Beranda Warta Berita Kepedulian BKM Kedung Maling Terhadap Banjir Bandang

Kepedulian BKM Kedung Maling Terhadap Banjir Bandang

Comments (0) View (1403)
Mojokerto, Meskipun baru terbentuk kepedulian BKM Desa Kedung Maling Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur kepada warga masyarakatnya yang tertimpa musibah banjir bandang pada awal Februari 2004 lalu patut dijadikan catatan. Bahkan banjir yang mengakibatkan beberapa rumah hanyut dan puluhan rumah lainnnya rusak berat serta menghanyutkan ratusan binatang ternak ini membuat ratusan mungkin ribuan warga Desa Kedung Maling menjadi miskin mendadak, jangankan pakaian, persediaan bahan pangan pun hilang lenyap disapu bersih oleh ganasnya air kedung sigolo-golo. Jerit tangis ketakutan anak-anak kecil terdengar menyayat kalbu di tengah pekatnya malam, wajah pucat pasi kaum tua terlihat samar disinari obor-obor tanpa daya. Malam itu adalah malam yang tidak akan terlupakan oleh seluruh penghuni Desa Kedung Maling. Rembulan berduka bintang-bintang sembunyi menangis dibalik angkuhnya mendung yang siap melumat seisi Desa Kedung Maling. Pagi yang cerah datang menyapa seluruh isi bumi, tapi kondisi masyarakat Kedung Maling tampak sangat memprihatinkan. Di tengah keprihatinan yang begitu mendalam koordinator pimpinan kolektif BKM Zakaria bersama pimpinan kolektif lainnya ditambah sejumlah masyarakat Kedung Maling begitu serius membicarakan musibah yang sedang mereka hadapi. Akhirnya diambil satu keputusan di tingkat masyarakat dan pimpinan kolektif BKM bahwa dana BLM tahap I sebesar Rp. 20 juta yang semestinya untuk alokasi ekonomi dan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dialihkan untuk bantuan sosial. Dengan perhitungan Rp. 1,5 juta untuk pembuatan dapur umum diambil dari dana untuk pelatihan SDM dari Rp. 3 juta. Kemudian dari pos ekonomi diambil Rp.7,5 juta termasuk untuk biaya operasional (BOP) dari total Rp. 17 juta. Sehingga dana alokasi BLM tahap I untuk kegiatan ekonomi sesuai dengan Berita Acara Penetapan Prioritas Usulan Kegiatan (BAPPUK) yang telah disusun menyusul menjadi Rp. 11 juta. “ Bukan kami ingin melanggar PJM yang telah disusun, tapi karena musibah sebelumnya tidak pernah terbayangkan dan jumlah kerugian harta benda yang menyebabkan mayoritas masyarakat Kedung Maling menjadi sangat sulit. Maka berdasarkan kesepakatan dana tersebut terpaksa kami alihkan untuk mengatasi kondisi yang sangat mendesak,” papar Zakaria. Tapi secara kelembagaan lanjut Zakaria, justru dengan pemanfaatan sebagian dana BLM tahap I untuk kegiatan sosial membantu masyarakat dari musibah banjir, meskipun hanya berupa pembagian nasi bungkus dan penyediaan air mineral. Setidaknya kegiatan ini mrupakan bagian dari kepedulian BKM Kedung Maling terhadap kesulitan yang terjadi di masyarakat. “Tidak hanya pemanfaatan BLM tahap I tapi kami dari BKM juga menggali potensi masyarakat dari dusun lain tapi masih wilayah Desa Kedung Maling untuk penggalangan swdaya masyarakat yang kemudian BKM berperan aktif menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat korban banjir saat itu,” papar Heru pengelola UPK. Baik Zakaria maupun Heru, mengakui bahwa memang telah terjadi perubahan Bappuk, tapi akan lebih baik mana jika dilihat dari segi manfaat, mempertahankan Bappuk secara kaku atau membantu masyarakat yang sedang dalam kesulitan. “Kalau tidak ada bencana, dipastikan tidak akan ada perubahan Bappuk secara mendadak. Tapi karena kondisinya dalam keadaan darurat, maka Bappuk menjadi tidak diperhitungkan. Yang terpenting adalah menyelamatkan dan ikut menanggulangi dalam rangka meringankan beban derita bagi masyarakat yang kena musibah banjir,” ujarnya. (disunting dari: Mingguan Sang Saka edisi 16-23 Pebruari 2004)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.