Forum

Beranda Forum Kirim Tanggapan

Ditarget Rp 102 M, Hingga Juli Realisasi PAD Luwu Baru 46%

selvi Jul 30,2018

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Luwu Tahun anggaran 2018 sebesar Rp 102 miliar.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Luwu, Moh Arsal Arsyad kepada TribunLuwu.com, Minggu (29/7/2018).

Arsal mengatakan, realisasi PAD hingga Juli baru 46 persen atau sebanyak Rp 47 miliar. "Serapan PAD kita masih minim, sampai bulan Juni laporannya masih di bawah 50 persen," ujarnya.

Minimnya PAD hingga trismester kedua ini dikarenakan masih ada dinas yang laporan PADnya masih 0 persen dari target.

Seperti Dinas PU masih 0,56 persen dari targer Rp 2 Miliar, Dinas Pertanian 4,37 persen target Rp 1 Miliar, Dinas Perikanan 15,12 persen target Rp 410 juta, Dinas Pariwisata 14,06 persen target Rp 50 juta.

"Alasannya Dinas PU masih banyak piutang pihak ketiga belum terbayar, yah kenapa tidak ditagih. Terus Perikanan katanya alat beratnya satu sudah rusak, doa setelah adzan kalau sudah tidak bisa diperbaiki lelang saja. Dari pada tinggal begitu rusak tidak menghasilkan apa-apa," jelasnya.

Arsal juga memberikan saran kepada Dinas Pertanian untuk gencar meningkatkan pemasaran benih dan bibitnya.

"Kenapa tidak manfaatkan penyuluhnya tiap kecamatan taruh bibit dan benihnya. Karena tidak mungkin petani dari Larompong mau ke IKP Ponrang beli bibit, atau ke Karetan Walenrang beli bibit durian," tuturnya.

 

PERATURAN PENULISAN PESAN

    Forum ini dipergunakan untuk curah pendapat pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan berita atau pesan atau tulisan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah. Tim Website KOTAKU tidak bertanggungjawab atas isi atau kebenaran informasi di forum ini.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.