? ? ? ) * Nurlena Nasution ( Faskel Medan, check BKM Medan Deli dan BKM Medan Timur, kinerjanya ??? ) * Ramayanti Nasution ( Faskel Medan, kinerjanya ? ? ? ) * Era Mora Nasution ( Faskel Medan ????) * Munim Drajat , alumni IAIN ( Faskel deli serdang, kinerjanya ??? ) * Nurhidayah Nasution ( Faskel deli serdang, kinerjanya ? ? ? ) * Wisuda Nasution ( Faskel medan, Kebetulan Bapak Ir. Nazarudin Nasution punya saudara laki-laki, wisuda ini adalah anak dari saudara laki-laki Bapak Ir. Nazarudin Nasution, wajarlah di angkat tanpa pelatihan Pra Tugas * Anwar Lubis ( Faskel Medan, check BKM Medan Deli dan BKM Medan Timur, kinerjanya ??? ) * M. Ridho Lubis ( Check kinerja dengan Mantan TL, Bapak Ifan Afani, Andi Asdar, Dedi witardi. M. Ridho tak jelas kinerjanya ? ? ? ) * Torkis Endaraja Lubis ( Faskel Medan, check BKM Medan Deli dan BKM Medan Timur, kinerjanya ??? ) * Taufan Alam Nasution ( Faskel Medan, check BKM Medan Maimun , kinerjanya ???, jarang kelapangan ) * Jangga Siregar ( Faskel Medan, pernah makan BLM, tapi BLM tersebut dikembalikan, check BKM Medan Deli, diangkat tanpa kompetensi, kinerja ??? ) * Yeni Rahayu Lubis ( Faskel Medan , check ke BKM medan perjuangan ) Bersambung.............. Wassalam

Tanggapan 7

Posted by |Apr 6, 2010|
  1. Kepada Yth, Rekan Pandir Rapandai Di tempat Terima kasih telah menggunakan pengaduan on-line. Berdasarkan kaidah tata tertib penggunaan pengaduan on-line pada situs PNPM Mandiri Perkotaan disebutkan bahwa “Pengaduan On-Line dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan PNPM Perkotaan. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara On-Line.” Dikarenakan pengaduan anda telah melanggar tata tertib penggunaan pengaduan on-line. Maka dengan berat hati terpaksa kami tidak dapat tayangkan isi pengaduan anda. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Wassalam PPM PNPM Mandiri Perkotaan

Pengaduan Online

    Pengaduan Online dipergunakan untuk menyampaikan informasi yang bersifat pengaduan tentang pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan pengaduan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya secara Online. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah.

    PPM Pusat akan memfasilitasi setiap pengaduan yang masuk di pengaduan on-line bila :
    1). Menyebutkan lokasi kejadian yang diadukan secara lengkap (ada nama Kel/Desa, Kecamatan, Kab/Kota dan Provinsi)
    2). Isi pengaduan (substansi) terkait dengan pelaksanaan KOTAKU.
    3). Disertai dengan bukti-bukti pendukung terhadap permasalahan yang diadukan untuk menghindari terjadinya fitnah.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.