Beranda Warta Berita Lokalatih Alih Kelola Pemkot Bekasi, Terbatasi Waktu

Lokalatih Alih Kelola Pemkot Bekasi, Terbatasi Waktu

Comments (0) View (1259)

L

LOKAKARYA dan pelatihan bagi aparat dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka alih kelola BKM ke Pemda dilaksanakan pada 24 Desember 2004 lalu. Walau sempat terkesan kurang semarak dibandingkan pelatihan di wilayah lain, acara tetap digelar sejak pukul 10.30 WIB dari agenda awal pukul 08.30 WIB. Tertundanya acara disebabkan menunggu kehadiran Walikota Bekasi, Drs. Ahmad Zurfaih yang memang sedianya akan membuka acara, namun batal karena Walikota sedang menghadiri rapat di Gedung Wibawa Mukti, Pemkab Bekasi. Acara kemudian dibuka oleh Kepala Bappeda, Drs. Ikhsan yang mewakili Walikota.

Akibat mundurnya acara sekitar 2 jam tersebut, mengakibatkan agenda Lokalatih kurang berjalan maksimal. Ini ditambah dengan arahan pembawa acara yang diwakili oleh seorang staf Pemkot Bekasi yang mengatakan bahwa Gedung Patriot tempat berlangsungnya Lokalatih tersebut akan dipakai untuk kegiatan (rapat) lain, hingga agenda Lokalatih dibatasi hanya sampai pukul 13.00 WIB.

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Pemkot Bekasi mengatakan bahwa digelarnya Lokalatih ini bertujuan untuk membangun pemahaman antara pihak Pemkot, instansi terkait, konsultan dan masyarakat dalam rangka menanggulangi kemiskinan, di samping untuk membangun kesadaran kritis masyarakat dalam mengatasi kemiskinan.

Agenda inti menghadirkan beberapa narasumber. Dari unsur KMW 3 (1/2) yang diwakili oleh Team Leader Tafdzani Cholil lebih banyak mamaparkan tentang ‘progress report’ perjalanan P2KP 1 tahap 1 dan P2KP 1 tahap 2 di wilayah Kota Bekasi. Sedangkan narasumber lainnya Hasan, mengulas tentang keserasian antara Pemda dan Pusat dalam upaya menanggulangi kemiskinan yang terkait dengan Undang-undang No. 22 Tahun 1999 serta Inpres No. 5 tentang penanggulangan kemiskinan. Narasumber dari KMP Ifan Afani, lebih menekankan pada peran Pemda dalam rangka alih kelola BKM ke Pemda.

Berkenaan dengan terbatasnya waktu, sesi tanya jawab peserta dengan narasumber terkesan kurang dinamis. Hal ini mengingat para peserta hanya dibatasi waktu beberapa menit saja untuk bertanya. Akibatnya, banyak peserta yang tidak mendapatkan kesempatan berdialog. Beberapa peserta juga sempat melontarkan pernyataan tentang tidak adanya bahan bacaan (materi) yang dibagikan hingga peserta menjadi tidak punya gambaran dan informasi yang lengkap tentang hasil Lokalatih tersebut.

Lokalatih ini sendiri dihadiri oleh unsur dinas terkait, Forum BKM kecamatan se-Kota Bekasi, PJOK se-Kota Bekasi serta dari LSM Patriot. Salah seorang anggota FKBKM Kecamatan Bekasi Utara, Murysid dan Dedi S. dari Pondok Gede mengatakan bahwa dalam acara ini hanya dihadiri Forum BKM tingkat kecamatan, sementara untuk FKBKM tingkat Kota Bekasi yang dikoordinatori oleh Syarif dan Karim dikatakan cenderung non-aktif. “Harapan kami agar Forum Kota dibentuk kembali atau diaktifkan lagi mengingat keberadaannya sangat penting bagi perkembangan BKM,” ujar wakil FKBKM Kecamatan Bekasi Utara tersebut.

Sementara itu, Team Leader KMW 3, Tafdzani Cholil, sebelum acara Lokalatih digelar mengatakan bahwa keberlangsungan P2KP di beberapa wilayah seperti di Bogor, umumnya cukup berjalan sukses, bahkan para pejabat terkait seperti Bappeda dan dinas lain merespon dengan cukup positif. Khusus untuk Pemkot dan Pemkab Bekasi, menurut Tafdzani, memang diakui agak susah. “Untuk melobi saja memerlukan waktu yang bahkan cukup alot termasuk dalam pengagendaan acara Lokalatih ini hingga memang terkesan cukup lambat dan paling akhir dibanding wilayah lain di SWK 3,” ungkap Tafdzani. (Sarim; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.