Beranda Warta Berita Studi Banding Bappeda Palu: Terkesima dengan KSM dan Semangat Kaum Wanita

Studi Banding Bappeda Palu: Terkesima dengan KSM dan Semangat Kaum Wanita

Comments (0) View (1768)

M

MESKI tidak seperti yang diperkirakan semula, akhirnya kegiatan studi banding Bappeda Kota Palu ke Bappeda Kab Bogor terlaksana pada Kamis (9/12). Pihak Bappeda Bogor memperkirakan kunjungan akan dihadiri oleh tim dengan 10 kru sesuai agenda awal, namun karena suatu hal internal di lingkungan Pemda Palu, kegiatan ini hanya diikuti oleh Kepala Bappeda Palu, Ir. Rachmat Kawaroe, MM, M.Si yang didampingi wakil dari KMW 6 P2KP 2/1, Deni Asman.

Agenda awal studi banding ini dibuka dengan ungkapan selamat datang dari pihak Bappeda Bogor melalui Kepala Bappeda Kab Bogor, Mochtar Rusli Muhi, SH kepada Bappeda Palu yang bertempat di ruang rapat Bappeda Kab Bogor mulai pukul 08.30 WIB. Dilanjutkan dengan paparan dan diskusi yang diawali dengan perkenalan dari undangan yang hadir selaku tuan rumah serta sambutan dari pihak Pemda Kota Palu tentang maksud dan tujuan studi banding ini. Paparan dilanjutkan dengan presentasi singkat tentang arah dan kebijakan Pemda tentang penanggulangan kemiskinan serta proses dan pendampingan P2KP di Kab Bogor, termasuk paparan dari Camat/PJOK. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat serta TKPP Kab Bogor ini, intinya merujuk pada studi penggalian lapang Bappeda Palu dalam mengenali strategi dan pendekatan yang dipakai para pelaku P2KP terutama di jajaran birokrasi hingga P2KP di Kab Bogor ini bisa dikatakan relatif berhasil serta diterima masyarakat. Selain itu, Kepala Bappeda Palu juga sempat tertarik dengan konsep kerelawanan yang dikembangkan dalam proses pembentukan dan perjalanan BKM sebagai sebuah kelembagaan.

Agenda kunjungan lapang dilakukan kepada 2 BKM yakni Paguyuban BKM Pabuaran Desa Pabuaran Kec Bojonggede Kab Bogor serta BKM Bantarjaya Kec Rancabungur Kab Bogor. Ikut dalam rombongan ini PJOK yang mewakili Camat Bojonggede, Koordinator FKA BKM Kab Bogor M. Jumhadi serta TL KMW 3 (1/2) Tafjani K. Setelah menggelar diskusi dalam suasana akrab dengan Kades serta anggota BKM/UPK Pabuaran, rombongan diantar melihat 3 KSM yakni KSM Parko yang memproduksi minuman gelas berlabel Dena Fruit; KSM Almu Pabuaran yang memproduksi aneka makanan, minuman dan obat; serta KSM Kasih Abadi yang memproduksi tikar dari buangan limbah bahan pasta gigi.

Yang menarik, saat kunjungan ke KSM Almu Pabuarana, Koordinator KSM Pupung Purnama menjadi daya tarik tersendiri bagi Rachmat Kawaroe. Pupung yang seorang sarjana analis, memang ahli meracik campuran bahan hingga jadilah bermacam makanan dan obat instan yang alami namun awet, seperti minuman nata de coco, jus jeruk, jus jambu, saos pepaya, nony/mengkudu, kue ciamis serta asinan Bogor. Bahkan KSM ini juga telah menghasilkan produk shampo mobil dan sabun liquid untuk baju. “Semua bahan baku untuk produk kami diambil dari lingkungan sekitar ini, jadi sekalian mendayagunakan potensi lingkungan kita,” ujar Pupung.

Ide kreativitas Pupung ini sempat menggelitik Kepala Bappeda Palu untuk menawarkan kemampuannya guna mengolah bahan buangan yang banyak terdapat di Palu seperti sabut/kulit kelapa. “Bagaimana kalau anda coba membuat proposal, apa yang bisa anda lakukan dengan sabut kelapa, karena disana sabut kelapa dibuang begitu saja,” tanya Rachmat Kawaroe kepada Pupung sembari mengeluarkan kertas dan menuliskan alamat surat yang bisa dihubungi Pupung. “Mungkin anda bisa presentasi disana dengan proposal anda,” lanjut Rachmat.

Menariknya mengunjungi KSM di BKM Pabuaran sampai melupakan agenda kunjungan ke BKM berikutnya yakni BKM Bantaranjaya, Kec Rancabungur. BKM yang pernah dikunjungi Walikota Palu Suardin Sebo berikut Ketua DPRD Palu Rusdi Mastura pada pertengahan Juli 2004 lalu ini memang dikenal bagus dalam hal transparansi kepada masyarakat pemiliknya. “Keunggulan BKM ini adalah transparansinya kepada masyarakat, segala aktivitas BKM diberitahukan pada warga melalui media warga ataupun papan pengumuman BKM yang menyebar, sehingga warga menaruh kepercayaan yang tinggi pada BKM,” jelas Tafjani, TL KMW 3 P2KP 1/2.

Berdasarkan catatan Pusinfo, ke-2 BKM yang dianggap relatif bagus tersebut yakni BKM Pabuaran dan BKM Bantaranjaya, rata-rata memang mengusung keaktifan kaum wanitanya (dengan tidak menafikkan peran anggota BKM laki-laki). Ketika ditanya, Rosa Haslina, dari BKM Pabuaran mengatakan bahwa dirinya tidak berfikir bekerja di BKM tapi membantu masyarakat. “Kalau dihitung, dukanya lebih banyak dari sukanya, tapi saya tidak berfikir itu karena ini untuk masyarakat,” ujar Rosa bersemangat sebagaimana ungkapan Koordinator BKM Bantaranjaya, Sri Sudarni: “Pokoknya maju terus untuk BKM,” ungkap wanita ini sembari mengepalkan tangannya yang diikuti oleh senyum kebanggaan dari segenap yang melihat. (Yanti, dari kunjungan lapang 9/12/2004)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.