Forum

Beranda Forum Kirim Tanggapan

Beras Saset Mulai Diproduksi di NTB

selvi Aug 1,2018

Nusa Tenggara Barat mulai menjadi daerah produsen beras saset (kemasan kecil) produksi Perum Bulog. Beras dengan kemasan paling mini ini nantinya akan dipasarkan hingga ke kios-kios kecil.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo Selasa, 31 Juli 2018 kemarin turun langsung melihat proses pengemasan beras saset di gudang produksi di Dasan Cermen, Mataram.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam daerah, beras saset ini rencananya akan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Produksi beras saset ini mulai dilakukan di NTB, mengingat daerah ini dikenal sebagai sentra penghasil beras yang menyangga ketahanan pangan nasional.

“Karena NTB surplus terus berasnya. Jadi diperioritaskan untuk produksi beras saset di sini (NTB),” kata Imam.

Produksi beras sasetan ini kemudian di sosialisasikan kepada pemerintah, kepada mitra, distributor, maupun para pritel lokal. NTB menurutnya mesti berbangga, dengan hasil alamnya yang melimpah. Bahkan menjadi daerah harapan bagi daerah-daerah lain dalam hal pangan.

“NTB ini provinsi yang luar biasa. Bahkan, berasnya kadang-kadang nyelonong ke Jawa Timur. padahal di sana juga sentra produksi beras,” ujarnya.

Harapan Bulog, beras saset ini nantinya ada di mana-mana tersedia hingga menjangkau desa. Bulog melakukan produksi beras saset ini memperioritaskan daerah-daerah yang surplus. Awalnya dari Jawa Barat, NTB, lalu ke Jawa Timur dan Jawa Tengah juga ikut bergerak.

Mesin-mesin produksi beras saset ini telah dipersiapkan. Dengan kapasitas produksi hingga 2 ton sehari tambah Kepala Perum Bulog Divre NTB, Ramlan UE. Dengan menjualnya dalam bentuk kemasan harga Rp 2.500/saset, streaming arsenal diharapkan stabilitas harga juga dapat dikendalikan. Bila mana beras saset ini telah menjangkau seluruh lapisan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si juga hadir, bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani dan Dir Reskrimsus Polda NTB, Kombes. Pol. Syamsuddin Baharuddin selaku Ketua Satgas Pangan NTB dan Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Provinsi NTB, I Made Agus Ariana.

PERATURAN PENULISAN PESAN

    Forum ini dipergunakan untuk curah pendapat pelaksanaan KOTAKU. Tidak diperkenankan mengirimkan berita atau pesan atau tulisan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), iklan (advertising) dan bernuansa politik apapun bentuknya. Pergunakan bahasa yang sopan dan berkaidah. Tim Website KOTAKU tidak bertanggungjawab atas isi atau kebenaran informasi di forum ini.

    Jika Anda berkeinginan untuk menuliskan pesan/tulisan yang bersifat "pengaduan KOTAKU" mohon gunakan fasilitas Pengaduan online.