Beranda Warta Berita Bentuk Koperasi, Program Penguatan UPK BKM

Bentuk Koperasi, Program Penguatan UPK BKM

Comments (0) View (1959)

D

DALAM rangka program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu, Departemen PU (ex. Departemen Kimpraswil) terutama berkaitan dengan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) telah melakukan persiapan dan penguatan UPK BKM menjadi koperasi. Penyiapan ini bisa dianggap sebagai peluang sekaligus tantangan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang terungkap saat rapat koordinasi Pimpro P2KP dengan staf terkait pada Senin malam (30/11) lalu, bertempat di ruang rapat proyek. “Memang akan menjadi suatu dilema bagi kita, namun peluang yang ada harus kita manfaatkan sebaik-baiknya serta dijadikan sebagai tantangan,” ungkap Ir. Arianto, Dipl. SE, MT selaku Pimpro P2KP.

Arianto juga menegaskan tentang pentingnya tetap memegang teguh prinsip dan nilai P2KP dalam kondisi penyiapan UPK BKM menjadi Koperasi. “Yang penting prinsip dan nilai P2KP harus tetap kita jaga keberadaannya, jangan sampai dikorbankan dan mengupayakan sebagian atau seluruh anggota kolektif BKM sebagai pengurus koperasi sehingga mereka dapat mewarnai dengan nilai dan prinsip P2KP kepada pengurus atau anggota lainnya,” ujar Arianto. “Tapi memang harus diingat bahwa jangan diharapkan sebuah koperasi untuk berperan sama dengan BKM P2KP, jelas misinya berbeda,“ lanjut Arianto.

Sesuai yang dipahami dan disepakati bersama pada rapat tersebut, kedepannya, UPK BKM akan berubah fungsi menjadi koperasi karena unit pengelola tersebut yang lebih tepat, bukan BKM. “Tidak sekali-kali BKM nya, sebab jika hal ini terjadi akan menghilangkan prinsip dan nilai P2KP,” tegas Arianto. Selanjutnya apabila fungsi UPK telah berubah, maka BKM dapat membentuk UPK baru sebagai unit penggantinya.

Pembahasan masalah ini sendiri dilakukan terkait dengan tawaran Kementerian Koperasi dan UKM kepada P2KP untuk memfasilitasi pembentukan koperasi sebagai implementasi program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu. Sebanyak 300 UPK BKM rencananya akan difasilitasi pembentukannya sebagai koperasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Sedangkan untuk pemilihan 300 UPK BKM sendiri akan diambil dari P2KP 1/1 serta P2KP 1/2 melalui seleksi yang akurat. “Untuk BKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur, diambil berdasar ranking tertinggi dari hasil pre-test dan post-test dari penilaian hasil pelatihan BRI yang lalu. Sedangkan untuk Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, karena pelatihan BRI belum dilaksanakan, maka akan diambil berdasarkan penilaian tertinggi dari hasil uji petik yang dilakukan oleh KMW beberapa saat yang lalu,” ungkap Koordinator pelatihan BRI-P2KP, Arif Widodo Adi, SmHk.

Lebih lanjut Arif menjelaskan bahwa uji petik kembali oleh P2KP akan dilakukan sekitar pertengahan Desember 2004 yang dilakukan sebagai upaya klarifikasi terhadap uji petik yang telah dilakukan oleh KMW di waktu lalu. “Uji petik kembali dilakukan bukan karena faktor ketidakpercayaan terhadap apa yang telah dikerjakan KMW, namun semata-mata hanya sebagai cross check sesuai dengan prosedur yang ada,” ungkap Arif. “Disamping itu, juga untuk memenuhi rasa keadilan mengingat hanya akan ada 300 UPK yang terekrut dari sekitar 2600-an UPK yang ada, hingga kita benar-benar harus selektif agar tidak timbulnya kecemburuan dari BKM yang tidak terpilih,” tambah Arif.

Program mengkoperasikan UPK BKM ini akan dilakukan secepatnya mengingat 100 hari dari program kerja Kabinet Indonesia Bersatu akan segera berakhir sehingga kerja keras yang transparan dan selektif dari semua pihak terkait sangat diperlukan. Hal ini juga terkait dengan peluang besar ‘chanelling’ yang sudah ditunggu lama oleh BKM, akan semakin terbuka melalui bentuk koperasi dari UPK BKM. Dan sudah sepantasnyalah program ini diberikan pada BKM terpilih sebagai bentuk penghargaan atas kegigihan dan kepedulian BKM dalam penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. (Heroe; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.