Beranda Warta Berita Himpunan BKM Surabaya, Wadah Pengawal PJM

Himpunan BKM Surabaya, Wadah Pengawal PJM

Comments (0) View (1642)

P

PENDAMPINGAN Exit Strategy secara formal memang telah berakhir pada bulan Oktober 2004. Namun demikian, di beberapa BKM (1/1) masih belum menyelesaikan rangkaian tahapan dari pendampingan penguatan ini, termasuk capaian materiil yang diharapkan berupa tersusunnya PJM Pronangkis secara partisipatif oleh masyarakat serta penguatan kelembagaan melalui agenda revitalisasi BKM.

Berangkat dari kenyataan sedemikian, beberapa tokoh BKM di Surabaya khususnya yang konsen sekaligus prihatin terhadap keberlanjutan agenda pendampingan Exit Strategy terutama berkenaan dengan sejauh mana PJM Pronangkis yang telah disusun bisa diwujudkan dalam kegiatan nyata, mempunyai inisiatif untuk membentuk suatu wadah bernama Himpunan BKM Surabaya.

Usman, salah satu tim perumus pembentukan Himpunan BKM Surabaya mengemukakan bahwa melalui Himpunan BKM, diharapkan akan dapat membantu BKM-BKM yang kesulitan melakukan fasilitasi penyusunan PJM Pronangkis di kelurahannya. Selain itu, Himpunan BKM juga diharapkan akan dapat membantu BKM yang ingin melakukan ‘channeling’ (kemitraan) dengan dinas/lembaga lain.

Bak gayung bersambut, beberapa BKM baik BKM yang lahir di P2KP 1/1 maupun BKM 1/2, secara formal menyatakan diri bergabung dengan Himpunan BKM Surabaya. Hingga saat ini, tercatat sekitar 40 BKM tergabung dalam Himpunan BKM Surabaya dengan perincian semua BKM 1/2 ikut, sisanya adalah BKM 1/1. Dan ke depan, Usman optimis bahwa lebih dari separuh BKM yang ada di Surabaya akan bergabung dalam Himpunan BKM.
 
Kendala lapang yang dihadapi beberapa BKM 1/1 terutama bagi BKM yang belum melaksanakan agenda partisipatif penyusunan PJM, rata-rata mengeluhkan tentang kesulitan dalam hal pembiayaan. Mengenai hal tersebut, Surya Wijaya yang juga sebagai salah satu perumus pembentukan Himpunan BKM dan salah satu Dewan Presidium FKA BKM Surabaya menyatakan: “Himpunan BKM tidak bisa menjanjikan untuk mencarikan dana untuk keperluan tersebut. Namun dengan adanya surat dari Bappenas tentang keharusan setiap kota/kabupaten mempunyai PJM, mereka mestinya tergerak untuk menyediakan dana bagi kelurahan-kelurahan dalam menyusun PJM mereka.” “Himpunan BKM juga akan bersedia jika diminta membantu memfasilitasi penyusunan PJM,” tambah Surya.

Di satu sisi, berdirinya Himpunan BKM sempat membuat kekhawatiran beberapa pihak, salah satunya adalah Kabidsosbud Bappeko Surabaya M. Subandi. “Secara politis, Himpunan BKM merupakan tandingan FKA BKM. Walau mereka (Himpunan BKM--red) berniat baik, namun FKA BKM telah disahkan oleh SK Walikota, sehingga FKA BKM akan saya bela sampai berdarah-darah,” ujar Subandi. Walau, pernyataan M. Subandi ini berbeda dengan yang disampaikan pihak Himpunan BKM yang dengan tegas menyatakan bahwa Himpunan BKM bukan tandingan FKA BKM bahkan beberapa anggota Himpunan BKM masih tetap menjadi pengurus FKA BKM.

Himpunan BKM sendiri sebenarnya telah melakukan upaya pendekatan kepada beberapa elemen melalui dialog antar pihak, termasuk yang dilaksanakan pada Jum’at, 10 Desember 2004 berupa dialog dengan Bappeko Surabaya. Selain itu, pihak Himpunan BKM juga telah mengirimkan surat resmi kepada Kabidsosbud tentang keberadaan mereka.

Lepas dari dinamika yang terjadi di lapang, Himpunan BKM melalui para penggagasnya sebenarnya ingin menunjukkan pada jajaran pusat (pelaku P2KP di tingkat pusat—red) bahwa sebagian besar BKM Surabaya menyadari pentingnya PJM bagi masyarakat serta yang paling penting adalah adanya semangat yang kooperatif dari BKM untuk diajak melakukan perbaikan ke dalam. (Nita; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.