Beranda Warta Berita Mencari Jawara Pemberdayaan dalam Lokalatih Alih Kelola di Kab Serang

Mencari Jawara Pemberdayaan dalam Lokalatih Alih Kelola di Kab Serang

Comments (0) View (1067)

L

LOKALATIH Aparat Pemda untuk Kabupaten Serang berlangsung di Aula Sekda lantai 2 Komplek Pemda Kabupaten Serang pada 22 hingga 24 Desember 2004 yang lalu. Lokakalatih ini merupakan kegiatan ketiga di wilayah kerja Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) 2 P2KP 1 tahap 2 setelah lokalatih serupa yang berlangsung di Kabupaten dan Kota Tangerang.

Lokalatih ini merupakan titik pijak kegiatan lanjutan pendampingan terhadap BKM dan penanggulangan kemiskinan di wilayah ini. Pelatihan ini diikuti oleh 24 orang dengan peserta terbanyak dari kalangan Pemerintah baik dari unsur Kecamatan, Dinas dan Instansi terkait. Peserta dari luar Pemerintahan hanya 3 orang yaitu 1 orang dari BKM, 1 orang dari LSM dan 1 orang dari Perguruan Tinggi.

Sebagaimana dikemukakan oleh Bupati Kabupaten Serang yang disampaikan oleh Asda 2 Kabupaten Serang, lokalatih ini diharapkan akan bermuara pada sejumlah hal, yaitu: (1) Terjadinya perubahan perilaku secara kolektif dari semua pihak yang sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip P2KP; (2) Terjadinya sustain/keberlangsungan gerakan di masyarakat berdasarkan kebersamaan untuk menanggulangan kemiskinan; (3) Terjadinya kemitraan sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan kelompok peduli dalam berbagai kegiatan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya; (4) Terjadinya beberapa contoh yang baik (best practices) untuk menjadi model yang dapat direfleksikan dan didiseminasikan kepada kelompok/warga lain; (5) Terjadinya mekanisme ‘kontrol sosial’ di masyarakat untuk terus memelihara dan mengembangkan P2KP.

Dalam lokalatih ini, peserta yang datang rata-rata mengharapkan akan adanya upaya bersama untuk merancang dan melanjutkan kegiatan penanggulangan kemiskinan seperti yang diungkapkan Lukman, perwakilan dari Kecamatan, memberikan catatan agar koordinasi antar program semakin baik diwaktu yang akan datang, karena pengalaman selama ini, koordinasi dirasa sangat lemah. Lukman juga memberikan informasi peluang bagi P2KP dan Pemda untuk bermitra dengan PT. Gas Indonesia. “Mereka (PT. Gas Indonesia--red) mencari mitra dan BKM dapat menjadi salah satu lembaga mitra mereka ini,” ungkap Lukman.

Hj. Anjani Astini, perwakilan dari Perguruan Tinggi, memberikan catatan bahwa lokalatih ini memberi dasar untuk semua pihak agar lebih aktif dalam penanggulangan kemiskinan baik melalui P2KP atau program lain. “Diharapkan dengan kesamaan pemahaman melalui lokalatih ini akan berlanjut dalam kegiatan nantinya,” ungkapnya. Sedangkan Sabihis, Sekjen Forum BKM, menekankan tentang betapa proses pembelajaran dalam P2KP selama ini menuntut kesabaran dan kesungguhan. “Karena kalau kesabaran kurang dan disertai pula dengan hanya sekedar ikut-ikutan, maka proses pembelajaran tidak akan berlangsung,” ulas Sabihis.

Pendampingan P2KP 1 tahap 1 di lapang sendiri berlangsung di 11 Kelurahan/Desa dengan telah menyelesaikan siklus RKM, rekruitmen Kader, refleksi kemiskinan dan pemetaan swadaya. Sementara kegiatan revitalisasi BKM dan Penyusunan PJM Pronangkis baru selesai di 9 BKM/Kelurahan (progress 82 %).

Untuk P2KP 1 tahap 2, telah dilaksanakan di 19 kelurahan/Desa. Keseluruhan dana BLM yang telah direalisasikan sejumlah Rp. 3.600.000.000,-. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp. 2.132.470.000,- dialokasikan untuk kegiatan ekonomi, Rp. 1.158.080.000,- untuk pembangunan fisik dan Rp. 189.450.000,- untuk kegiatan sosial. Hingga akhir Nopember 2004, dana bergulir untuk pengembangan ekonomi telah dimanfaatkan oleh 959 KSM dengan anggota 2.802 orang dengan tingkat pengembalian dana bergulir KSM berkategori baik.  

Mencari Jawara Pemberdayaan

Ada beberapa catatan yang bisa dipetik untuk keberlangsungan P2KP di Kabupaten Serang, yakni: pertama, bahwa wilayah Banten dengan kultur ‘Jawara’nya, mempunyai typologis sangat khusus. Maka, di masa mendatang, tersirat pertanyaan tentang mungkinkah konsep ‘Jawara’ ini ditransformasikan dalam pemberdayaan. Atau dalam bahasa sederhananya mungkinkah ditumbuhkembangkan ‘Jawara Pemberdayaan’ di wilayah ini.

Yang Kedua, terkait dengan keberlangsungan P2KP 1/1 dan P2KP 1/2 adalah bagaimana mengurangi pengaruh perkembangan P2KP 1/1 yang kurang baik terhadap perkembangan P2KP 1/2 yang saat ini dirasa cukup baik, terutama pada aspek pengguliran dana BLM untuk kegiatan ekonomi produktif.

Ketiga, siapa yang akan melanjutkan pendampingan P2KP lebih jauh, Konsultan, Pemda atau berjalan bersama-sama. Dan yang lebih penting, bagaimana mekanisme pendampingan tersebut akan berlangsung, baik terhadap 11 BKM P2KP 1 tahap 1 dengan kondisi yang kurang baik dibandingkan dengan P2KP 1 tahap 2.

Keempat, keberadaan SPKD dan KPKD masih awal sekali di Kabupaten Serang. Maka, upaya untuk menggerakkan KPKD dan penyusunan SPKD demikian penting. Dan P2KP akan menjadi bagian dari SPKD tersebut.

Kelima, Komunitas Belajat Perkotaan (KBP) masih dalam wacana. Dalam periode ke depan, upaya untuk menggerakkan KBP harus dilakukan secara simultan dengan menumbuhkan pemantau yang ‘independent’ terhadap Program Penanggulangan Kemiskinan. (Muchtar Bahar; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.