Beranda Forum Kirim Tanggapan

PUPR Tahun ini Membangun Infrastruktur yang Langsung Menyentuh Rakyat

nurulx Mar 4,2019

Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjelaskan pembangunan infrastruktur kerakyatan masih jadi program prioritas Kementerian PUPR pada tahun 2019. “Pembangunan infrastruktur kerakyatan faedahnya dirasa langsung oleh penduduk seperti jembatan gantung, rumah subsidi, perlakuan lokasi kumuh, air minum serta sanitasi,” kata Menteri Basuki waktu lalu.

Beberapa program infrastruktur kerakyatan dikerjakan dengan pola Padat Karya Tunai lewat Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR yaitu Program Kota Tiada Kumuh (KOTAKU), Sanitasi Berbasiskan Penduduk (SANIMAS), Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Lokasi (PISEW), Penyediaan Air Minum serta Sanitasi Berbasiskan Penduduk (PAMSIMAS) serta Program Tempat Pemrosesan Sampah Reduce, Reuse serta Recycle (TPS-3R).

“Program-program itu tesebar di semua Indonesia serta dikerjakan bersinergi dengan pemerintah daerah serta pemberdayaan penduduk,” kata Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga pada acara jumpa wartawan belakangan ini.

Dalam kurun waktu 4 tahun (2015-2018), Danis H. Sumadilaga mengemukakan lingkup pembangunan infrastruktur kerakyatan. Program KOTAKU yang mempunyai tujuan mengatasi lokasi kumuh di perkotaan sudah dikerjakan di 14.960 tempat dengan keseluruhan luas seputar 23 ribu hektare serta biaya Rp 2,82 triliun yang dipakai untuk investasi berbentuk jalan lingkungan, drainase, persampahan, instalasi pemrosesan air sampah komunal, jembatan kecil serta perlindungan kebakaran.

“Sementara Program PISEW pada umumnya mempunyai tujuan tingkatkan sosial serta ekonomi dua desa yang sangat banyak ialah pembangunan atau penambahan jalan yang menghubungkan antar desa, walau ada pula bentuk yang lain seperti air minum serta sanitasi,” jelas Danis. Capaian penerapan PISEW yaitu sudah dikerjakan di 1.664 desa dengan biaya Rp 1.21 triliun.

Untuk PAMSIMAS serta SANIMAS mempunyai tujuan eningkatkan akses penduduk pada service air minum serta sanitasi di lokasi perdesaan serta peri urban hingga kurangi praktik buang air besar asal-asalan serta tingkatkan derajat kesehatan penduduk. Capaian PAMSIMAS saat 4 tahun yaitu sudah dikerjakan 10.059 tempat dengan biaya sebesar Rp 2,38 triliun. Untuk SANIMAS sudah mencapai 2.635 tempat dengan keseluruhan biaya Rp 1,23 triliun.

Dalam penetapan tempat, Danis menjelaskan jika hal itu berdasar pada saran pemerintah daerah berdasar pada input dari penduduk. “MIsalnya tempat penerapan program KOTAKU, titik-titk kumuh telah dipastikan berdasar pada Surat Ketetapan Gubernur,” tuturnya.

Lewat lima program infrastruktur kerakyatan itu pun sudah memberi lapangan kerja buat 15-25 orang tiap-tiap tempat pekerjaan hingga keseluruhan seputar 445 ribu orang.

Tahun 2019, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR menganggarkan Program Padat Karya Tunai sebesar Rp 2,1 triliun terbagi dalam KOTAKU Rp 283 miliar dengan tujuan 1.193 kelurahan, PISEW Rp 540 miliar dengan tujuan 900 kecamatan, SANIMAS Rp 318 miliar dengan tujuan 823 tempat, PAMSIMAS Rp 962 miliar dengan tujuan 5.323 desa. Jumlahnya tenaga kerja yang dapat terserap sekitar 138 ribu orang.

Peraturan Penulisan Forum

    Forum ini dipergunakan untuk curah pendapat pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan berita atau pesan atau tulisan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah. Tim Website KOTAKU tidak bertanggungjawab atas isi atau kebenaran informasi di forum ini.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.