img

Konsep ‘Keroyokan’ Surjadi buat Kampung Bugis                   

Comments (0) View (0)

Sapu lidi mungkin jadi inspirasi yang melekat di benak Surjadi. Bersatu menjadi teguh dan kuat, bercerai berai bakal berantakan tak berarti. Bagi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, asa menghapus kumuh tak bisa dilaksanakan hanya oleh sebagian unsur wilayah. Semua harus seia sekata bergandengan tangan bersama untuk menanggulangi persoalan kumuh wilayah. Seperti misalnya, dalam penanganan kawasan Kampung Bugis, penyandang status kumuh di Kecamatan Tanjungpinang Kota

Selengkapnya
img

Lorong Kerinci Berbenah Diri jadi "Arena Selfie"                   

Comments (0) View (0)

Belakangan ini, Lorong Kerinci jadi trending topic sebagai salah satu lokasi yang “instagrammable”—yaitu tempat memadai untuk ber-swafoto (selfie) untuk diunggah ke media sosial—di Kota Banda Aceh. Padahal, dahulunya lokasi yang terletak di bantaran Krueng Doy, Desa Seutui, Kecamatan Baiturrahman itu terbilang kumuh, karena dipenuhi rumah tidak layak huni yang posisinya tidak beraturan. Akses infrastruktur dasar juga tidak memadai waktu itu

Selengkapnya
img

Antara Kotaku, Sungai, dan Sahabat Sungai                   

Comments (0) View (0)

Apabila pertumbuhan kota tidak diiringi perencanaan yang baik, akan menimbulkan permukiman baru yang tidak teratur. Beberapa di antaranya akan berubah fungsinya. Salah satu contoh nyata adalah pertumbuhan penduduk yang berada di bantaran sungai, seperti Pekanbaru, yaitu bantaran Sungai Sago dan Sungai Limau. Dua kawasan ini merupakan prioritas penanganan kumuh. Namun, terlalu padatnya penduduk di bantaran sungai menyulitkan pemerintah daerah untuk menegakkan aturan. Hingga saat ini yang dilakukan pemerintah hanyalah melakukan imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Dan, buanglah sampah sesuai jam buang sampah. Sehingga, pada waktunya, sampah dapat terangkut oleh petugas kebersihan

Selengkapnya
img

Transformasi Abukasa, KSM Pengubah Limbah Jadi Duit                   

Comments (0) View (0)

Kreativitas mendaur ulang limbah kertas bisa menjadi ikon tambahan aktivitas buat kawasan Tagtag Tengah, Kelurahan Peguyangan, Kota Denpasar, Bali. Pasalnya jelas, warga yang berguyub di bawah koordinasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Abukasa sepakat mengkhususkan diri jadi pengolah sampah kertas menjadi duit. Mereka berinovasi mengubah limbah kertas seperti bekas koran, majalah, dan beragam jenis kertas sisa menjadi sederet produk bernilai ekonomis tinggi. Sebut saja vas bunga, tempat pulpen, ingka, dulang, dan masih banyak lagi

Selengkapnya
img

Mengutip Sukses dari Gemblakan di Pinggir Code                   

Comments (0) View (0)

Pedagang asongan, penjual soto, nasi rame, bakmi, dan sederet penganan lainnya adalah “napas” buat Kampung Gemblakan Bawah. Tapi, jangan pernah menganggap enteng permukiman warga yang rata-rata memiliki penghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Kota Yogyakarta itu, khususnya di Rukun Warga 7, 8, dan RW 9. Sebab bila menyoal kesadaran dan pengorbanan demi kemaslahatan banyak pihak, di wilayah inilah sumbangsih yang sebenarnya bisa dijadikan pembelajaran penting buat banyak pihak

Selengkapnya
img

Berkat Kolaborasi, Dukuh Jurang Indah Sabet Penghargaan                   

Comments (0) View (0)

Kota Surabaya yang megah masih menyisakan sejumlah kawasan kumuh. Sederetan rumah warga tak layak huni, dengan tata letak yang tidak teratur menghias satu wilayah di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tersebut. Seperti di sebuah kampung di Kelurahan Putat Gede, Kecamatan Suko Manunggal: Dukuh Jurang Indah. Permukiman kumuh tersebut terletak di sisi jalan Tol Satelit, penghubung Surabaya, Waru, dan Malang

Selengkapnya
img

Saat Mimpi Diding Maulana Jadi Nyata                   

Comments (0) View (0)

Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta masih bergeliat dengan upaya penanganan kumuh. Satu dari sederet solusi yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan berbagai potensi yang ada melalui jalur kolaborasi. Diding Maulana, seorang pemilik rumah tak layak huni, sudah membuktikannya. Dia terpilih menjadi pemilik rumah yang bakal dibedah ulang melalui Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (BAZIS). Kediaman Diding dipilih berdasarkan seleksi yang dilakukan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Cipta Sarana Pasar Manggis dan pengurus Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan

Selengkapnya
img

Lorong Bakso Bangkit Kembali dengan Hidroponik                   

Comments (0) View (0)

Memulihkan diri dari trauma pascabencana yang menimpa rumah dan sekitarnya, tentu tidak mudah. Jika ada seseorang yang mampu mengatasi trauma pribadi, kemudian berlanjut membantu mengatasi trauma orang lain di sekitarnya, bahkan akhirnya malah sukses membangun kembali harapan masyarakat memulihkan perekonomian, orang itu (salah satunya) pastilah Nureda. Bu Eda--begitu beliau biasa dipanggil--adalah seorang warga Lorong Bakso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang didaulat menjadi Duta Lorong Bakso

Selengkapnya
img

Kepatihan Wetan: Jalan Paving Rusak Tinggal Kenangan                   

Comments (0) View (0)

Kelurahan Kepatihan Wetan di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, telah melakukan proses pemberdayaan masyarakat melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yang ditujukan kepada seluruh komponen masyarakat di Kepatihan Wetan, khususnya wilayah Rukun Tetangga 001 Rukun Warga 002. Hal ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan mereka dan menumbuhkan kebersamaan guna mengatasi permasalahan Kumuh secara mandiri dan berkelanjutan. Anggaran dari Bantuan Dana Investasi (BDI) sebagai stimulan yang difasilitasi Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Manunggal sebagai upaya pengurangan luasan kumuh dalam wilayah tersebut

Selengkapnya

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.