Forum

Beranda Forum Kirim Tanggapan

Permukiman Kumuh di Sela Bangunan Megah Pusat Palembang

kirana May 29,2018

Di tengah padatnya pembangunan infrastruktur megah di Kota Palembang, masih saja ada pemukiman kumuh. Salah satunya berada tepat di samping Balai Kota Palembang, di Jalan Temon Kuto Batu, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

Kawasan kumuh ini hanya berjarak beberapa puluh meter dari kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Palembang.

Sepanjang kali di Jembatan Sekanak Palembang dipadati dengan permukiman panggung dan rumah berbahan kayu. Sebagian rumah kayu yang ditutupi seng ini dihuni oleh belasan Kepala Keluarga (KK) di Palembang.

Meskipun pemukiman kumuh ini sudah tidak bertebaran sampah lagi seperti sebelumnya, penggunaan air untuk kesehariannya masih memanfaatkan air kali Sekanak.

Seperti diungkapkan Sofiah (65), para warga di pinggiran kali Sekanak ini menggunakan air kali untuk mencuci piring, cuci baju hingga mandi.

Padahal, air kali tersebut berwarna cokelat, berbau busuk dan lumut yang banyak bertebaran. Tak jarang, banyak sampah yang menggenang di anak sungai pemukiman kumuh ini.

"Airnya agak bening kalau air pasang, kalau air surut akan banyak sampah. Apalagi baunya menyengat, dari sampah yang mengendap," katanya kepada yalla shoot, Kamis, 25 Januari 2018.

Ada yang untuk mandi, cuci piring dan baju. Kalau airnya kotor, jarang digunakan. Apalagi banyak lumut. Tunggu airnya suruh dulu," ungkapnya.

Dia dan para warga lainnya sengaja menggunakan air di kali. Selain menghemat penggunaan air ledeng, menggunakan air kali di kawasan ini juga tidak terbatas dan melimpah.

Sama halnya disampaikan Johani (66). Sejak usia 8 tahun, dirinya sudah tinggal di pinggiran bantaran kali Sekanak Palembang ini. Dulu air kali ini sangat bersih dan tidak ada sampah yang bertebaran.

"Sekitar tahun 1990-an airnya masih bening, bagian dalam kali juga bisa terlihat, pasir-pasir kali. Sekarang jorok, bau dan keruh. Bagian bawah kali ini kebanyakan sampah semua," ucapnya.

Banyak sampah yang sering menggenang di aliran kali Sekanak ini, lanjutnya, berasal dari aliran Sungai Musi dan kali di ujung anak Sungai Musi di dekat permukimannya.

Bahkan ada satu got kecil di samping rumahnya yang mampet dan penuh dengan tumpukan sampah rumah tangga.

"Kalau air pasang, air got di samping rumah ini baru mengalir. Kalau tidak, ya penuh dengan sampah dan jorok," katanya.

Kebanyakan para warga di bantaran kali Sekanak ini berprofesi sebagai buruh kasar. Rumah seng ini juga disewa dengan harga Rp 1,5 Juta selama satu tahun.

Tanggapan 1

Posted by ridone |Sep 4, 2018|
  1. anjutnya, berasal dari aliran Sungai Musi dan kali di ujung anak Sungai biodata zaskia gotik

PERATURAN PENULISAN PESAN

    Forum ini dipergunakan untuk curah pendapat pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan berita atau pesan atau tulisan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah. Tim Website KOTAKU tidak bertanggungjawab atas isi atau kebenaran informasi di forum ini.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.