Forum

Beranda Forum Kirim Tanggapan

Dinas Tarkimsih dan Dinas PU Kabupaten Sukabumi Harus Turun Tangan

selvi Aug 1,2018

Kondisi puluhan siswa MI Pasir Badak di Kampung Pasir Kandel, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, yang terpaksa harus bertaruh nyawa saat melintasi sungai Citalahab sepanjang 50 meter agar dapat belajar ke sekolahnya, mengundang respon wakil rakyat.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Tarkimsih dan Dinas PU, segera melihat ke lokasi dan merencanakan solusi untuk secepatnya melakukan pembangunan jembatan di atas sungai Citalahab tersebut.

“Kami dari DPRD merasa sangat simpati terhadap motivasi anak-anak untuk belajar dengan bersusah payah. Hal ini, streaming bein sport tentunya harus menjadi perhatian kita untuk segera membangun jembatan itu,” tutur Agus kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Selasa (31/7/2018).

Untuk itu, pada tahap awal DPRD akan mendorong pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk bisa memfasilitasi kondisi tersebut.

“Karena untuk di desa, sudah ada anggarannya berupa ADD dan untuk kecamatan sudah ada P3K. Untuk itu, hal ini harus sinergi dan jangan sampai anak-anak yang sudah memiliki motivasi tinggi belajar menjadi terhambat, akibat tidak adanya akses jembatan,” paparnya.

Namun, jika pemerintah desa hingga pemerintah kecamatan tidak mampu menangani persoalan tersebut, disarankan agar pemerintah desa dapat segera membuat perecanaan melalui Musrenbang untuk segera di usulkan aspirasi warganya tersebut kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi.

“Hal seperti ini, harus segera dikomunikasikan dan segera dibuat perencanaan pembangunan daerah. Sehingga, secara bertahap persoalannya dapat diselesaikan,” imbuh Agus.

Sementara itu, Ketua RT 4/6, Kampung Pasir Kopo, Desa Wangunreja, Suanta (45) mengatakan, puluhan siswa dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) Pasir Badak tersebut, berasal dari Kampung Pasir Kopo, RT 4/6, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. Mereka terpaksa melintasi sungai Citalahab, karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju sekolah.

PERATURAN PENULISAN PESAN

    Forum ini dipergunakan untuk curah pendapat pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan berita atau pesan atau tulisan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah. Tim Website KOTAKU tidak bertanggungjawab atas isi atau kebenaran informasi di forum ini.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.