Beranda Warta Berita Sosialisasi Pendirian Koperasi Jabar: Wagub Hadir, Peserta Semangat

Sosialisasi Pendirian Koperasi Jabar: Wagub Hadir, Peserta Semangat

Comments (0) View (1290)

S

SOSIALISASI penguatan UPK-BKM P2KP dalam rangka pendirian koperasi di wilayah Jawa Barat, dilaksanakan pada Rabu, 29 Desember 2004 bertempat di Aula Bung Hatta, Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan sosialisasi kali ini adalah yang keempat setelah penyelenggaraannya di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Diagendakan, sosialisasi juga akan dilakukan di Provinsi Banten dan DKI Jakarta sekitar Januari 2005.

Acara yang dijadwalkan dibuka pukul 08.30 WIB, sempat tertunda sekitar 2 jam karena menunggu kedatangan Wakil Gubernur Jawa Barat hingga baru dapat dimulai pukul 10.45 WIB. Selain itu juga hadir Dirjen Perumahan dan Pemukiman, Direktur Bintek Ditjen Perkim, Direktur Wilayah Tengah Ditjen Perkim beserta jajarannya, Assisten Deputi V Meneg Koperasi dan UKM beserta jajarannya, Kepala Dinas Koperasi Provinsi serta para Kepala Dinas Koperasi Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat, dinas-dinas terkait di Propinsi Jawa Barat serta undangan dari unsur BKM se-Jawa Barat.

Pada sambutan pembukaannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Nu’man A. Hakim menyambut baik program ini. Dasar ditetapkannya UPK-BKM dalam pendirian koperasi adalah kemampuan pengelolaan dana bergulir dalam perannya pada pengembangan ekonomi lokal. Wagub juga menegaskan bahwa BKM dapat mengakomodir berbagai ide serta aspirasi masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan terkait dengan upaya penanggulangan kemiskinan di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, Wagub memandang bahwa pendirian koperasi tidak lepas dari unsur kuantitas pelaku usaha KUKM yang ada di Jawa Barat yang jumlahnya sudah sedemikian besar mencapai 99% dari keseluruhan pelaku usaha ekonomi. Namun demikian, jumlah yang besar tersebut belum diimbangi dengan kekuatan sumber daya yang memadai. Artinya usaha KUKM masih banyak terkendala dalam hal modal, manajemen, teknologi dan sumber daya manusia yang pada gilirannya membatasi kapasitas dan kuantitas produksinya. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus, menurut Wagub, maka di era ekonomi pasar bebas yang kompetitif ini, KUKM tidak akan dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya.

Wagub menekankan bahwa kondisi demikian ditimbulkan akibat jumlah KUKM yang besar namun umumnya belum bersatu membentuk jaringan usaha yang efektif. Apabila KUKM mampu membentuk jaringan usaha sedemikian maupun mampu mengembangkan jiwa dan semangat yang kooperatif, Wagub yakin bahwa KUKM dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang secara ‘significant’ mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, apabila KUKM mampu menjalankan kiprahnya sebagai lembaga ekonomi yang berwatak sosial maka secara berkesinambungan akan berdaampak positif bagi penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

Penyerapan tenaga kerja oleh KUKM sendiri mencapai 86%, sedangkan penyerapan tenaga oleh perusahaan-perusahaan besar hanya mencapai 14%. Berdasarkan kenyataan tersebut, Wagub berharap akan pendirian koperasi yang dapat diikuti dengan kemampuan SDM yang memadai, manajerial yang baik, permodalan yang kuat, pemasaran serta jejaring kerja produktif yang mengembangkan sinergitas antara sektor hulu dengan sektor hilir, antar pelaku ekonomi primer, sekunder dan tersier. Ujungnya, diharapkan secara bertahap KUKM dapat menjadi lembaga ekonomi handal yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap penguatan struktur perekonomian regional Jawa Barat yang tangguh.

Sementara itu dalam sambutannya, Dirjen Perumahan Pemukiman Ir. Syarifuddin Akil mengatakan bahwa P2KP 3 akan diperjuangkan untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia termasuk terkait dengan program 100 hari Kabinet Indonesia bersatu. Dari sebanyak 2621 BKM tahap 1, akan dijaring 400 BKM yang UPK nya akan dijadikan koperasi dengan harapan mampu melaksanakan misi akses dan chanelling dengan pihak luar, hingga akan mampu meningkatkan pelayanan BKM pada warga, menjadikan warga saling percaya termasuk terhadap keberadaan BKM yang ujungnya diharapkan terjadi peningkatan tingkat kepedulian masyarakat.

Dirjen Perkim juga menekankan tentang aspek kebersamaan sebagai dasar yang telah dimiliki UPK BKM dalam membentuk koperasi, sehingga mampu menjadikan UPK sebagai salah satu unit pengelola BKM yang handal. Selain penguatan pada UPK, Dirjen juga berharap akan bisa memampukan unit-unit lainnya yakni UPL dan UPS. Terkait dengan keberadaan UPL, Dirjen berharap UPL akan mampu melakukan pengelolaan terhadap lingkungan termasuk perbaikan perumahan warga.

Pada sesi tanya jawab yang dipandu oleh Direktur Wilayah Tengah Ditjen Perkim Ir. Endang Widayati, Direktur Bintek Drs. Agus Jarot Hadikustanto, Kepala Dinas Koperasi Propinsi Jawa Barat Drs. H. Mustopa Djamaludin, M.Si serta Kepala PMU P2KP, Ir. Dani Sutjiono, sempat muncul lontaran menarik dari saat salah seorang peserta yang mempertanyakan tentang hadirnya peserta dari BKM yang sudah kolaps, padahal yang diundang dalam acara tersebut adalah perwakilan BKM yang terpilih (terbaik) dari hasil penilaian di beberapa aspek. Berkaitan dengan pertanyaan ini, Ir. Dani Sutjiono menjawab bahwa untuk dapat diikutsertakan sebagai peserta pelatihan UPK-BKM nantinya, akan dilakukan penyeleksian lebih lanjut.

Acara sosialisasi berakhir pada pukul 16.00 WIB. Meski telah berakhir, beberapa peserta BKM nampak saling berdiskusi kecil dengan sesama peserta BKM lain. Berdasar informasi panitia pelaksana, keseluruhan peserta BKM yang diundang sebanyak 135 orang namun yang hadir sekitar 80%. Kerumunan peserta BKM yang selesai mengikuti acara, nampak kembali pulang. Bisa jadi dalam benak mereka penuh pertanyaan bercampur harapan, akankan UPK-BKM nya dapat terpilih sebagai peserta pelatihan program ini kelak? (Heroe; Yanti)  

 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.