Forum

Beranda Forum Kirim Tanggapan

Waduh! Kontraktor di TTU Main Ancam Dinas Pekerjaan Umum Lantaran Soal Ini

lala Jan 18,2018

Kontraktor pelaksana pekerjaan saluran irigasi Banopo, Dery Naben mengacam membongkar kembali bronjong di tempat project di Desa Tuplopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU.

Pasalnya, cost pekerjaan bronjong dengan volume 22 mtr. belum juga dibayar oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten TTU.

Deri Naben menyebutkan hal semacam ini pada Pos Kupang di Kefamenanu, Rabu (3/1/2018).

Menurut Dery, ia menagih uang sisa pekerjaan yang belum juga dibayar oleh Dinas PU Kabupaten TTU sebesar Rp 131 juta lebih cocok volumen pekerjaan penambahan.

Jika Dinas PU tidak membayar uang sisa project itu, jadi ia juga akan membongkar kembali bronjong yang telah terpasang selama 22 mtr. atau 107 mtr. kubik.

" Bila memanglah pernyataan tanggungjawab ganti rugi dari PPK tidak terealisasi jadi saya bongkar kembali bronjong penambahan, " kata Deri.

Menurut Dery, dalam kontrak kerja, volume pekerjaan pemasangan bronjong selama 44 mtr. serta ia telah kerja sampai usai.

Lalu, PPK memerintah kontraktor dengan lisan untuk menaikkan volume pekerjaan pemasangan bronjong 22 mtr..

PPK menanggung dapat membayar cost pekerjaan tambahannya itu sesudah kontraktor memajukan adendum.

Sesudah pekerjaan usai, dinas PU cuma membayar uang sesuai sama volume yang termuat dalam kontrak yaitu 44 mtr., sesaat pekerjaan penambahan 22 mtr. tidak dibayar.

Deri mengakui, dianya telah memajukan adendum menambahkan volume serta RAB, tetapi hingga di dinas PU tidak dapat diolah selanjutnya untuk menambahkan uang project.

Karna system aplikasi keuangan di Dinas Keuangan telah terkunci. Berkaitan problem itu, berlangsung negosiasi pada PPK serta kontraktor sampai buat perjanjian lisan.

Menurut Deri, PPK atas nama Wendelinus Laka bertanggungjawab membayar uang menambahkan volume pekerjaan itu dengan catatan, menambahkan cost cuma untuk pembelian material, sedang cost tenaga kerja yang sesuai sama RAB dari kontraktor tidak dihitung.

Kontraktor terima perjanjian itu hingga dari keseluruhan Rp 131 juta yang sesuai sama RAB, cuma dibayar Rp 56 juta. Hingga pekerjaan usai, uang Rp 56 juta tidak dibayar oleh dinas.

Dinas cuma membayar uang sesuai sama kontrak yaitu Rp 1, 2 M.

Pelaksana Pekerjaan Kadis PU Kabupaten TTU, Yani Salem yang di konfirmasi wartawan, Kamis (4/1/2018) menyebutkan, dinas telah membayar uang pada relasi sesuai sama kontrak kerja.

Dokumen adendum menambahkan volume project itu tak ada hingga waktu pembayaran uang project tetaplah berdasar pada kontrak kerja yang ada.

Berkaitan ancaman dari kontraktor untuk membongkar bronjong di tempat project, Salem menyebutkan, ia mempersilahkan kontraktor streaming sctv membongkar. Seandainya tidak mengakibatkan kerusakan pekerjaan yang telah ada. Karna pekerjaan itu telah jadi satu kesatuan hingga tak ada volume penambahan.

" Silakan bongkar. Bila dia bongkar lantas merusakan pekerjaan yang beda, jadi ia siap melakukan perbaikan,

PERATURAN PENULISAN PESAN

    Forum ini dipergunakan untuk curah pendapat pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan berita atau pesan atau tulisan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah. Tim Website KOTAKU tidak bertanggungjawab atas isi atau kebenaran informasi di forum ini.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.